Benih Sang Jenius Man

Benih Sang Jenius Man
Ngidam lagi sama adik ipar


__ADS_3

Verlee duduk di sebuah cafe bersama nana.Cafe siapa lagi kalau bukan cafe milik brain.Sepulang dari kampus verlee sudah menelpon adik iparnya untuk datang ke cafenya.Memang ngidam bumil yang satu ini tidak lepas dari gangguin adik iparnya.Sedangkan brain yang baru pulang sekolahpun kelabakan menuruti keinginan kakak iparnya.Dia menjalankan motor sportnya sambil terus-terusan mengumpat.


"Sial,,,yang ngehamilin kakak gua,,,tapi ngidamnya selalu minta ke gua.Dasar memang gak makan nangkanya tapi kena getahnya."Brain menggerutu di dalam perjalanan menuju cafenya.


Sesampainya di cafe para karyawan brain di buat heran.Pasalnya bosnya biasanya datang agak sorean.


"Gak biasanya si bos datang siang gini?"ucap salah satu karyawan lalu menghampiri brain.


"Siang bos,,,tumben datang lebih awal,,,biasanya agak sore."


"Tuh,,,kakak ipar lagi ngidam masakanku."ucap brain menunjuk verlee yang sedang duduk manis bersama nana.


"Oalah,,,pantesan tadi ku tanya mau makan apa katanya nunggu si bos."


"Benar-benar nyebelin,,,untung cuma punya satu kakak ipar.Apa kabarnya kalau kakak iparku banyak dan gangguin aku semua."ucap brain sambil bergidik ngeri.


Brain melangkahkan kakinya menghampiri verlee dan nana.


"Siang kakak ipar."sapa brain dengan wajah malasnya


"Nah ini nih na,,,adik ipar gua yang punya cafe ini.Kenalin dek ini nana teman kakak."


"Brain kak."ucap brain menjabat tangan nana


"Nana."timpal nana juga memperkenalkan dirinya


"To the poin ja mau di masakin apa tuan putri?capek banget nih aku."grutu brain


"Yang ikhlas dong dek,,,masak demi ponakan gak ikhlas gitu."sahut verlee melihat muka brain yang kusut


"Ya abis ngidamnya kak Verlee aneh banget.Sekali-kali suruh masakin suaminya gitu.Masak ngidamnya terus-terusan suruh masakin aku."


"Ya abinya gimana dong,,,maunya cuma masakanmu,,,!please ya dek masakin,gak kasian apa punya ponakan ileran?"


"Oke dah,,,mau di masakin apa?"


"Aku pengen rujak mangga yang sambalnya bikinanmu tapi mangganya kamu harus manjat sendiri dari pohonya langsung dan aku harus menyaksikan saat kamu memetiknya."ucap verlee membuat brain melongo lalu mengatupkan bibirnya.


"Gak sekalian suruh manjat pohon kelapa sekalian kak?"


"Gak usah,,,pohon mangga aja sudah cukup hehehehe.

__ADS_1


Rasanya brain pengen kabur saja saat ini.Ngidam kakak iparnya sangat aneh dan merugikanya.


"Apa aku ngungsi aja kemana gitu ya,,,sampai kak verlee lahiran biar gak minta yang aneh-aneh melulu sama gua."batin brain menggerutu


"Terus pertanya'anya pohon mangga siapa yang harus ku panjat kak?"


"Nah itu kita cari."sahut verlee membuat brain semakin pusing dan memutuskan untuk menelpon kakaknya.


"***Axel:Hallo"


"Brain:Kak,,,istrimu gangguin aku terus toloooooooooong!"


"Axel:Kenapa dengan istriku?"


"Brain:Noh,,,hamilnya sama kakak tapi kenapa ngidamnya terus minta ke aku sih.Nih istrimu minta rujak mangga yang mangganya harus aku sendiri yang manjat dari pohonya.Dan dia tidak tahu pohon mangga siapa yang harus di panjat.


"Axel:hahahaha,,,rasa-rasanya anaku sangat menyayangimu dek.Dia kasian sama ayahnya capek kerja.Mumpung ada omnya ya minta omnya deh."


"Brain:Dasar pasutri aneh nyusahin gua melulu.Cepat kesini mumpung kesabaran aku masih lima puluh persen***.


Axel tertawa terbahak-bahak di ruangan kerjanya.Istri dan adiknya benar-benar sangat lucu.Tak mau lama-lama keburu adiknya makin emosi.Axel segera menuju ke cafe milik adiknya.


Sesampainya di cafe brain,Axel di sambut hangat oleh istrinya.Verlee memeluk tubuh suaminya sesekali mengendus aroma maskulin tubuh suaminya.


"Sayang kangen banget."ucap verlee manja


"Duh manjanya buuuuk."ucap nana melihat kemesra'an pasutri di depan umum


"Biarin,,,iri kan lo na."timpal verlee


"Pelukan aja terus noh,,,biar gak jadi sekalian manjat pohonya."ucap brain yang baru keluar dari ruanganya


"Gimana dek sudah nemu yang punya pohon mangga?"tanya verlee


"Ada di rumah teman aku si beny."


"Ya udah kita langsung saja kesana,,,mana sambalnya kamu bawa sekalian ya dek."perintah verlee kepada brain.


"Ya tuan putri."ucap brain sambil menghentak-hentakan kakinya karena kesal


"Lihat tuh sayang,,,brain gak ikhlas.''ucap verlee mengadu pada Axel

__ADS_1


"Brain..."ucap Axel


"Ya kak,,,ayo kita berangkat,,,!nih sambelnya satu gentong sudah ku siapkan.Nanti buat ngabisin mangga satu pohon sekalian cukup nih sambalnya."sahut brain jengkel dan membuat Axel,Verlee dan juga nana tertawa karena sikap brain yang lucu.


"Ketawain aja terus,,,!jengkel gua."grutu brain yang semakin membuat mereka menertawainya


Mereka menuju rumah beny bersama-sama dalam satu mobil.Axel yang menyetir,brain duduk di samping kemudi.Sedangkan verlee dan nana duduk di kursi belakang.


Cukup lima belas menit jarak tempuh dari cafe ke rumah beny.Untung saja rumah beni sepi,,,hanya ada beny di rumah.Pasti mereka malu jika sampai orang tua beny ada di rumah.


"Tok,,,tok,,,tok,,,,woy bocah buka pintunya,ini gua brain."


"Jegrek..."suara pintu terbuka menampakan anak laki-laki seumuran brain memakai baju bolanya.


"Woy bro,,,,cepat banget lo sampai,,,padahal gua mau tidur."ucap beny kepada brain.


"Noh,,,kakak ipar gua yang lagi ngidam pengen ngabisin mangga muda lu yang ada di pohon tuh."


"Hehehe kak sialahkan masuk,maaf ya kak rumahnya berantakan."ucap beny malu


"Terimakasih dek kita duduk di luar sambil menyaksikan brain memanjat pohon."sahun verlee antusias


"Jadi ceritanya aku langsung manjat nih kak?"tanya brain memastikan


"Iya dong,,,udah ileran nih lihat mangga yang minta segera di cicipin."sabut verlee


"Kak,,,kalau terjadi sesuatu sama aku,aku nitip baby cessa ya.Bilangin ayahnya sayang banget sama dia."ucap brain sebelum memanjat pohon mangga


Sedangkan Axel menahan ketawa melihat adiknya memanjat pohon.Dan verlee bersorak antusias menyemangati adik iparnya.


Sesekali Axel mencuri photo brain untuk dia simpan sebagai senjata.Karena adiknya yang jahil itu perlu di jahilin juga.


"Kak Er,,,yang mana yang di petik?"teriak brain di atas pohon mangga


"Yang itu di samping tangan kananmu dek.''teriak verlee menunjuk mangga yang ia inginkan


"Kak,,,banyak rangrang,,,aku gak mau di gigit entar badanku bentol-bentol semua."teriak brain menolak


"Tapi aku maunya yang itu."teriak verlee tetap pada keinginanya


"Duh bocah,,,masih di dalam perut bunda lu aja udah nyusahin ommu.Bagaimana ceritanya kalau lo udah lahir.Jangan nyusahin ommu ya nak,,,ommu ini sudah susah jangan di tambah susah."gerutu brain memberanikan diri memetik buah mangga yang di inginkan kakak iparnya tanpa mengganggu rangrang yang ada di sebelah buah mangga itu.

__ADS_1


__ADS_2