Benih Sang Jenius Man

Benih Sang Jenius Man
kabar gembira untuk keluarga


__ADS_3

Axel dan verlee sangat bahagia mendengar berita kehamilan verlee.Tanpa tanda-tanda kehamilan dan bertepatan ia memeriksanya ke dokter.Mungkin jika hari ini ia tidak memeriksa ke dokter,mungkin verlee tidak akan tahu jika dia hamil.Tangan kiri Axel terus menggenggam tangan istrinya.Sedangkan tangan kirinya di gunakan untuk menyetir mobil.


Axel sudah menelpon ayah bisma,Mom Callista,daddy jonatan dan semua keluarganya untuk berkumpul di kediaman dirgantara.Axel dan verlee akan memberi kejutan untuk mereka semua.


Verlee tersenyum mengelus perutnya yang masih rata.Beribu-ribu rasa syukur telah ia ucapkan.Kini hatinya sudah merasa lega.Tidak ada lagi rasa takut akan mengecewakan suaminya.


"Sayang apakah kau senang dengan kehamilanku?"


"Tentu saja,,,Akhirnya sebentar lagi anak-anak jeniusku akan memanggilku papa."


"Ya,,,dan aku di panggil mama."


"Mulai sekarang kau harus berhati-hati sayang.Kau tidak boleh melakukan hal-hal yang berat.Atau kalau bisa aku akan menyewa jasa seseorang untuk membantumu.


"Tidak harus begitu juga kak."


"Tidak ada penolakan...!ini demi kau dan bayi kita."


Mereka sudah memasuki gerbang kediaman keluarga dirgantara.Semua orang tua mereka sudah berkumpul menunggu kedatangan Axel dan verlee.


"Selamat malam semuanya."


"Malam..."jawabnya serempak


"Katakan,,,ada apa kalian menyuruh kami berkumpul?"tanya jonatan.


"Tentu saja para kakek dan nenek harus berkumpul menyambut calon cucu kalian yang sedang di kandung istriku."ucap Axel langsung membuat tiga orang tua itu kaget lalu tersenyum bahagia


"Kau hamil sayang?"tanya callista dengan mata berbinar-binar.


"Ya Mom,,,sebentar lagi Mom akan punya cucu.


"Kau dengar bisma,,,kita akan menjadi kakek."ucap Jonatan senang


"Ya kita akan menjadi kakek."sahut Bisma tak kalah senang


"Sini duduk sayang,,,kau tidak boleh kecapean."ucao callista menciumi pipi kanan dan kiri verlee lalu memeluknya.


"Terimakasih sayang,,,akhirnya Mom akan menjadi nenek.Mom tidak sabar cucu Mom lahir,,,pasti sangat lucu.


"Ini cucu pertama kita ya Mom."ucap Jonatan merangkul istrinya.Sedangkan Axel dan verlee saling pandang berfikiran sama.


"Andai aku bisa jujur,,,kalian mempunyai cucu lain selain anaku Mom,,,Dad."Axel bergumam dalam hati


"Nginep di sini ya nak,,,!sudah malam tidak baik angin malam untuk bumil."mohon callista kepada menantunya

__ADS_1


"Baik Mom,,,kami akan menginap malam ini.


_________


Tepat pukul sebelas malam,verlee membangunkan Axel.Namun yang di bangunkan tidak kunjung membuka matanya.Saat ini verlee sangat menginginkan martabak manis.Ini adalah nyidam pertama verlee.Karena Axel tidak bangun,,,verlee ingin membeli martabaknya sendiri.Ia mengambil jaket dan dompetnya.


Axel mendengar pintu kamarnya baru saja di buka lalu di tutup kembali.Axel meraba tempat tidur istrinya yang ternyata kosong.Axel melomoat dari ranjang mengecek di dalam kamar mandi juga kosong.Akhirnya ia keluar dan melihat istrinya berbicara dengan satpam penjaga.


Axel mempercepat langkahnya dan menghampiri verlee yang masih mengobrol dengan satpam.


"Mau kemana kamu?"tanya Axel


"Beli martabak."


"Kenapa tidak membangunkanku?"


"Aku sudah membangunkan kakak berkali-kali namun kakak kayak kebo."kesal verlee


"Suruh pak Amin aja ya untuk membelikan martabak buat kamu?"


"Gak mau,,,!aku ingin lihat cara bikinya."


"Baiklah,,,ayo kakak antar,,,!tunggu di sini,,,kakak ambil kunci mobil di kamar.Verleepun mengangguk menunggu suaminya.


"Sayang,,,kayaknya sudah pada tutup deh.Atau minta tolong brain aja untuk bikinin kamu martabak ala kafenya?"


Verlee mengangguk antusias dengan mata yang berbinar.Axel yang dengan mudahnya membujuk verlee merasa lega.Ia lelah sudah berkeliling namun tidak adapenjual martabak.


Sesampainya di rumah pukul dua dini hari.Axel mengetuk pintu kamar brain.Brain yang sudah tertidurpun merasa terganggu dan bangun membukakan pintu.


"Ada pa?"tanya brain dalam kondisi mata tertutup.


"Bikinin istriku martabak manis."


"What?jam segini suruh bikin martabak?


"Lakukan saja,,,kakak akan menyuntikan dana agar cafemu bisa makin berkembang.


"Baiklah,,,"ucapan brain melangkah dapur mencari bahan-bahan yang ada.


"Brain masih sibuk berkutat di dapur.Verlee memandang brain dengan mata yang berbinar.


Verlee tersenyum senang saat martabak buatan adik iparnya sudah tersaji di meja makan.Verlee tak lupa mengucapkan terimakasih pada brain. Brain hanya menggunk lalu kembali ke kamar untuk melanjutkan acara tidurnya yang terganggu.


"Kakak mau?"tawar verlle

__ADS_1


"Tidak,makanlah sayang."ucap Axel lembutdan verleepun memakan martabak buatan brain dengan sangat laham


"Sumpah ,,martabak ini enak banget,,,ya kan sayang."verlee mengelus perutnya


"Masak sih?kalau gitu ayah juga mau dong bunda."ucap Axel membuat verlee tersenyum menyuapkan martabak pada suaminya.


"Kak,,,jadi gak sabar di panggil ayah dan bunda oleh anak kita."ucap verlee masih menyuapkan martabakya pada Axel.


"Jadi mau di panggil ayah bunda nih?gak pengen Mama papa?"tawar Axel


"Gak kak,,,ayah bunda saja."


"Baiklah,,,mulai sekarang ayah mau biasakan manggil bunda.Supaya nanti pas anak kita lahir kita sudah terbiasa."


"Baiklah ayah."ucapan verlee membuat Axel tersenyum haru.Ya ,,,dia tidak menyangka akhirnya dia akan menjadi seorang ayah.Namun tiba-tiba Axel teringat brain dan mona.


"Brain pasti juga akan sangat senang jika tahu akan menjadi seorang ayah."


"Kenapa ayah tidak kasih tahu brain tentang kehamilan mona?"


Axel tersenyum memeluk istrinya lalu menggeleng pelan.Verleepun masih bingung kenapa hal sebesar itu harus di rahasiakan.Verlee merasa kasihan pada brain dan berharap mona baik-baik saja.


"Kasian brain,,,bagaimana jika suatu saat brain tahu tentang kehamilan mona?"


"Tak lama lagi pasti brain tahu.."ucap Axel di angguki verlee.


"Semoga mona baik-baik saja,,,"ucap verlee pelan merasa kasihan dengn nasip brain dan mona.


"Kau tahu sayang,,,?aku selalu memantau keadaan mona lewat orang suruhanku."ucap Axel masuk ke dalam kamar membuka laci mengambil begitu banyak foto yang di kirim orang suruhanya tentang mona.


"Ini foto kondisi mona saat ini."


"Astaga kak...kondisi mona sangat memprihatinkan Wajahnya sangat pucat."


"Ya,,,karena penyakitnya sudah menyebar ke seluruh tubuhnya."ucap Axsl memberitahu verlee


"Astaga,,,!apa masih bisa di sembuhkan?"


"Sejak awal sebenarnya bisa,,,namun mona sendiri yang menolak.Ia lebih mementingkan bayinya daripada nyawanya sendiri.


"Hik,,,hik,,,itu artinya sudah tidak ada harapan untuk mona bertahan kan?"tanya verlee dan di angguki Axel.


"Sudah,,,cuci tanganmu kita kembali ke dalam kamar.Kakak ngantuk sayang,,,besok harus bekerja.


"Baiklah,,ayo kita tidur saya."sahut verlee mengandeng tangan Axeldan mereka berjalan menuju kamar dengan langkah pelan.

__ADS_1


__ADS_2