
Dan ya.. seperti yang ku harapkan.
Setiap detiknya tak pernah ku lewatkan, bukan hanya sekedar duduk manis menatap ke arah langit, namun juga hati ku tak berhenti bertasbih memuja pencipta semesta.
Tak perlu dipertanyakan lagi bahwa malam ini adalah malam yang sangat legendaris bagiku. Entah siapa aku bisa mendapatkan izin untuk menginjakkan kaki di tanah ini. Putri bukan, bangsawan juga bukan, hanya seorang makhluk kecil yang hanya dapat berharap dapat ditunjukan jalan hidup yang bermanfaat oleh Tuhannya.
Sebutir bening jatuh dari pelupuk mataku, ini bukan air biasa bagiku, bukan juga yang merasakan perih karena terlalu lama tak berkedip karena tak ingin melewatkan sedetikpun menatap langit.
Suara gemuruh yang sejatinya berisik namun tidak di telingaku, teriakan yang seharusnya ngilu malah menjadi seolah sorakan lantang gembira. Senyum di wajahku tak mengendur, udara dingin yang menelisik pun tak mampu menembus benteng.
Baru kali ini dan pertama kalinya aku melihat festival semeriah ini, dengan ratusan kembang api yang menghiasi langit malam, bahkan mungkin akan terlihat di dasar laut terdalam.
Entah sudah berapa menit kameraku merekam semuanya, bukan hanya lensa namun juga ribuan mata menjadi saksi soraknya malam ini. Mungkin ini adalah yang pertama dan terakhir bagiku. Mungkin.
"Zulfa!"
__ADS_1
Ah, ingin suara itu sebenarnya telah menganjurkan imajinasi liar ku, tapi sikap sopan ku sudah terlanjur mengakar.
Ku alihkan pandangan ku ke arahnya, dia tersenyum padaku, ku balas senyumannya.
"Ada apa?"
Sorot matanya yang tajam membuat ku bertanya-tanya apakah yang akan dikatakannya, aku tau bahwa dia akan mengatakan sesuatu. Dia menekuk lututnya.
Pandanganku mengikuti, ku lihat dia mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru muda dengan pita kecil di atasnya. Di bukanya kotak itu lalu diharapkannya ke arah ku. Sontak aku terkejut, apa maksudnya?
"Zulfa, sebenarnya dari awal bertemu dengan mu aku menjadi tidak mengerti dengan hatiku sendiri, terkadang aku memikirkan mu, tiba-tiba ingin bertemu dengan mu, aku bertanya-tanya tentang hal itu. Sekian lama aku sendiri menunggu tentang kepastian hatiku, aku bertanya pada diriku sendiri apakah aku pantas dengan mu ataukah tidak"
Aku terpaku. Hatiku seolah beku, bibirku seolah terpatri, dengan kata-katanya yang harus aja ia katakan, gadis mana yang tidak terkejut?
"Reynard!"
__ADS_1
Ia bangkit. Tangannya masih memegang kotak cincin itu, matanya menjurus ke arahku, entah angin dari mana hatiku rasanya seperti bergetar, aku bingung sekaligus ling-lung.
"Tak perlu canggung, aku tidak akan memaksamu untuk memberi ku jawaban saat ini juga. Aku sudah mengatakan semua isi hatiku, telah ku akui bahwa memang aku jatuh hati padamu. Memang aneh jika dipikir, aku telah jatuh hati pada gadis yang bukan berasal dari negaraku sendiri, mungkin kau bertanya-tanya mengapa aku bisa sampai jatuh hati padamu seperti ini. Tapi ini kenyataannya. Jika setelah ini kau menghindar dariku, aku tidak keberatan, tapi aku mohon tolong terima cincin ini, bukan sebagai pemberian, kau bisa menganggapnya sebagai hadiah dari seorang sahabat"
Ia menyodorkan kotak kecil itu. Mataku melihat ke arahnya, aku masih tidak percaya dengan keadaan. Baru saja aku merasakan kenikmatan luar biasa, namun dengan seketika semuanya berubah ketika pemilik mata elang ini mengungkapkan isi hatinya.
Dengan berat hati ku katakan bahwa aku tidak bisa menerima cincin itu, beberapa kali aku meminta maaf padanya. Ku harap ia mengerti.
"Tidak masalah, tapi Zulfa, entah kau percaya atau tidak, akan ku katakan sekali lagi bahwa aku jatuh hati padamu" katanya dengan senyum khas Prancis nya.
Skak mat.
Lalu aku harus apa?
Assalammu'alaikum readers
__ADS_1
Author mohon maaf sekali, mohon maaf yang sebesar-besarnya. telah lama tidak up,🙏🙏karena kesibukan yang telah menjadikan author lalai terhadap tanggung jawab atas novel ini🙏🙏insyallah jam update akan author perbaiki lagi. Terimakasih untuk pembaca yang setia menunggu🙏😘