
Axel membelai pucuk kepala istrinya penuh sayang.
"Maafkan kakak ya ,sayang."
"Untuk?"
"Karena kerja sama kakak dengan Vanesa membuatmu tak nyaman."
"Aku gak masalah kok kak,,,asal kakak bisa menjaga ini."ucap Verlee menunjuk dada suaminya seolah menunjuk hati suaminya.
"Pasti kakak akan selalu menjaga hati ini hanya untukmu.Seperti yang kakak katakan barusan.Istri kakak ini yang paling cantik dan istimewa.Dan kakak sangat mencintaimu.
"Makasih ya,kak,"ucap Verlee memeluk suaminya dan mendongakan kepalanya menghadap Axel.
"Untuk?"
"Ya terimakasih karena kakak mencintaiku."
"Tentu saja kan kamu istriku,,,,emmm bagaimana perasa'anmu sekarang?sudah agak tenang?"
"Ya sementara sudah tenang kak."
"Kok sementara?berarti kamu gak yakin dan percaya sama kakak?"
"Bukan begitu,,,aku selalu yakin dan percaya sama kakak."
"Lalu?"
"Ya,,,asal gak ada yang berniat merebut suamiku,aku akan selalu tenang."
"Sebegitu cintakah kamu sama aku?sampai takut aku di rebut wanita lain."
"Tentu saja aku mencintaimu ,,,bahkan sejak lama sebelum kakak mencintaiku."
Axel pun terkekeh dengan sikap dan perkata'an istrinya.Ia menarik tubuh Verlee dan memeluknya erat seolah takut jika ada yang mengambil istrinya dari sisinya.
"Hangat banget,"
"Apanya yang hangat?"
"Pelukan kakak sangat hangat dan aku sangat nyaman."
"Masak sih?"
"Iya kak,,,rasanya gak pingin nglepasin."
"Kan tiap hari juga dapat pelukan dari kakak.Bahkan seolah tidak pernah absen."
"Iya sih,,,makanya aku suka."
__ADS_1
"Mau yang lain yang lebih menghangatkan daripada pelukan gak?"
"Apa itu?bakar jagung?wah cocok nih kak di luar lagi hujan."
"Bukan bakar jagung,sayang."
"Terus apa dong hujan-hujan gini yang lebih menghangatkan daripada di peluk?"ucap verlee benar-benar tidak tahu."
"Kamu beneran tidak tahu atau pura-pura tidak tahu sih,sayang?"
"Iya gak tahu ,,,apa sih"
"Itu yang biasanya kita lakukan di atas ranjang.Bukan hanya bisa bikin kamu hangat malahan bisa bikin kamu kepanasan dan manggil-manggil kakak Oh kak,,,oh yes,,,oh no."ucap Axel menahan tawanya melihat perubahan wajah istrinya.
Seketika bola mata verlee membulat mendengarkan perkata'an suaminya.
"iiiiiich,,,,mesum kamu,kak."ucap verlee mencubit lengan suaminya.
"Aduh sakit,sayang,,,!apa salahnya mesum sama istri sendiri.Daripada mesumin istri orang lain."
"Gak boleh mesumin istri orang."
"Ya kalau begitu boleh dong mesumin istri sendiri.
"Emmmm,,,,"verlee memikirkan jawaban yang tepat.
"Gimana?mau apa gak?"
"Kelama'an mikir,,,kakak gak ngasih kamu waktu yang banyak untuk berfikir.
"iiiich kakak kerasukan setan cabul lagi deh.Mesum terus padahal tadi siang sudah.
Bahkan badan verlee masih pegal-pegal karena serangan dari suaminya tadi siang.
"Kan tadi siang,,,malam belum."sahut Axel santai.
"Aku heran deh,,,memangnya kamu gak capek kah kak."
"Tentu saja tidak,,,apalagi lawanya kamu."
"Lawan gimana maksudnya kak?"
"Sayang,,,kakak jelaskan cukup satu kali harus di dengar dan tidak ada siaran langsun."ucap Axel menatap wajah istrinya dalam posisi tanganya memegang kedua bahu verlee.
"Ya,,,"sahut verlee."
"Karena kamu satu-satunya wanita yang kakak pilih.Dan,,,apa lagi service dari kamu yang membuat kakak ketagihan dan selalu ingin lagi dan lagi."
"Kaaaaaaaak."
__ADS_1
"Kenapa?kamu suka gak service dari kakak?"
"Kaaaak,,,kok makin parah sih kerasukan setan cabul berapa sih?kok kata-katanya makin vulgar deh."
"Memangnya kenapa?kita kan suami istri yang sah bahkan di apartemen ini hanya ada kita berdua."
"Iya tapi kan aku malu."ucapnya menutupi wajahnya yang blushing."
Axel membuka wajah istrinya yang ditutupi dengan kedua tanganya.Ia merengkuh tubuh istrinya kemudian mencium bibir istrinya.Mengecupnya lalau memagutnya sangat lembut sehingga Verleepun terbuai.Dan mereka mengulang kembali adegan seperti tadi siang di ruangan kerja Axel.
__________
Di tempat lain di sebuah villa mewah milik keluarga Dirgantara.Brain,mona dan semua teman sekelas mengadakan pesta perpisahan.
Karena mereka baru lulus SMP,jadi acara di tiadakan yang berbau alkohol.Mereka semua menginap di kamar yang terpisah antara laki-laki dan perempuan.Kecuali Brain yang anak pemilik vila tidur di kamar khusus terpisah dari teman-temanya.
Tanpa Brain tahu,,,malam ini adalah malam awal dari kehancuranya.Karena salah satu mantan pacaranya yang tidak terima di putus oleh brain merencanakan sesuatu.
Gadis itu adalah Tasya mantan pacar brain yang baru di putusin dua hari yang lalau.Mona yang mencurigai gerak-gerik Tasya pun mengikuti kemanapun Tasya pergi.Bola mata moana melebar saat Tasya mengambil botol kecil dari kantong celananya.Tanpa mona tahu di dalam botol itu adalah cairan obat perangsang.
Mona masih saja mengamati saat tasya menyuntikan cairan dari botol itu ke botol air mineral.Setelah tasya berhasil memasukan cairan itu.Gadis itu melangkahkan kakinya menuju ke tempat brain yang sedang berenang bersama teman-temanya.
"Nih Brain,,,minum."Tawar tasya langsung di terima brain dan langsung meneguknya.
Saat itu mona ingin melarang namun terlambat.Air dalam botol itu sudah di teguknya habis.
"Brain,,,muntahkan."teriak mona memerintah brain."
Dan tindakan mona membuat tasya terkejut.Ia mengira mona tahu yang ia perbuat barusan.Karena ketakutan akhirnya Tasya lari ke kamar mengemasi barang-barangnya dan segera pergi dari vila.
"Apa'an sih mon."protes brain.
"Nyet,,,muntahin cepat,,,!air yang lo minum sudah di campur obat oleh Tasya,,,ini bukti vidio yang sudah ku rekam."
"Brengsek,,,,"Brain mengumpat berlari menuju kamarnya untuk memuntahkan air yang barusan ia teguk.Karena saking kawatirnya ,akhirnya mona mengikuti brain ke kamarnya."
"Wuueeeek,,"brain memuntahkan airnya."
"Nyet,,,lo gak apa-apa kan?"ucapnya sambil memijat leher bagian balakang brain."
"Panas bangen mon,,,,tolong nyalakan Ac."
"Acnya sudah menyala dari tadi,,,ini sangat dingin.Kok lo kepanasan sih?atau jangan,,,jangaaaaaaan."mata moana melebar saat ucapanya terpotong.Brain memeluk mona terlihat dari sorot matanya penuh kabut gairah.
"Brain apa yang lo lakui?lepas gak."
"Brain tak menghiraukan protes mona.Brain langsung mendorong mona ke ranjang kemudia mencium mona penuh nafsu.
"Brain lepasin,,,kamu gila?gua pukul mampus lo."mona mengumpat di sisa nafasnya yang terengah-enggah.
__ADS_1
Sedangkan Brain yang di kuasai obatpun tidak menghiraukan perkata'an mona.Brain mensesap bibir mona serta merobek kemeja yang mona pakai hingga terlihatlah dalamanya yang membuat brain makin bergairah hingga terjadilah hal yang seharusnya tidak ia lakukan di usianya yang masih di bawah umur.Entah apakah ini karma dari kedua orang tuanya dulu.Mona hanya bisa menangis lemah meratapi nasipnya yang telah di hancurkan oleh sahabatnya sendiri.