
Hari ini sangat cerah,secerah hati verlee yang semakin bersinar.Di dalam mobil verlee terus-terusan tetsenyum sendiri.Entah apa yang membuatnya terus-terusan tersenyum.Axel yang meliriknya dari sudut matanyapun terheran-heran dan ikutan tersenyum.Hatinya sangat damai melihat wanita di sampingnya kini kembali ceria.
Axel menghentikan supercarnya tepat di depan gerbang kampus.Verlee mengucapkan terimakasih lalu hendak membuka pintu mobil.Tiba-tiba ada tangan kekar menarik bahunya dan memutar badanya menghadap suaminya.Axel menatap verlee sambil geleng-geleng kepala dan mengacak rambut istrinya pelan.
"iiiich rambutku kusut kak,,,,jangan di gituin."
"Hmmmm,,,begitukah cara berpamitan kepada suami yang benar?"
"Eeeeee..."verlee kebingungan mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal."
"Hehehe,,,lupa Salim ya kak?sini salim dulu..."verleepun mencium tangan suaminya lalu hendak membuka pintu kembali namun di tarik lagi bahunya oleh Axel."
"Apa lagi kakak sayang?"
"Cuma gitu doang?"timpal Axel protes.
"Apa yang kurang kak?"
"Sini kakak bisikin"."Axel mulai mendekat ke telinga Verlee lalu membisikan sesuatu yang membuat pipi verlee spontan menjadi blushing.
"iiiiich kakak mesum deh."ucap verlee mencubit perut Axel.
"Aduuuuuh,,,!minta cium sayang,,,bukan malah di cubit."
"Ah kelama'an..."Axelpun menarik pelan tengkuk verlee lalu mencium bibir ranum istrinya dengan lembut.Mensecapnya ******* bibi atas bawah istrinya."
"Sudah sayang,,,berangkatlah sebelum aku lepas kendali."ucap Axel tersenyum membalas lambaian tangan istrinya yang telah keluar dari mobilnya.
"Ehemmm,,,ehemmmm,,,!awas Er ada batu kesandung lo entar senyum-senyum terus sampai mata lu kayak merem gitu."ucap nana tiba-tiba berjalan dari arah belakang verlee.
"Eh ,,,na,lo baru berangkat?kirain udah di kelas."tanya Verlee memandang sahabatnya.
"Iya kesiangan gua,,,!eh,,,by the way ada yang lagi happy nih,,,wajahnya cerah banget buk,,,pasti habis ehemmmm,,,ehemmmm ya?"tanya nana menggoda verlee yang terus tersenyum.
"Apa'an sih ehemmm ehemmm gak jelas."tanya verlee gak ngerti
"Alah,,,itu kayak gini."sahut nana mempraktekan adegan ciuman pakai jarinya."
"Eh,,,apa'an sih ngaco deh lo,,,,ayo masuk entar telat lagi di hukum dosen killer deh.
__ADS_1
Verlee dan nanapun memulai activitasnya di kampus sedangkan Axel yang mengendarai mobilnyapun tak kalah gilanya denga verlee yang terus-terusan tersenyum mengingat ciumanya dengan istrinya barusan.
"Begini ya rasanya punya istri."gumam Axel tersenyum geli."
Setibanya di kantor para karyawan yang melihat wajah Ceonya bersinar membuat mereka lega.Karena beberapa hari belakang Axel selalu berwajah datar.Bahkan Axel selalu marah setiap Karyawan melakukan kesalahan baik kecil maupun kesalahan besar.Namun berbeda denganya saat ini yang tersenyum ramah kepada karyawanya.Bahkan ia menjawab sapa'an karyawanya dengan senyum yang mengembang di bibirnya.Menambah kesan ganteng berkali-kali lipat.
Semua karyawan di Dirgantara group sudah mendengar jika atasanya sudah menikah.Jadi mereka cukup mengagumi Axel dalam batas wajar.Meski Axel bisa dengan mudah mengetahui siapa saja karyawanya yang menaruh hati kepadanya.Axel tetap saja cuek karena baginya tiada wanita yang bisa menyaingi istrinya.
Sememjak di pegang oleh Axel,Dirgantara group yang sebelunya memiliki empat anak cabang kini berkembang menjadi enam anak cabang.Dirgantara group berkembang pesat karena tidak ada yang bisa menyaingi perusaha'an ini ketika di pegang oleh Axel.Setiap ada kecurangan sedikit saja Axel pasti cepat mengetahuinya.Entahlah kejeniusanya semenjak kecil tidak pernah hilang pada dirinya.Bahkan jangankan berbuat jahat,masih dalam niatan pun sudah di ketahui oleh Axel.
Bahkan karyawan di Dirgantara group mayoritas adalah orang baik semua.Tidak ada satupun yang berniat jahat karena mereka tahu menipu atasanya sama saja cari mati.Axel dengan mudahnya membaca setiap isi fikiran karyawanya.
"Si bos mukanya cerah banget gak kusut kayak kemarin-kemarin."celetuk salah satu karyawan.
"Ya,,,kemarin kurang jatah dari istrinya kali,,,"
"Jadi kali ini baru dapet jatah dong kik,,,,kik,,,kik."
"Hus jangan ketawa keras-keras."
"Heh,,,kerja-kerja jangan ghibahin bos,,,di pecat baru tahu rasa."
Axel memasuki ruanganya,melepas jasnya dan menggantungnya di tempat yang tersedia.Ia memandang foto masa kecilnya denga istrinya lalu memandang foto dewasa mereka berdua.
"Gak terasa sudah lima belas tahun kita bersama,kamu yang dulunya adalah adiku yang sangat manis,kini menjadi istriku yang tak kalah manis."ucap Axel memndang foto mereka berdua.
"Inikah yang namanya jodoh,bahkan aku baru sadar kita sudah di jodohkan oleh Tuhan sejak kita masih kecil.
"Maafkan kakak sayang,,,kakak terlambat menyadarinya,,,,tapi kakak pastikan hanya kamu yang kakak cintai.Tumbuh dewasa bersama dan menua bersama.
"Tok,,,tok,,,tok!"
"Masuk."
"Pagi kak,,,"sapa Brain
"Tumben kamu kesini dek,baru pulang sekolah?"
"Ya,,,bantuin aku dong kak."
__ADS_1
"Hemmmm datang-datang ada maunya,bantuin apa?"
"Pinjemin modal dong kak."
"Buat?"
"Aku mau bikin cafe kecil-kecilan,,,!capek aku di hukum terus sama Mom dan dad,malu aku minta uang terus,pengen punya penghasilan sendiri."
"Tapi kan kamu masih sekolah dek."
"Bentar lagi aku lulus,terus masuk SMA aku ingin sambil membangun usaha kak."
"Baiklah kakak akan memberimu modal,,,!tetapi kamu harus berjanji akan menjalankanya dengan sungguh-sungguh."
"Siap kak,,!gitu dong kakaku yang ganteng walau masih gantengan aku sih."
"Ach basi,,,itu melulu yang kamu ucapkan dek."
"He,,,he,,he,,ya sudah jangan lupa modalin,aku mau jalan dulu kak,bye,,,
"Dasar bocah."ucap Axel menggelengkan kepala melihat adik kandungnya."
________
Saat brain keluar dari ruangan Axel,semua karyawan wanita memandang kagum pada bocah berseragam Smp yang memakai sweater merah menyala.Sedangkan yang di pandang hanya bersiul-siul karena kejadian ini sering di alami brain.Di manapun ia berada pasti semua wanita tidak pandang usia menatap kagum pada kegantengan brain.Maka dari itu dia sering bergonta ganti cwek karena sok kegantengan.
"Wah dia adiknya bos?cakep banget."
"Iya,wajahnya lebih ke nyonya callista ya?"
"Iya,,bener,,,,!kalau bos kita lebih ke tuan jonatan."
"Sayang banget kita lebih duluan lahir,,,,kalau seumuran udah gua embat itu bocah."
"Hahahaha,,,mana mau dia sama lo."
Semua karyawan terus-terusan membicarakan brain.Sesekali brain menyapa mereka dengan senyuman yang membuat semua karyawan wanita di buatnya klepek-klepek saking manisnya.
Saat di dalam lift pun brain tetap saja tersenyum menyapa orang-orang yang berada satu lift denganya.Lagi-lagi orang di dalam lift pun di buatnya menganga karena saking kagumnya.
__ADS_1
Dan hingga sampailah di lobby kantor,saat brain melangkahkan kakinya keluar dari lift pun bocah itu tetap saja menebar pesonanya.Ia merasa puas karena membuat semua karyawan wanita di buatnya menganga kagum olehnya.