
"Mau makan apa lagi bumil?kalau tidak ada lagi yang di inginkan ayo kita balik ke rumah.Keburu gelap kasihan putriku jika kena angin malam."tanya brain memastikan
"Sudah,,,aku sudah kenyang,,,,yuk kita balik."
"Don,,,gua pulang dulu,,,seperti biasa cafe gua pasrahin sama lo."printah brain pada karyawan kepercaya'anya.
"Siap bos."sahun Doni
Axel,Verlee,brain dan juga putrinya melangkahkan kaki keluar cafe menuju mobil milik Axel.Mereka langsung pulang ke rumah karena takut hari akan semakin malam.
"Gila nih orang gangguin aku melulu.Giliran di tanggapin malah diam."
"Siapa sih brain?"tanya Axel
"Yang ku ceritakan tadi kak,,,nomer asing yang terus menggangguku."
"Oh ya,,,kakak tadi lupa ingin mengeceknya."
"Fans kamu paling."timpal verlee
"Fans yang aneh,,,ngeselin,gangguin orang gak jelas."grutu brain dengan muka cemberut membuat putrinya tertawa
"idih putri ayah ketawa,,,,kenapa ngetawain ayah?ayah lucu ya kalau cemberut?iya deh ayah cemberut terus biar kamu seneng."
"Dia tuh ngetawain soalnya kamu jelek dek."timpal Axel meledek adiknya
"Mata anda sungguh meragukan tuan Axel Dirgantara.Kau lihat sendiri bukan?fansku begitu banyak.Itu tandanya wajahku ini sangat tampan,,,dan kau jangan iri jika aku lebih tampan darimu.
"Gak apa lah,,,yang penting aku laku duluan weeek."
"Yah,,,gak terima dia hahahah."
Sepanjang perjalanan Brain terus saja berceloteh mengajak bicara bayinya.Hilang sudah wajah sedih dan keterpurukanya beberapa hari yang lalu.Kini brain terlihat bercahaya dan semangat hidupnya demi putrinya lebih kuat.
"Sayang apa kau tidak ingin ngidam yang lain?"
"Gak ada kak."
"Kalau gitu aku saja yang ngidam."
"Apa tuh?"tanya verlee penasaran
__ADS_1
"Bermesra'an bersamamu mungkin."sahut Axel
"Hahahaha,,,gombalan receh kak."timpal brain yang mendengar obrolan mereka.
Perkata'an dan goda'an suaminya membuat verlee tersenyum malu.Dan tanpa terasa mobil mereka sudah memasuki gerbang kediaman dirgantara.
Brain yang turun duluan melihat gadis asing yang berdiri di depan pintu.Karena penasaran brainpun mendekat melangkahkan kakinya menghampiri gadis itu.
Brain menganga lalu dengan cepat mengatupkan bibirnya.Wajahnya tampak menahan kekecewa'an dan kemarahan pada gadis di depanya.Gadis itu adalah tasya mantan pacarnya yang menjebaknya dengan obat perangsang.Dan dia pula yang membuat hidup brain dan mona menjadi berantakan.
"Brain...bagaimana kabarmu?"ucap Tasya gugup.
"Seperti yang kau lihat."sahut brain
"Brain aku minta maaf atas semua masalah yang ku perbuat padamu."
"Pergi kau dari hadapanku...kenapa kau kembali muncul setelah bersembunyi dan lari dari kesalahanmu?"
"Brain,,,ku mohon maafkan aku brain."ucap tasya yang matanya sudah berkaca-kaca
"Ada apa ini?brain siapa dia?"tanya Axel
"Dia cwe sialan yang menjebaku dan menghancurkan hidupku dan mona."
"Tanggung jawab?terlambat."timpal brain
"Masuklah,,,ayo kita bicarakan di dalam."ajak Axel di cegah oleh brain.
"Gak usah bawa gadis ini masuk kak,,,aku muak denganya."
"Brain...!setidaknya dengarkan penjelasan sia dulu.
"Terserah,,,kau urus saja dia sendiri...aku akan ke kamar memandikan putriku.
Mata Tasya langsung melirik bayi dalam gendongan brain.Bayi lucu yang di amanahkan almarhum mona untuk ia rawat.Tasya setiap malam selalu di hantui janjinya kepada mona.Mona berkata akan memaafkanya namun dengan syart mau menjaga bayinya sampai tumbuh dewasa.
"Masuklah,,,dan silahkan duduk."perintah Axel
Jonatan dan callista turun ke lantai bawah karena mendengar ada tamu.
"Cantiknya,,,siapa ini?tanya callista
__ADS_1
"Om,,,tante apa kabar?perkenalkan saya Tasya,om,,,tante."
"Cantik sekali,,,kamu cari siapa nak?"
Mata Tasya berkaca-kaca ia merunduk kebingungan untuk menjawab pertanya'an verlee.
"Saya Tasya tante,,,saya kesini untuk meminta maaf kepada brain dan menjalankan amanah almarhum mona.
"Minta maaf untuk apa,nak?"tanya Jonatan yang penasaran
"Sebelumnya saya mohon ma'af kepada om dan tante.Sebenarnya sayala orang yang menjebak brain di vila."ucapan tasya membuat kaget Jonatan,Callista,Axel dan juga verlee
"Jadi kau pelakunya."timpal Jonatan dengn suara yang menggelegar membuat nyali Tasya makin menciut.
"Dad,,,kau membuatnya takut."ucap Callista menegur suaminya.
"Bagaimana ceritanya kau bisa senekat itu nak?kau tahu bukan,,,jika perbuatanmu sangat berbahaya."ucap Callista
"Fikiran saya sa'at itu buntu tante,,,!jujur saya tidak pernah pacaran karena saya ingin fokus sekolah.Namun semenjak kenal dengan brain,,,dia selalu mendekati saya sampai saya jatuh hati kepadanya.Dan kami sempat berpacaran selama satu bulan.Entah karena apa,,,brain tiba-tiba memutuskan saya secara sepihak.Saya tidak terima karena brain sudah mengusih hati saya.Brain adalah cinta pertama saya,,,dan oleh karena itu saya nekat berbuat seperti itu karena saya tidak ingin kehilangan brain.Namun pwrbuatan saya malah menghancurkan brain dan mona,Om,,,tante."Tasya menceritakan panjang lebar kejadian satu tahun silam.Tasya menunduk ketakutan setelah menceritakan kejadian dulu.
"Maafkan sikap labil brain ya nak,,,,maafkan brain yg menyakitimu."
''Tante,,,Om,,,Kak,,,ini chatingan saya bersama mona sekaligus vidio yang mona kirim keoada saya sebelum ia meninggal."tasya memperlihatkan rekaman vidio dan juga chatinganya bersama mona
"Mona bilang,,,akan memaafkan saya jika saya merawat putrinya hingga ia dewasa."
Axel,Verlee,Jonatan dan Callista memutar vidio rekaman mona.
Mona:Tasya,,,aku tahu kau sangat mencintai brain.Dan aku yakin kau juga akan mencintai putriku.Aku akan memaafkanmu,,,tetapi berjanjilah kau akan merawat putriku seperti anakmu sendiri.Menikahlah dengan brain,,,aku akan bahagia jika melihat kau menikah dengan brain."
"Saya bingung harus bagaimana?sedangkan brain sangat membenci saya.Tolong bantu saya untuk mengabulkan salah satu amanah dari almarhum mona,Om,,Tante,,,kak.Setidaknya dengan merawat bayi mona,,,hati dan hidup saya akan tenang.
"Kami akan mencoba membujuk brain,,,mungkin agak sulit tetapi bersabarlah."ucap Axel di anggukin tasya.
"Saya rela tiap hari kemari walau hanya sebentar namun bisa sedikit membantu merawat bayi itu."
"Bukankah kau masih SMA nak?"tanya callista memastikan.
"Ya tante,,,selama ini saya satu sekolahan dengan brain.Namun karena saya begitu pengecut,,,membuat diri saya tidak bisa di kenali oleh brain.Saya berdandan seculun mungkin agar brain tidak mengenali saya.
Semuanya menggelengkan kepala mendengarkan ucapan Tasya.
__ADS_1
"Tadi mona juga memintamu untuk menikah dengan brain bukan?"tanya verlee ikut bicara
"Ya kak,,,tapi tidak apa-apa,,,saya tahu jika brain pasti akan menolak.Setidaknya saya bisa membantu merawat bayi mereka.Setidaknya saya sudah menjalankan salah satu amanah dari almarhum mona.