Benih Sang Jenius Man

Benih Sang Jenius Man
pemakaman mona


__ADS_3

Brain menatap gundukan tanah di depanya yang terukir nama Monalisa di batu nisan yang telah menyau dengan tanah.Ya,,,mona telah di pulangkan ke indonesia dan segera di kebumikan.Para pelayat sudah pulang hanya tersisa brain dan anggota keluarganya saja.Tatapan brain kosong bahkan orang-orang mengajaknya bicarapun dia tak merespon.Callista menangisi nasip putra bungsunya yang sangat malang.Jonatanpun dadanya terasa sesak mendapati kenyata'an yang begitu tiba-tiba.


Mita pingsan karena tak kuat melihat putrinya di makamkan dan akhirnya ia di bawa pulang oleh delon kerumahnya.Sedangkan Axel menggendong putri mona dan brain yang terus-terusan menangis di kediaman Dirgantara.


"Cup,,,cup sayang,,,!sini ikut mama Erlee ya?incesnya mama cup,,,cup."


"Mungkin dia haus sayang,,,coba kasih minum susu formula dulu sementara kita menunggu datangnya ibu susu untuknya."ucap Axel memberikan ****** botol ke bibir mungil putri brain namun bayi itu tetap menangis.


Mereka berdua yang belum berpengalaman mengurus bayi merasa kebingungan.Bahkan para pembantu tidak ada yang bisa menenangkan tangisan putri brain.


"Apa mungkin dia merasakan apa yang di alaminya saat ini?kehilangan bundanya ya,sayang?


"Mungkin saja,,,karena ikatan batin seorang anak dan orang tuanya sangat kuat."


"Malang sekali nasipmu sayang."Verlee memeluk penuh kasih sayang kepada putri brain.


Brain turun dari mobil masih dengan tatapan kosong.Callista dan Jonatan menuntun putranya untuk masuk ke dalam rumah.Ketika Brain baru memasuki pintu kediaman dirgantara.Ia mendengar tangisan bayipun seketika tersadar.Brain melangkahkan kakinya menghampiri Axel dan Verlee.Tanganya gemetaran mencoba menggendong putrinya untuk pertama kalinya.


Bayi itu langsung terdiam dalam gendonganya.Axel dan Verleepun sampai heran.Mungkin ia tahu bahwa brain adalah ayahnya.Dan ia menangis karena ingin di gendong oleh ayahnya.


"Maafkan ayah sayang ,,,!ayah telah mengabaikanmu.Ayah janji mulai sekarang ayah akan menjagamu.Ayah akan menyayangimu meski tanpa bunda di samping kita."ucapan brain membuat semua orang yang berada di kediaman Dirgantara menangis haru.Ia mencium kening putrinya yang masih bayi.


"Nak,,,apakah kau baik-baik saja?biar Mom yang menjaga putrimu.Kau istirahatlah,,,kau pasti lelah."


"Tidak mom,,,!aku akan membawa putriku ke kamar."ucap brain melangkahkan kakinya membawa putrinya yang masih bayi ke dalam kamar.


Verlee menggenggam tangan Axel sangat erat.Takut jika ia akan mengalami hal yang sama seperti mona.Keringat dingin bercucuran cukup banyak di dahinya.Axel yang menyadari genggaman erat dari istrinya.Dan mendapati kringat dingin pada istrinya.Seketika ia merasa takut ,,,lalu ia membawa verlee masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Sayang,,,hei kau kenapa?"tanya Axel memastikan


"Kak,,,aku takut jika aku melahirkan kelak,,,aku akan meninggal seperti mona dan kau menangisiku dan anaku tak memiliki sosok mama.Aku tidak mau kak,,,aku takut."


"Hei sayang,,,buang fikiranmu jauh-jauh.Kau dan mona berbeda,,,kau sehat sedangkan mona sakit.Kau akan baik-baik saja,,,jangan takut ada aku di sini.Jangan terlalu di fikirkan,,,kasihan bayi kita di dalam sini."ucap Axel mengelus perut Verlee yang masih rata.


"Kasihan banget bayi keci yang malang,,,!apa aku saja yang merawatnya kak?kasian dia terlahir sebelum melihat wajah ibunya."


"Dia masih punya ayah,sayang,,,!biarkan ayahnya yang merawat."


"Tapi brain masih SMA,sayang,,,!bagaimana dengan sekolahnya?"


"Kau juga masih kuliah sayang,,,!kau tidak boleh terlalu lelah."


"Lalu bagaimana bayi malang itu?"


Sedangkan brain menimang-nimang bayinya hingga tertidur pulas.Ia meletakan bayinya ke dalam ranjang miliknya.


Ia teringat buku harian mona dan flashdisk yang di kasih delon sewaktu di singapura.Ia membaca halaman awal hingga Akhir.Tentang mona yang selama ini menaruh hati padanya sejak lama.Mona selalu mengalah saat brain bergonta ganti pacar.Mona selalu melindungi brain secara diam-diam.Hingga halaman terakhir yang makin membuat dada brain terasa sesak.


***To : Brain


Maafkan aku yang telah menutupi kehamilanku ini darimu.Ketika kau membaca buku harianku ini,,,mungkin aku sudah pergi jauh dan kau tak akan mampu melihatku lagi.Aku mencintaimu brain,,,satu laki-laki yang sangat aku cintai.Aku tidak pernah menyesal mencintaimu meskipun aku tak tahu tentang perasa'anmu padaku.Aku akan membawa cintaku ini sampai tubuhku menyatu dengan tanah.Brain,,,jaga putri kita baik-baik,,,sayangi dia.Menikahlah dengan seseorang yang menyayanginya lebih dari rasa sayangku padanya***.


Brain menutup buku harian mona yang membuat dadanya semakin sesak.Ia melirik bayi mungil yang sampai saat ini brain belum memberikanya nama.


"Aku akan menjaganya,mencintainya,menyayangi bayi kita Mona.Semoga kau bahagia di tempat terbarumu.Aku mencintaimu,,,meski rasa ini terlambat dan belum sempat aku mengatakanya padamu."

__ADS_1


Brain mencium pipi putrinya dan terlelap di samping putrinya.


Axel keluar dari kamar setelah memastikan istrinya tidur.Ia hendak memeriksa keadaan adiknya,,,namun di tarik oleh jonatan.


"Duduk Axel,,,!Daddy ingin bertanya sesuatu padamu."


"Ya Dad,,,ada apa?"


"Bagaimana bisa ini semua terjadi secara tiba-tiba?Tiba-tiba Mona hamil,Tiba-tiba mona melahirkan,Tiba-tiba mona meninggal dunia dan Tiba-tiba brain punya anak.Katakan apa yang kalian sembunyikan dari Mom dan Daddy,Axel."


"Ehmmmm semua ini terjadi karena kecelaka'an sewaktu brain dan teman-temanya merayakan kelulusan di vila kita,Dad.Ada salah satu mantan pacar brain yang memasukan obat perangsang ke dalam minuman brain.Mona yang tahupun ingin menolong brain,,,malah ia yang menjadi kerban.Maka hal itu terjadi dan menyebabkan mona hamil.Itupun tanpa sepengetahuan brain,,,mona merahasiakan kehamilanya,Dad."cerita Axel panjang lebar kepada Jonatan dan callista.


"Astaga...kenapa kejadian itu mengingatkan masalalu kita Dad,"timpal callista.


"Ya,,,seperti sebuah karma masalalu,,,hal itu terulang laigi kepada putra kita mom.Tapi bedanya,,,brain sempat melihat putrinya dari bayi.Sedangkan aku baru mengetahui punya anak darimu ketika Axel tumbuh besar.


"Tapi cucu kita kehilangan ibunya,Dad."


"Ya,,,sungguh malang nasip cucu kita,Mom."


"Kita harus mengiklaskan kepergian mona dan fokus kepada brain dan putrinya Mom,,,Dad.Saat ini brain sangat rapuh.Kita harus selalu menyemangatinya.


"Ya,,,kau benar Axel,,,kita harus membuatnya kembali ceria.Daddy sudah rindu keceriaan dan keusilan adikmu seperti dulu.


"Kita juga harus mencari ibu susu untuk putrinya brain Mom,,,Dad."


"Biar Mom saja yang akan mencari ibu susu untuk putri brain,nak.ucap callista di angguki oleh Axel.

__ADS_1


__ADS_2