Benih Sang Jenius Man

Benih Sang Jenius Man
keadaan mulai membaik


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Verlee keluar dari kamar menuju dapur untuk membuat susu.Ia melihat brain tertidur di sofa sembari memeluk putrinya.Verlee menghampirinya karena takut jika bayi mungil itu terjatuh.


"Brain,,,bangun,,!"


"Oh ,,,kak."


"Husssst,,,!tidurlah di kamarmu,,,biar ku bantu menemani putrimu.Kau terlihat lelah dan kurang tidur.


"Tapi bagaimana kalau putriku menangis?"


"Tenanglah,,,dia masih tidur,,,manfaatkan waktumu untuk beristirahat.


"Baiklah kak ,,,aku titip putriku sebentar."ucap brain dan di angguki verlee.


Verlee membawa bayi mungil itu ke dalam kamarnya.Meletakanya di antara dirinya dan Axel.Axel terbangun dan kaget ketika ada bayi mungil di sampingnya.


"Hussssst,,,!jangan banyak bergerak sayang,nanti dia bangun.


"Di mana brain?kenapa bayinya bisa bersamamu?


"Aku menyuruhnya tidur,,,kasian dia kelelahan."


Verlee dan Axel memandang tubuh mungil dan wajah mungil bayi di depanya.Verlee tersenyum sembari mengelus perutnya.


"Sayang,,,bunda saat ini tidur bersama kakak cantik.Nanti jika kau sudah lahir,,,Bunda akan menemanimu tidur di samping bunda.


"No,,,!anak kita tidur di box khusus bayi sayang.Biar dia lebih aman dan bunda tidur di peluk ayah."


"Huh,,,bilang saja kamu iri kalau aku tidur meluk anak kita."


"Tentu saja,,,kan aku kerja kalau pagi dan siang sayang.Jadi malamnya jatah ayahnya di peluk bunda hehehhe."


"Modus."ucap verlee tersenyum."


"Sayang,,,"


"Apa lagi?"tanya verlee heran saat melihat suaminya turun dari ranjang dan berpindah berbaring memeluknya dari belakang.


"Sayang,,,!balikin dia pada ayahnya."

__ADS_1


"Kenapa sih?baru juga dia ku taruh di ranjang ini bersama kita.


"No,,,aku ingin menengok bayiku sendiri."


"Apa sih kak,,,aku gak faham dengan maksudmu."


"Sayang,,,Suamimu sudah berpuasa sebelum berangakat ke singapura.


"Salah sendiri berpuasa."ucap Verlee yang masih belum faham maksud Axel.Axelpun menggendong bayi brain dengan pelan dan mengembalikan pada brain.Walau Verlee sempat melarang,tetap saja Axel keluar menuju kamar brain.


Setelah mengantar bayi brain,Axel mencium bibir verlee yang cemberut.


"Cup."-


Axel mencium bibir verlee namun di hindari oleh verleee,,


"Cup."


Axel mencium leher verlee membuat sang empunya kegelian.


"Kak,,,ingat kata dokter,kita belum boleh begituan."


"Huffff,,,ya,,,ya alasan yang masuk akal."


"Tidak apa-apa,,,!tidurlah,sayang."verleepun tersenyum dan memeluk Axel dalam tidurnya.


___________


Suara tangis bayi menggema di kediaman Dirgantara.Keceriaan keluarga Dirgantara bertambah semenjak kehadiran bayi mungil yang baru saja di beri nama "Princessa Moana" oleh ayahnya.Stidaknya karena ada putri mungilnya yang menggemaskan mampu mengalihkan kesedihan brain.Brain semakin rajin bangun pagi untuk mengurus putrinya sebelum berangkat ke sekolah.Saat ia sekolah kadang ia menitipkan putrinya pada Callista ataupun mita.Ya,,,kondisi mita saat ini telah membaik.Terpuruk dengan kesedihan hanya akan menghambat perjalanan almarhum mona ke tempat keabadianya.


Axel dan verlee keluar dari kamarnya ikut bergabung dengan keluarganya.Mereka berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi bersama.Dengan telaten brain memberi susu putrinya sebelum ia berangkat ke sekolah.Brain tidak ingin putrinya terlalu dekat dengan orang lain.Oleh karena itu ia lebih memilih membeli setok asi daripada menyewa ibu susu untuk putrinya.


"Anak ayah sudah kenyang ya?ikut grandma dulu mau?ayah sekolah dulu biar pintar."ucap brain mencoba mengajak ngobrol bayinya.Seolah bisa mengerti ucapan brain,baby moana tersenyum kepadanya.


Jonatan,Callista,Axel dan verlee menatap haru pada brain.Brain yang sekarang terlihat lebih dewasa semenjak hadirnya putri kecilnya.Dia harus dewasa karena keada'an.Tidak mungkin ia akan kembali seperti dulu.


Brain mengecup pipi gembul putrinya lalu menyerahkan kepada Callista.Callista menerimanya dengan senyum yng mengembang di bibirnya.


"Nitip baby Moana ya,Mom,,,!brain mau sekolah."ucap brain mencium tangan Mommynya.

__ADS_1


"Ya ayah,,,belajar yang rajin ya ayah,biar pintar.''sahut Callista yang suaranya di buat-buat seoerti anak kecil.Brain tersenyum melangkahkan kakinya menghampiri Jonatan untuk berpamitan.


"Gak bareng kita sekalian,dek?"tanya Axel


"Gak usah kak,,,brain bawa motor sendiri nanti langsung ke kafe,,,bye,,,,semua."ucap brain tanpa sadar keceplosan.Untuk menghindari pertanyaan dari kedua orang tuanya.Brain langsung tancap gas mengendarai motor sportnya menuju sekolahnya.


"Cafe?apa maksud perkata'an brain tadi Axel?"tanya Jonatan penasaran.


"Anu Dad,,,,itu....!aduh gimana ya cara jelasinya."


"Katakan Axel,,,rahasia besar mana lagi yang kalian sembunyikan dari kami?


"Baiklah akan aku katakan,,,!jadi brainlah yang memiliki cafe yang Mom dan Daddy mengira punyaku.


"Apaaaaa?bagaimana bisa anak itu dengan waktu singkat memiliki cabang kafe sebanyak itu?"


"Daddy jangan meragukan kemampuan brain.Meskipun dia bandel tapi dia sangat mahir dalam berbisnis.


"Aku benar-benar tidak menyangka,anak itu penuh kejutan.Dalam waktu singkat dia mampu mengejutkan semua orang di keluarga ini.


"Ya,,,biarkan saja dia dengan kemauanya sendiri.Mom yakin brain akan suxes dengan caranya sendiri.Kita cukup mendoakan dan memberi dukungan dari belakang."timpal callista yang diam-diam terharu dengan kesuxesan putra-putranya.


"Ya ,,,mom benar,dad,,,!biatkan dia menentukan hidupnya sendiri.Kita melihatnya berusaha bangkit dari keterpurukan saja sudah merasa sangat lega.


"Apa lagi dia sudah mempunyai tanggung jawab sekarang,"iya kan incessnya mama erle."sahut Verlee mengelus pipi moana yang memandangnya.


"Ya kau benar sayang,,,jadi kau tidak akan kesepian di sini.Mulai sekarang kalian tinggal di sini saja.Mommy takut jika verlee tinggal di apartemen sendiri saat kamu di kantor Axel.


"Bagaimana sayang?apa kau mau tinggal bersama mereka dan sekarang juga ada moana yang bisa kau ajak bermain sambil belajar merawat bayi sebelum bayi kita lahir."tanya Axel pada verlee


"Ya,,,aku mau kak."jawab verlee sangat antusias memandang suaminya lalu berpindah memandang mertuanya dan juga moana.


"Sykurlah,,,Mom senang mendengarnya."


"Sayang,,,kakak berangkat kerja dulu ya,,,jaga bayi kita di sini.Jangan telat makan,,,jika ada sesuatu yang kamu inginkan segera kabari kakak."ucap Axel di angguki Verlee.


Axel berpamitan kepada Mom dan Daddynya.Kemudian melangkah keluar rumah di antar oleh verlee.


"Hati-hati kerjanya ya kak."

__ADS_1


"Ya sayang,,,nanti siang jika mau ke kampus suruh sopir di rumah ini untuk mengantarmu.Jangan naik kendara'an di luar sana.Kakak tidak ingin terjadi sesuatu padamu dan anak kita.


"Ayah kerja dulu ya sayang,"Axel mengelus dan mencium perut verlee kemudian mencium kening dan bibir verlee singkat.Membuat verlee menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada yang melihat kelakuan suaminya yang tidak tahu tempat.


__ADS_2