
Axel memandang tubuh istrinya yang makin hari makin berisi.Semenjak hami nafsu makan verlee semakin bertambah.Bahkan sandwich jatah sarapanyapun di embat.Wajah yang sebelumnya kurus saat ini berubah menjadi cuby.Axel tersenyum semakin gemas melihat istrinya yang sekarang.
Brain yang belum berangkat sekolahpun melirik kakaknya yang terus saja memandang istrinya penuh cinta.Berbeda dengan Axel yang kini sudah bahagia dengan verlee.Setelah melalui kerumitan rumah tangganya.Brainpun jadi kefikiran rencana daddynya yang akan menikahkanya dengan tasya secepatnya.
Dia mengaku salah karena mempermainkan hati tasya.Namun kekecewa'anya pada tasya lebih besar karena perbuatan tasya menghancurkan segalanya.
"Ngapain dek,,,nglirikin kakak melulu?pengen ya?makanya nikah tuh dengan tasya."ucap Axel yang sadar di lirik adiknya.
"Males lah itu terus yang di bahas,,,!udah aku mau berangkat sekolah."timpal brain mencium putrinya di gendongan callista lalu berpamitan kepada kedua orang tuanya.
"Dasar bocah."ucap Axel yang membuat verlee tertawa.
"Hei,,,kenapa kau menertawakanku,sayang?"
"Jangan mengolok brain kak,,,!kau dulu juga seperti itu waktu awal kita nikah."
"Jangan membahas yang dulu-dulu,sayang,,,yang penting saat ini aku sudah berubah dan sayang banget sama kamu dan calon anak kita.
"Iya aku percaya,,,yuk berangkat."
"Habiskan dulu susunya."printah Axel menyodorkan gelas berisi susu.
"Gak mau,,,pengen mual kalau minum susu."
Axel mengajak istrinya masuk ke dalam kamar sambil membawa segelas susu.Verlee bingung dengan tingkah mencurigakan suaminya.Dan benar saja tanpa aba-aba Axel meminum susunya lalu mencium istrinya.Tanpa sadar verlee meneguk susu yang diberikan Axel lewat ciumanya.
"Bagaimana?apakah mual?"tanya Axel menyeringai memandang istrinya yang melongo dan menggelengkan kepalanya."
"Apa harus dengan cara ini agar kau tidak lagi mual saat meminum susu,sayang?"bisik Axel di telinga verlee.Seperti di hipnotis verleepun mengangguk mengiyakan.Axel tersenyum lalu menyalurkan lagi susu lewat ciumanya hingga tandas tak tersisa.
Axel tersenyum menyeka bibir istrinya yang belepotan karena sisa susu.Verleepun tersadar dan wajahnya mendadak merona.
__ADS_1
Axel memperlihatkan gelas yang telah kosong kepeda verlee.Verlee semakin di buat malu karena dengan bodohnya istri Axel itu malah menikmatinya.
"Mulai sekarang tugasku bertambah,sayang."ucap Axel tersenyum kemudian keluar menuju dapur menaruh gelas kotornya.
Axel kembali lagi ke kamar mencari istrinya yang belum juga keluar sejak kejadian tadi.Axel membuka pintu melihat istrinya bercermin sambil memegang perutnya yang mulai membuncit.
Axel melangkahkan kakinya menghampiri verlee kemudian memeluk istrinya dari belakang.Verlee tidak kaget karena dia sudah hafal aroma tubuh suaminya semenjak ia hamil
"Kenapa?"tanya Axel
"Apakah menurut kakak aku semakin gendut?"
Axel menggeleng dan berbisik di dekat telinga istrinya.
"Kau malah semakin sexy,sayang."ucap Axel mencium leher jenjang istrinya yang terlihat indah di matanya kemudian menarik kuncir rambut verlee sehingga rambut istrinya kini tergerai indah.
"Aahhhh."suara Verlee mendesah dan seketika membangkitkan gairah Axel.Namun ia sadar sikonya yang kurang tepat.Verlee yang ada jadwal kuliah pagi.Sedangkan Axel juga harus ke kantor.
"Uuuch tapi aku pengenya sekarang."ucap verlee manja.
"Kenapa jadi kau yang agresif sayang?tapi aku suka kau yang agresif."
"Gak tau,,,tapi tiba-tiba aku menginginkanmu,sayang."sahut Verlee langsung mencium bibir Axel dan mensesapnya dengan sangat lembut.Axel yang semakin di goda istrinya tidak bisa lagi menahan ular pitonya yang memberontak ingin di lepaskan dari karungnya.
"Apakah ada waktu untuk satu ronde?"bisik Axel dengan suara paraunya dan di angguki oleh verlee.
Melihat lampu hijau dari istrinya,,Axel segera meraih tubuh istrinya yang mulai berisi dan merapatkan ke tubuhnya.Sebelah tanganya membelit pinggang verlee.Sementara sebelah tanganya lagi mengusap lembut di belakang kepala istrinya.Axel mencium dengan lembut bibir istrinya yang sangat sexy di matanya.
Sedangkan Verlee mengelus rahang suaminya dan membalas ciuman Axel.Nafas mereka terengah-engah di tengah ciumanya.Harum tubuh suaminya seakan menjadi candu bagi verlee.Wangi maskulin Axel membuat verlee membuka kancing kemeja Axel lalu meraba dan menciuminya dengan lembut.
Mata Axel mulai menggelap di penuhi hasrat yang semakin berkobar.Sentuhan lembut dari istrinya membuatnya tak tahan lagi untuk segera menyatukan dirinya dengan verlee.
__ADS_1
Verlee semakin agresif dan entah dari mana keberanianya itu.Namun ia memang benar-benar menginginkan suaminya.Mungkin memang pengaruh hormon kehamilanya yang membuatnya tiba-tiba bersikap agresif kepada suaminya.
Axel semakin mencumbu istrinya dengan panas dan liar.Bahkan tanganya sudah bergerilya menyentuh bagian-bagian favoridnya pada tubuh istrinya.
Karena keduanya terhanyut dalam hasrat yang semakin menggila.Bahkan tanpa sadar kain-kain yang melekat pada tubuh Axel dan verlee telah terlepas dan entah kemana.
Kini tubuh mereka berdua polos tanpa sehelai benang pun.Axel membaringkan istrinya ke atas ranjang dengan pelan.Tubuh polos verlee terlentang membuat Axel segera memasukinya.Ular pitonya sudah tidak sabar lagi untuk mengunjungi sarangnya yang cukup lama tak di sentuhnya.
Axel mendorong semakin dalam dan pelan,,,membuat Verlee mengeluarkan suara desahanya yang semakin terdengar sexy di telinga Axel.
"Sayang..."ucap verlee sambil mendesah
"Panggil namaku sayang."ucap Axel di tengah gairahnya yang semakin memuncak.
"Uch,,,Axel sayang,,,please."Axel semakin terbakar dan terus memompa tubuh istrinya semakin cepat.
"Oh,,,Axel."desah verlee rasanya ingin mati saja karena rasa nikmat yang menyerangnya bertubi-tubi.
Axel melenguh panjang sedalam-dalamnya.Sedangkan verlee memejamkan matanya menikmati semburan ular kobra Axel.
Tubuh mereka di banjiri oleh keringat dengan nafas yang terengah-engah.Verlee membuka matanya memandang Axel yang menatapnya lekat.Setelah mencapai pelepasan bersama,,,Axel tersenyum mencium puncak kepala istrinya.
"Terimakasih istriku,,,!kau semakin membuatku gila."ucap Axel membuat wajah verlee semakin blushing di buatnya.
"Kak,,,jangan menatapnya begitu,,,aku malu."ucap verlee melirik arah mata suaminya yang memandang perut buncitnya.
Axel tidak menghiraukan protes dari verlee.Ia malah mendekatkan wajahnya pada perut buncit verlee dan menciumnya sangat dalam.
"Anak ayah,,,senang ya di tengokin ayah?nanti malam di tengokin lagi mau?sekarang ayah harus kerja dan bunda juga harus kuliah."ucap Axel sambil mengelus perut istrinya sedangkan verlee yang mendengar ucapan suaminya tersenyum malu.
Axel dengan sigap menggendong tubuh polos istrinya dan mengajaknya masuk ke kamar mandi.Axel menurunkan istrinya kemudian menyalakan air shower dan mengguyur tubuh polos mereka berdua.Seperti main hujan-hujanan mereka tertawa bersama menikmati guyuran air shower yang menyegarkan tubuh mereka setelah aktivitas panasnya.
__ADS_1