
Pagi-pagi sekali Axel dan Verlee harus kembali ke apartemenya.Mereka ada kepentingan masing-masing.Karena kemarin tidak ada rencana ingin menginap jadi mereka tidak bawa baju ganti.Meskipun di kamar Axel di rumah keluarga dirgantara ada beberapa baju.Namun itu semua bukan baju kantor,,,hanya baju rumahan.Verlee dan Axel menuruni anak tangga.Mereka di sambut hangat oleh Callista dan Jonatan.
"Pagi Mom,,,pagi Dad."sapa mereka berdua.
"Pagi sayang."
"Kok sudah bangun kalian?"tanya callista.
"Kami harus pergi Mom,,,ada rapat di kantordan verlee ada jadwal kuliah pagi."
"Sarapan dulu nak."
"Nanti saja Mom,,,kami terburu-buru."ucap Axel
"Kamu harus sarapan sayang,,,,ingat yang di dalam sini membutuhkan nutrisi.
"Iya Mom,,,nanti verlee sarapan di kampus saja.Lagian tadi pagi jam dua lebih verlee sudah makan martabak manis buatan brain.
"Wah,,,sejak kapan bocah itu bisa masak?"tanya Jonatan heran.
"Gak tau,,,tapi enak banget martabak buatan brain,Dad."ucap verlee antusias
Sampai saat ini Jonatan dan Callista belum mengetahui cafe milik anak bungsunya.Yang mereka tahu anak bungsunya sukanya kluyuran saja.
"Kami berangkat Mom,,,Dad."timpal Axel mencium tangan Callista dan Jonatan begitupun Verlee melakukan hal yang sama.
"Hati-hati ya nak,,,jaga cucu kami baik-baik.Axel ,,,jaga istrimu baik-baik,,,jangan buat dia kecapean."ucap Callista mengingatkan dan yang di ingatkan hanya mengangguk lalu memasuki supercarnya.
Tak lama kemudian brain turun dengan seragam SMAnya.Dia terus saja menguap tampak masih mengantuk.
"Pagi,,,Mom,,,pagi Dad."
"Pagi sayang,,sini sarapan dulu."brainpun duduk dan hendak makan sandwichnya.
"Apakah benar kau tadi jam dua pagi membuatkan kakakmu martabak manis?"tanya jonatan
"Ya,,,menyebalkan sekali mengganggu orang tidur.Untuk demi keponakanku,,,kalau tidak,,,ogah banget."
__ADS_1
"Sejak kapan kamu bisa masak?"tanya jonatan lagi.
"Sudah lama,,,hanya saja kalian tidak tahu Dad."
"Penasaran,,,kapan-kapan daddy pengen nyobain martabak buatanmu."
"Ya,,,kapan-kapan brain bikinkan."ucapnya menghabiskan sandwichnya dan meminum susunya
"Ahhhhh,,,selesai,,!brain berangkat dulu ya Mom,, Dad."ucapnya mencium tangan kedua orang tuanya dan menyambar kunci motornya.
Brain mengendarain motor sportnya menuju skolahnya.Brain adalah bintang di sekolahnya karena ketampananya membuat semua gadis ingin memilikinya.Jika dulu brain sangat bangga menjadi bintang di sekolahnya.Lain hal dengan sekarang dia cuek-cuek saja.Bahkan brain yang dulu sangat suka tebar pesona.Brain yang sekarang menunjukan sikap cueknya.Ia menepati ucapanya kepada mona.
Bicara soal mona,,,saat ini usia kandunganya mendekati delapan bulan.Bahkan mona saat ini harus menggunakan kursi roda karena tubuhnya sangat lemah.Bagaikan seseorang yang hanya menunggu waktu tiba.Begitulah hari-hari mona menahan rasa sakit karena penyakitnya.
Entahlah sampai kapan mona akan merahasiakan kehamilanya pada brain.Bahkan saat mereka melakukan vidio call.Mona hanya memperlihatkan wajahnya.Tentu saja ia menyembunyikan perutnya yang membuncit dari brain.
________
"Jaga diri baik-baik ya bundanya anak-anaku."ucap Axel membuat verlee tersenyum.
"Iya ayah,,,kami akan baik-baik saja.Ayah selamat bekerja,,,bunda dan adek baby kuliah dulu ya."
"Dorrrrr,,,,bumil selamat pagi."
"Astaga Nana,,,kau mengagetkanku."
"Untung tidak mengagetkan keponakanku ini,,,,iya kan keponakan aunty?"tanya nana mengelus perut rata verlee.
"Ya aunty."ucap verlee menirukan suara anak kecil membuat mereka berdua tertawa renyah.
"Bumil...mulai hari ini gua dapat tugas lagi dari laki lo."
"Tugas apa?"
"Tugas menjaga lo lah,,,kan suamimu posesive banget.Dia hanya ingin menjagamu dan bayimu lewat aku.
"Hehehe,,,nikmati tugasmu mona sayang"timpal verlee mulai berlari.
__ADS_1
"Er...jangan lari,,,ingat kondisimu."ucap nana mengingatkan
"Oops,,,aku lupa,,,!maafkan bunda ya nak."ucap verlee mengelus perutnya.
"Cieh panggilan bunda,,,terus ayah Axel."duh jadi pengen hamil juga hehehe."
"Noh hamil sama kambing,,pacaran saja tidak mau belaga ingin hamil.
"Maka carikan pacar dong,,,,eh suami aja kalau gitu."
"Memangnya kau fikir aku biro jodoh,,?noh si rama nganggur."
"Ogah,,,ribet banyak sainganya."
"Nah lo nikah tu sama kambing biar tidak ada sainganya.
"Eh,,,suka ngawur kalau ngomong lo ya.Tuh lihat si rama memperhatikan lo terus."ucap mona memberi tahu keberada'an rama di pagar lantai atas memandangi verlee yang masih di halaman kampus.
"Kayaknya dia lom bisa move on dari lo Er."
"Biarkan saja,,,nanti suami gua marah kalau gua terlalu menanggapi rama.
"Ya,,,patuh saja pada suami,,,lagian gantengan kak Axel sepuluh kali lipat di banding rama.Udah ganteng,,,baik,,,kaya perfeck dah."
"Eh,,,lo muji laki gua di depan istrinya langsung."
"Hehehe,,,ampun mama muda."ucap nana di selingi cengiranya.
Seseorang tanpa sengaja menyenggol verlee dan verleepun limbung.Untung dua orang berjas hitam dengan sigap menahan tubuh verlee agar tidak jatuh.verlee melirik betapa terkejutnya dia melihat dua pria berjas hitam di sampingnya.
"Anda tidak apa-apa nona verlee."
"Tunggu,,,kok kalian tahu namaku?"
"Kami di tugaskan pak Axel untuk menjaga anda."
"Apaaaaa?timpal verlee di buat heran dengan kelakuan suaminya.Bagai seorang anak raja saja verlee harus di kawal.Nana yang melihat ekspresi sahabatnya pun terkikik geli.
__ADS_1
"Puas-puasin ketawa terus lo,"ucap verlee meninggalkan nana dan menuju kelasnya.