
"Hik,,,,hik,,,"Mona menangis meratapi nasipnya sambil mengenakan kembali bajunya yang berserakan di lantai.
Mona mengambil kemeja brain karena kemejanya telah di robek oleh sahabatnya yang masih tertidur di balik selimut.
"Tuhan,,,apakah ini karma dari ayahku di masalalu?kenapa harus aku yang menerima karma ini?kenapa sejarah itu terulang kembali kepadaku dan brain.Ayah,,,bunda,,,anakmu sudah kotor,,,maafkan mona ayah,,,bunda hik,,,hik.
Mona masih menangis sambil berjalan tertatih merasakan rasa sakit di bawah sana.Rasa sakit itu tak sesakit hatinya yang telah hancur.Ia memasuki kamarnya yang untungnya masih sepi.Mona memunguti pakaianya dan bergegas meninggalkan vila sebelum brain bangun.
Ke esokan harinya suara gedoran pintu membuat brain terbangun.
"Ya,,,kenapa?"
"Keluar woe,,,Tasya dan Mona gak ada di vila."teriak salah satu teman brain dari balik pintu.
"Ya bentar,,,gua masih ileran,,,mau cuci muka dulu."
Brainpun menyibak selimutnya hendak bangun menuju kamar mandi.Tiba-tiba ia kaget saat mendapati dirinya sedang dalam keadaan tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya yang polos.Dan lebih membuatnya syok,,,ia menemukan noda darah di seprei tempat tidurnya.
"Ah sial,,,apa yang gua lakuin?gua bahkan tidak ingat apapun?siapa yang udah aku perawanin?aaaaaarkkkk,,,,sial."teriak brain bergegas memakain bajunya,mencuci muka dan menggosok giginya.
Ia teringat perkata'an temanya bahwa mona dan tasya didak ada di vila.Brain keluar dari kamarnya menemui teman-temanya.
"Apa yang kalian katakan tadi?tasya dan mona tidak ada di vila?"
Fikiran brain sudah tidak karuan,,di dalam fikiranya gadis yang ia tiduri pasti di antara tasya dan mona.
"Setahu gua,,,tasya dan mona tidak ada di vila dari tadi malam,,,sedangkan mona,,,gua tadi lihat dia keluar dari vila sambil menangis.
"Deg,,,!"perasaan brain mendadak tidak karuan.
"Apakah aku meniduri mona?"gumamnya dalam batin yang tiba-tiba syok.Brain menyuruh semua teman-temanya untuk menikmati perpisahanya di vilanya sedangkan ia pamit untuk mencari mona.
Brain seperti orang gila menelusuri jalan mencari keberadaan moana.Ia berharap sahabatnya itu masih berada di sekitaran jalan menuju vila.Ia tidak berani menelpon urang tua mona.Ia takut mereka akan cemas memikirkan keberadaan putrinya.
Brain terus menyuruh sopir yang menyetir mobil untuk melajukan mobilnya lebih cepat menuju aprtemen kakaknya.Ya,,,hanya kakaknya harapan satu-satunya kali ini.Tidak mungkin ia meminta bantuan daddynya.Pasti jonatan akan marah besar kepadanya jika ia tahu.
__ADS_1
Sesampainya di apartemen kakaknya,brain segeramemencet bell apartemen berkali-kali.
"Tintong,, ,tingtong,,,tingtong"
"Tingtong,,,brain terus saja menekan bell sampai ada orang yang membukakan pintu untuknya.Pintupun terbuka dan kalimat pertama yang ia dengar adalah umpatan dari kakaknya.
"Orang gila mana yang menekan bell berkali-kali."ucap Axel kaget melihat keberadaan adiknya dalam keadaan kacau.
"Kakak...tolong aku kak."ucap brain memeluk kakaknya memohon pertolongan.
"Hei,,,ada apa?masuk dulu."
Verlee yang penasaran suara ribut di ruang tamupun ikut keluar.Ia kaget melihat adik iparnya yang biasanya jahil tiba-tiba menangis dalam keadaan kacau.
"Katakan brain,,,ada apa?"
"Kakak,,,aku tidak sengaja,,,aku bahkan tidak ingat kejadian itu."
"Apa maksudmu?katakan yang jelas,,,kakak tidak faham dengan perkata'anmu.
"Deg,"
"Apaaaaaaa?"teriak Axel kaget karena mendadak teringat akan masalalu kedua orang tuanya dan delon."
"Aku tidak tahu kak,,,aku tidak sadar!bantu aku menemukan mona kak...pasti dia saangat hancur saat ini."
"Tenangkan dirimu dulu,,,kakak akan berusaha membantu."
"Minum dulu brain."tawar verlee memberikan segelas air putih untuk adik iparnya.
"Terimakasih kak."
___________
Sedangkan mona saat ini sudah sampai di rumahnya.Untung ayah dan bundanya sudah berangkat ke butik.Gadis itu langsung masuk ke kamar mandi di kamarnya.Ia menyalakan shower dan mengguyur seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Ia tetap meratapi nasibnya seolah ialah yang mendapat karma dari perbuatan ayahnya di masalalu.
"Apakah ini karma balasan atas ayahku yang menjebak orang tua brain?tapi aku masih di bawah umur.Bagaimana kalau aku sampai hamil?bagaimana masa depanku?bagaimana aku harus menghadapi kedua orang tuaku?Tuhan,,,,kenapa kau hukum aku seberat ini?
Sudah hampi dua jam mona mengguyur tubuhnya di kamar mandi.Badanya sampai mengigil karena kedinginan.Ia keluar dari kamar mandi lalu memakai baju rumahanya.Ia membaringkan tubuhnya dan menyelimuti tubuhnya yang menggigil.
Mita dan Delon baru saja pulang dari butik.Mereka mendapati sepatu putrinya berada di teras depan.Minta bergegas melihatnya di kamar dan ternyata benar putrinya sudah pulang dari vila.
Mita mendekat hendak mencium kening putrinya.Ia kaget karena badan putrinya sangat panas.Mita berteriak memanggil suaminya dan mengatakan putrinya sakit.Delon segera masuk ke kamar dan menggendong mona menuju mobil.
"Biar aku saja yang menyetir,sayang!temani putri kita."ucap delon menyalakan mobilnya menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit,delon langsung menggendong putrinya membawa masuk ke dalam rumah sakit agar secepatnya bisa di tangani.
Sedangkan Axel yang membobol seluruh cctv daerah villa dan rumah monapun di buat kaget saat melihat delon menggendong mona menuju mobil dan mita yang menangis.
Axel masih memantau cctv di jalan yang di lewati Delon.Hingga delon menghentikan mobilnya di rumah sakit.Di situlah Axel mengetahui di mana mona saat ini berada.
"Bagaimana kaka?apa sudah ketemu?"
"Mona saat ini masuk rumah sakit kasih bunda."
"Apaaaaaa?"ucap brain tersentak kaget lalu berdiri hendak pergi.''
"Mau kemana kamu dek?"
"Mau lihat keadaan mona kak."
"Biar kakak antar,kau sedang panik,,,tidak baik jika membiarkanmu sendiri."ucap Axel bergegas mengambil jaket,dompet dan kunci mobilnya.Axel tak lupa izin kepada istrinya dan mencium kening verlee.
Verleepun mengizinkan suaminya untuk menemani adiknya ke rumah sakit.Verlee yang sebenarnya sangat kawatirpun ingin ikut ke rumah sakit tetapi ia urungkan karena saat ini suasana masih menegang.
Mona merintik kesakitan karena deman yang sangat tinggi.Mita yang menunggu di luar di pelukan delonpun menangis mencemaskan putrinya.Karena jarang sekali hampir tidak pernah putrinya sakit sampai separah ini.Setahu dia putrinya sangat kuat sekuat ia waktu remaja dulu.Sebagai seorang ibu,mita juga merasakan kesakitan yang putrinya rasakan saat ini.
Axel dan brain telah sampai ke rumah sakit.Mereka bergegas ke bagian resepsionis untuk menanyakan keberadaan mona saat ini.
__ADS_1
Brain tersentak kaget setelah mendengar mona saat ini masih berada di ruang UGD.Ia memerosotkan kakinya ke lantai menahan sakit di dadanya sembari menangis.Axelpun menyuruh adiknya bangun dan menguatkan adiknya.