
Axel memandang istrinya yang tertidur pulas.Setidaknya ia merasa cukup tenang karena dokter telah menyuntikan obat penenang untuk verlee.Entahlah bagaimana jika ia bangun nanti.Axel hanya berharap trauma istrinya tidak kambuh separah waktu ia kecil.
Axel sangat takut setelah dokter mengatakan trauma istrinya kambuh lagi.Ia takut terjadi sesuatu yang membahayakan anak dan istrinya.Di genggamnya jemari tangan verlee.Sesekali ia mengecupnya berharap istri dan anak yang ada di dalam kandungan akan baik-baik saja.
Tanpa terasa Axel memejamkan matanya dengan posisi duduk dan menggenggam jemari tangan istrinya.Entah sudah beberapa hari ini ia tidak bisa tidur karena memeikirkan istrinya dan sibuk merancang alat pelacaknya.
Jonatan,Callista dan juga bisma menuju ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari brain.Tentu saja para orang tua itu sangat kaget sekaligus bersyukur verlee telah kembali.Terutama bisma ayah verlee sangat mencemaskan kondisi putrinya.
Pintu ruang rawat verlee terbuka tanpa mengetuknya terlebih dahulu mereka bertiga langsung masuk.Di lihatnya Axel yang tertidur pulas di samping tempat tidur verlee.
Callista ingin membangunkan putranya namun di tahan oleh Jonatan.Pasalnya jonatan tahu jika putranya beberapa hari ini tidak bisa tidur.
"Tunggu sampai dia bangun,lihatlah putramu sangat pulas tidur di dekat istrinya.Akhir-akhir ini semenjak istrinya hilang dia tidak bisa tidur."ucap Jonatan
"Lebih baik kita tunggu di sofa."sambung Bisma
Kurang lebih dua jam Axel tidur di samping istrinya.Dua jam pula para orang itu itu menunggu Axel bangun.Axel membuka matanya karena sadar telah mendengan seseorang yang berada di ruangan yang sama denganya.Ia menoleh ke belakang dan benar saja kedua orang tuanya beserta ayah mertuanya telah duduk di sofa.
"Mom,,,Dad,,,ayah,,!apakah kalian sudah lama di sini?"sapanya menghampiri orang tua dan mertuanya.
"Baru saja,,,!kau tidur terlalu pulas nak,,"timpal bisma
"Ya,,,yah,,,akhir-akhir ini aku kurang tidur."
"Bagaimana keada'an menantu Mom,Axel?"tanya callista terlihat cemas.
"Tadi dokter menyuntikan obat penenang,,,entahlah dia belum juga bangun sampai sekarang.Aku hanya berharap saat dia bangun,,,dia akan baik-baik saja.
"Tenanglah,,,verlee pasti baik-baik saja."sahut Jonatan menguatkan putra sulungnya.
"Ya Dad,,,akupun berharap begitu."
"Hik,,,hik,,,lepaskan aku Ram,,,!aku ingin ketemu suamiku.Kak,,,jemput aku,,,aku ingin pulang."teriak verlee mengigau dan Axel beserta orang tua dan mertuanya menghampiri verlee.
"Sayang,bangunlah aku di sini,,,bukalah matamu dan lihatlah aku di sini."ucap Axel membangunkan verlee.
__ADS_1
Verlee terbangun membuka sedikit matanya dan samar-samar melihat seseorang sedang menatapnya.
"Kak,,,aku seperti melihatmu di depanku,,,apakah aku hanya berhalusinasi."ucap verlee dengan suara lirih
"Gak sayang,ini aku suamimu,,,lihatlah aku benar-benar ada di depanmu."
"Hik,,,hik kak,aku takut tidak bisa bertemu denganmu lagi.Rama ingin membawaku pergi jauh dan memisahkan kita.
"Cup,,,cup,,,itu tidak akan terjadi,,,tenanglah semua akan baik-baik saja.Dia tidak akan bisa lagi membawamu pergi."ucap Axel memeluk dan menciumi istrinya.
"Kak,,,aku takut,,,kenapa kau tidak mencariku?aku kangen banget."timpal verlee memeluk erat tubuh suaminya seolah takut akan terpisah lagi.
"Kak aku takut Rama akan membawaku pergi."
"Sayang,,,menantu Mommy,,,bagaimana kondisimu nak?mana yang sakit?bagaimana kondisi cucu mom?apa kalian baik-baik saja?"Tanya callista mencemaskan menantu dan calon cucunya
"Hik,,,hik Mom,,,Erlee baik-baik saja,,Erlee hanya takut tidak bisa bertemu kalian lagi."
"Anak ayah,,,syukurlah kau baik-baik saja,,,ayah sangat mengkhawatirkanmu beberapa hari ini nak."sahut Bisma memeluk putrinya
"Ayah,,,erlee takut."
"Istirahatlah,,,kau belum begitu pulih."timpal jonatan bersuara
"Sayang apa kau lapar?kau ingin makan apa?biar kakak carikan untukmu."
"Kak ,,,beberapa hari ini aku tidak bisa minum susu.Aku juga gak nafsu makan tanpa kakak di sampingku."
"Sekarang kakak di depanmu,,,katakan apa yang kau inginkan?kakak akan menuruti semua permintaanmu."
"Sebenarnya aku kangen masakan brain,,,tapi ak.....
"Wah,,,sedang sakit sempat-sempatnya ingin mengerjaiku lagi."sahut brain yang baru saja datang."
"Brain."ucap Jonatan menegur sikap putra bungsunya.
__ADS_1
"Hehehehe,,,bercanda kak,,,!kau ingin apa biar ku masakan untukmu.Tapi kau harus sembuh dulu,,,kasihan suamimu beberapa hari seperti orang setres tanpamu.
"Brain."ucap Axel memberi kode untuk jangan menceritakan keadaanya beberapa hari ini.
"Hehehe,,,bercanda lagi kak,,,!katakan kau ingin ku masakan apa?"
Verlee yang mendengarnyapun matanya langsung berbinar.Seolah ia telah lupa akan traumanya yang baru saja ia alami.
"Sebentar aku fikirkan dulu."
"Aneh ya,,,kok ada orang ngidam pakai mikir dulu."ucap brain membuat semua yang ada di ruangan tertawa.
"Sudahlah turuti saja kemauan kakak iparmu.Sebenarnya Mom dan daddy juga penasaran dengan masakanmu."sahut jonatan
"Baiklah,,,baiklah jadi kau harus sembuh dulu kakak ipar.Setelah kau sembuh mari kita buat acara makan malam keluarga.
"Apakah ayah juga di ajak?ayah juga penasaran masakanmu brain."sahut Bisma juga ikut penasaran.
"Tentu saja,,,ayah juga di ajak."timpal brain
"Ya sudah kami pulang dulu,,,!ada Axel di sini yang menjagamu."ucap jonatan
"Lhoh Dad,,,kok pulang sih,,,Mom masih pengen nemenin mantu Mom di sini."
"Ada suaminya yang menemaninya,,,lebih baik kau juga menemani suamimu."ucap Jonatan berbisih lirih agar tidak ada yang mendengarnya.Callistapun mencubit pinggang suaminya yang tetap saja terlihat muda meski sudah berumur.
"Ya lebih baik kami pulang saja,,,kalian juga perlu waktu untuk berdua."ucap Bisma
"Ya sudah kalau gitu,,,Axel kamu harus menjaga mantu dan calon cucu Mom.Jangan sampai kecolongan lagi,,,ingat."
"Iya mom,,,jangan kawatir aku pasti menjaga mereka."
"Ayo brain kita pulang."ajak Callista
"Lhoh,,,ngapain aku juga?kan aku baru datang.Belum juga sempat duduk udah di suruh pergi lagi."
__ADS_1
"Apa kau ingin jadi obat nyamuk di sini?lebih baik kau pulang,,,kasian baby cessa di rumah menunggumu.Kasihan juga pasti Tasya sudah menunggu kita lama.Tadi Mom minta tolong dia untuk jagain baby cessa selama kami ke sini.
Mendengar putrinya di titipkan kepada tasya membuat brain bergegas pergi.Entahlah rasanya tidak tenang jika putrinya bersama tasya.Callista dan jonatan yang melihat kepergian putra sulungnya dengan sangat terburu-burupun hanya bisa menggelengkan kepala.