
"Zulfa disini sangat ramai, kamu bisa memegang tali tas ku jika kamu susah mengikutiku dari belakang!"
Aku sedikit terkejut dengan apa yang ia katakan barusan. Ku lihat ia sedang memasukkan memori ke dalam kamera, mungkin dia mengira aku akan kesusahan mengikutinya karena memang aku tidak tau jalan.
Mungkin benar apa yang ia katakan.
Ki sudah sampai sejak tadi, hanya saja langit masih menunjukkan warna birunya, sehingga kami memutuskan untuk duduk di bangku taman yang ada di dekat menara.
Festival memang diadakan nanti malam, namun sudah banyak pengunjung yang datang, mungkin hanya untuk sekedar berpose di depan kamera sambil menunggu malam tiba dan puluhan kembang api itu menyala.
__ADS_1
Otak ku pun masih mempersiapkan segalanya, aku bertekad untuk mengambil setiap moment penting dan spesial untuk ku abadikan, mungkin hanya sekali dalam hidupku aku berada di negeri ini, menikmati festival ini, maka akan kugunakan waktuku dengan sebaik-baiknya.
"Zulfa, apa kamu mau sosis panggang?" Suara itu kembali menyapa.
"Kurasa tidak" jawabku.
"Tenang, itu makanan yang dapat kamu makan, alias halal" serunya sambil tersenyum ke arahku. Jika di ingat-ingat, terakhir kali aku makan sosis panggang saat aku masih dibangku kuliah. Bahkan mungkin aku sudah lupa rasanya.
"Kita lihat saja nanti" ucapku.
__ADS_1
Dia terperagah lalu berdiri, "kalau gitu kita cari restoran halal di dekat sini sekarang, sebelum waktunya tiba untuk festival"
Benar juga apa yang ia katakan, mungkin akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk merayakan festival ini. Aku harus memiliki tenaga lebih untuk hasil yang lebih.
Aku mengiyakan ajakannya. Kami lalu berjalan mencari restoran halal di dekat sini. Setelah beberapa lama, akhirnya kami menemukan sebuah cafe yang menyediakan makanan yang dapat kami makan, segera kami masuk lalu memesan makanan.
Sebenarnya aku ingin pergi ke satu tempat lagi sebwlum Eiffel ini, namun aku juga tak mau melewatkan festival ini. Mungkin setelah ini aku akan pergi kesana, kelihatannya project ku akan lengkap jika aku pergi ke sana.
Setelah makan kami bergegas pergi ke menara Eiffel, kaki ku melangkah begitu semangat, sampai lupa kalau kaki ku saat ini sedang tidak baik kondisinya.
__ADS_1
Hari sudah mulai gelap, kini aku dan Reynard sedang duduk di bangku taman sekitar air mancur, menunggu datangnya moment itu. Jika dirasa-rasa, semakin di tunggu malah semakin lama tiba waktunya.
Dari kejauhan dapat kulihat sesuatu yang menjulang tinggi itu bercahaya, dipenuhi pernak-pernik lampu yang berkilauan di bawah langit malam. Sangat indah. Ujung bibirku tertarik saat menatapnya.