Benih Sang Jenius Man

Benih Sang Jenius Man
Semakin manis


__ADS_3

Verlee menurunkan kakinya dari ranjang memunguti pakaianya yang berserakan di lantai.Entah bagaimana cara suaminya melepaskan pakaianya dan membuangnya asal.Sehingga pakaianya berserakan sampai di depan pintu kamar dan ada juga yang di atas sofa kamar.Verlee memungutinya dengan tangan kananya.Sedangkan tangan kirinya memegang selimut yang membalut tubuhnya.Axel memperhatikan tingkah istrinya yang sangat lucu di matanya.Sesekali ia tersenyum melihat istrinya memunguti pakaianya.Sedangkan dia sendiri masih duduk di atas ranjang dengan posisi tangan di lipat di depan dada.Pria itu hanya memakai boxernya karena ia pun tak tahu kemana ia telah membuang pakaianya.


Selesai memunguti pakaianya,verlee menuju ke arah kamar mandi.Verlee menutup kamar mandi namun tiba-tiba Axel menyusulnya dan menahan pintu.


"Apa lagi kak?aku mau mandi."


"Aku juga mau mandi."


"Aku duluan."


"Tidak bisa,,,!bagaimana kalau kita mandi bareng?


Verlee di buat menganga dengan usul Axel.Pria di depanya itu entah kenapa bisa berubah jauh tidak seperti Axel yang sebelumnya.


"Tidak,aku takut kau kerasukan setan seperti semalam kak."


"Ha,,,ha,,,ha,kau ini lucu banget,sayang."ucap Axel membuat wajah Verlee merona.Karena Axel kini memanggilnya dengan sebutan sayang.

__ADS_1


"Aku harus mandi kak,bahkan kita belum sempat sarapan.Aku akan mandi lalu membuatkan sarapan untuk kita.Lagi pula ini hampir siang dan aku ada jadwal kuliah siang.


"Memangnya kenapa kalau kita mandi bareng?kita suami istri,aku mencintaimu dan kau mencintaiku,,,apa salahnya?


"Gak salah sih,tapi aku takut kau akan macam-macam lagi kak.


"Tidak,,,kakak jandi hanya mandi bersama.


"Baiklah."ucap Verlee menyerah daripada membuang-buang waktu.


Merekapun akhirnya mandi bersama,hanya mandi tidak melakukan kegiatan lainya.Karena verlee harus kuliah dan Axel yang kesiangan ke kantor.


"Sayang,lehermu ada tato merahnya."ucao Axel menunjuk tanda merah di leher verlee dengan jadi telunjuknya.


"Astaga,aku sampai tidak fokus,untung kau memberi tahuku kak.Kalau tidak pasti aku malu di perhatikan anak seisi kampus melihat tato buatanmu ini."


"Aduh gimana ini,,,bantu aku mengoleskan concealer dan foundation ini ke leher belakangku kak.

__ADS_1


Axel tersenyum dan menuruti perintah istrinya begitu saja.Sesekali ia tersenyum bangga karena tato buatanya tidak hanya satu,dua tapi sangag banyak.


"Selesai."ucap verlee lega lalu melirik suaminya yang senyum-senyum sendiri di sampingnya.


"Apakah ada yang lucu?kenapa kau senyum-senyum sendiri kak?


"Ah tidak,,,aku hanya membayangkan semalam,seberapa ganas kita sampai-sampai lehermu penuh tato buatanku."


"Blushing,,,,"pipi verlee lagi-lagi merona malu karena Axel lagi-lagi membahas kejadian tadi malam."


"Ach,,,jangan di bahas kak,kan aku jadi malu."


"Baiklah,,baiklah,maafkan kakak sayang,,,kakak tidak akan membahasnya lagi namun kakak tidak janji tidak akan melakukanya lagi."Axel tersenyum melirik Verlee yang kesal dan berlari menuju meja makan.


"Dasar menyebalkan,,,!untung cinta."ucapnya menyusul suaminya ke meja makan."


Di meja makan Axel tidak bisa lagi menahan tawanya membuat Verlee berdiri menghampirinya dan memukuli dadanya.Lalu Axel menenangkan Verlee dengan kecupan di keningnya.

__ADS_1


"Sudah ,,,sudah,,!ayo kita sarapan kau nanti terlambat."


__ADS_2