Benih Sang Jenius Man

Benih Sang Jenius Man
Awal kesuxesan brain


__ADS_3

Mona dan brain selalu bertukar kabar meskipun hanya lewat vidio call saja.Dua remaja itu selalu bisa menutupi keada'an masing-masing.Mona yang menyembunyikan kehamilanya dari brain.Begitupun dengan brain yang selalu menyembunyikan kesedihanya.Brain akan kembali seperti brain sebelumnya saat saat mereka sedang vidio call.Dan akan kembali bersedih saat vidio call telah berakhir.


"Mona monkey cantiku kau sedang apa?"tanya brain dengan senyum lepasnya.


"Yet,,,kangen,,,!bagaimana sekolahmu,,,apakah menyenangkan?"


"Sangat menyenangkan,,,akan lebih menyenangkan jika ada kamu."


"Ya,,,menyenangkan karena aku kau jadikan target keusilanmu."ucap mona pura-pura sewot.


"Hehehehe,,,tapi kamu kangen aku usilin kan?"


"Ya,,,sangat kangen,,,entahlah mungkin kita tidak akan pernah bersama lagi brain."ucapnya dalam hati.


"Ingat,, kau berjanji akan segera sembuh dan kita akan bersama lagi seperti dulu."ucap brain semangat menanti hari itu tiba.Sedangkan mona mengangguk tersenyum getir.


"Kau harus semangat juga belajarnya dan membangun bisnismu."timpal mona


"Tentu saja aku semangat,,,bisnisku akan menjadi besar dan aku akan menikahimu pada saatnya tiba.Dan jika aku suxes,,,maka aku akan mengajakmu keliling dunia."ucap brain membuat mona menahan lelehan air mata.


"Ya,,,kau harus mengajaku keliling dunia."ucap mona tak seperti ucapan pada hatinya.


"Kapan kau akan menjalani oprasi?aku ingin kesana menemanimu saat masa tersulitmu."


"Sebentar lagi brain,,,kau fokus saja pada sekolahmu."


Brain kecewa dengan ucapan mona secara tidak langsung melarangnya untuk pergi ke singapura.


"Baiklah,,,"ucap brain lesu


"Jangan bersedih,,,!aku akan baik-baik saja.Sudah dulu ya,,,aku mau mandi."


"Ya,,,jaga diri baik-baik di sana mona."


"Emmm,"mona mengangguk lalu mengakhiri vidio callnya.


Gadis itu menangis teringat semua janji palsunya pada brain.Sambil tanganya mengelus perut ratanya.Mona mona memandang foto brain kemudia ia tersenyum seolah menatap brain secara langsung.


"Kata dilan,,,rindu itu berat,,,tetapi kataku rindu itu semakin berat jika tak akan pernah terobati."


Mona duduk di ranjangnya mengambil sebuah buku diary miliknya.Ia menulis setiap lembar per lembar tentang dirinya dan brain.

__ADS_1


Penyakit Gadis itu sebenarnya bisa di sembuhkan.Namun ia lebih memilih menyelamatkan nyawa bayinya di banding nyawanya sendiri.


Sayang,,,kau tahu betapa bunda sangat menyayangimu.Walau kau hadir dalam cara yang salah.Entah kau sudah bisa mendengar ucapan bunda atau belum.Bunda hanya ingin memberi tahumu bahwa bunda sangat mencintaimu dan ayahmu.Dan suatu saat kau akan bertemu denganya.Ayahmu akan menceritakan tentang bunda.Dan bunda akan selalu hidup di hatimu.


________


"Brain."


"Tok,,,tok,,,tok."


"Yan,,,apa kau tidur nak?"


"Brain."


"Brain,,,"panggil Callista hingga empat kali namun brain tak mendengarnya.Callistapun turun ke bawah menemui Jonatan.


"Dad,,,anakmu ku ketok-ketok pintu kamarnya bahkan Mom udah manggil-manggil namanya sampai empat kali tapi dia tidak mendengarnya.


"Masak sih?tumben gak kluyuran seperti biasanya."


"Dad,,,kamu tuh gak perhatian ma anak.Brain kan jadi suka ngurung di kamar semenjak di tinggal mona ke singapura.Paling keluar karena skolah terus gak tau kemana itupun cuma bentar.


"Ya bagus dong,,,kan jadi anteng tuh anak."


"Nanti kalau mona pulang paling juga ceria kembali."sahut Jonatan enteng


"Ah kamu tuh gampang banget ngomongnya.Hatiku gak tenang apa lagi tadi pagi dia bilang Mom bau."


"Ya kan tadi pagi kamu belum mandi jadi bau,Mom."


"Enak saja ngatain bau,,!gini-gini kamu juga doyan nempel terus.Tapi seperti ada yang aneh dengan brain."


"Apanya yang aneh,Mom?"


"Seperti orang ngidam hehehehe."


"Ngawur,,,."


Brain keluar dari kamar lalu turun ke bawah.Penampilanya sudah rapi entah dia mau kemana sore-sore begini.


"Brain,,,kamu mau kemana nak?"tanya Callista menghampiri."

__ADS_1


"Stop Mom,,,!jangan mendekat Mom,bau."


Lagi-lagi Callista di buat tercengang oleh perkata'an brain.Padahal dia baru saja mandi malah di katain bau.


"Enak aja,,,Mom baru mandi,,,kayaknya hidungmu bermasalah deh,brain."


"Gak kok,,,memang Mom bau."


"Mau kemana Brain?"tanya Jonatan


"Keluar bentar dad,,,gak sampai malam."


"Oke,,,gak sampai malam,,,awas kalau sampai larut."


"Ya dad,,,sudah hafal uang jajan di stop kan."ucap brain sambil memutar bola matanya malas.


Nah itu kamu tahu,,,makanya jangan sampai pulang malam.Kamu harus belajar fokus dengan sekolahmu.


"Beres Dad,,,!brai pergi dulu ya Mom,,,Dad,"


"Eeee,,,Gak salim dulu?"tanya Callista.


"Gak mau,,,Mom bau."ucap Brain berlari menuju montornya dan tancap gas.Sedangkan Jonatan menertawai istrinya yang terus saja mengendus-endus badanya sendiri.


"Masak sih Mom bau Dad?"


"Sini coba Dad priksa bau apa tidak."sahut Jonatan menciumi leher istrinya."


"Eeee kok malah modus sih."


"Hahahahah,,,karena tidak bau jadinya kebablasan Mom."


"Ingat Dad,,,sudah tua,,,malu."


"Siapa bilang sudah tua...masih gagah begini kok."


"Ya,,,ya,,,terserah deh."sahut Callista malas.


Sedangkan Brain masih fokus mengendarai motornya menuju kafenya.Ya...hanya Axel,Verlee dan Mona yang tahu brain mempunyai sebuah kafe.Mungkin jika kedua orang tuanya tahupun pasti mengira brain hanya bekerja di kafe milik Axel.Dan Kafe itu makin hari makin banyak pengunjungnya.Selain hidangan di cafe sangat unik dan enak.Kafe yang kebanyakan pelanggan gadis-gadis AbG itu senang nongkrong hanya untuk melihat ketampanan brain.


Bahkan brain belum tiba di kafepun,,,para pelangganya sudah antri hingga berkali-kali memesan minuman sampai brain datang.Untung banyak kan ya jadi brain.Kalau gitu gak usah datang saja biar para pelanggan nunggu sampai jamuran.

__ADS_1


Brain sudah sampai di kafenya,,,ia memarkir motornya di tempat khusus.Brain melangkahkan kakinya menuju pintu masuk kafenya.Semua gadis remaja seumuran dengan dirinya yang melihat brain dengan sangat kagum.Bahkan sesekali ada yang meminta berfoto bersama dengan brain.Kadang brain menolak namun para gadis itu suka memaksa.Alhasil brainpun mengiyakan para pelanggan untuk berfoto denganya.Bahkan berkat berfoto dengan para pelangganya.Kafe miliknya makin hari makin banyak pengunjungnya.Dalam hitungan waktu yang sangat singkat Brain sudah mendirikan dua cabang cafe.Bukan berarti dia memnjual tampang demi popularitasnya.Tetapi memang tampangnya membawa banyak rejeki untuk dirinya sendiri dan orang lain.


Axel yang melihat awal kesuxesan adiknyapun merasa bangga.Adik yang terbiasa usil dan kluyuran ternyata sangat membanggakanya.Memang cinta bisa merubah segalanya.Tekat dan niat brain untuk menikahi mona sangat bulat.Oleh karena itu dia sekarang sangat bersemangat belajar dan bekerja untuk memantaskan diri bersanding dengan gadis yang ia cintai.


__ADS_2