Berawal Di Paris

Berawal Di Paris
Satu..Dua..Tiga..


__ADS_3

Kini aku duduk di sebuah bangku kayu yang berada di atas menara, bukan di atas, melainkan di bagian yang dapat dijangkau bahasanya. Melihat keindahan malam kota Paris dari atas sini merupakan sesuatu yang sangat langka, apalagi ini hanya sekali seumur hidup. Mungkin.


Kerlap-karlip cahaya lampu kota menjadikan kota ini terlihat sangat eksotis, ditambah dengan gelapnya malam yang seolah membuat kota ini bersinar dengan sendirinya. Maka tak menjadi sebuah perdebatan jika kota ini diberi julukan the City of Light.


Sungguh indah dipandang, baru kali ini mataku melihat sesuatu seperti ini, semoga saja bukan yang terakhir kali. Sedari tadi jemari ku tak penrha lengah memencet tombol Shutter pada kamera, entah sudah berapa foto yang ku ambil dari atas sini.


Aku tak bisa melewatkan sedikitpun, bahkan mungkin satu detik itu sangat berharga. Hatiku pun tak henti bertasbih kepada-NYA, bersyukur karena aku masih diberikan umur untuk melihat semua ini, berterimakasih karena mataku mampu menjadi saksi atas keindahan yang diciptakan.


Sambil menunggu waktu festival tiba, aku menikmati teh dalam kotak yang tadi sempat aku beli di sebuah cafe, serta roti hanya untuk sebuah cemilan. Aku duduk sendirian disini, entah kemana Reynard pergi.


"Tunggu disini dulu"


Katanya tadi sambil membawa kameranya. Lalu ia melangkah menjauhiku. Masih ada cukup waktu untuk ku mempersiapkan segala hal, akan ku siapkan dengan matang, karena mungkin moment ini yang akan menjadi penutup dari project ku sekaligus menjadi sesuatu yang sangat memoriable dalam hidupku.

__ADS_1


"Maaf lama"


Ucap seseorang dari arah samping. Dapat kupastikan itu Reynard, nampak ia sedang membawa kamera dan tripot di tangan kirinya. Ia lalu duduk di samping ku, memposisikan tripotnya dengan benar, lalu menaruh kamera yang ia pegang di atas tripot itu. Hal yang sama telah ku lakukan sejak tadi.


Semuanya sudah siap, tinggal menunggu waktu.


"Akan ada banyak kembang api nanti, menari di langit yang hitam pekat, sesuatu yang indah akan terjadi malam ini.." ucapannya menggantung, aku melihat ke arahnya, mata elangnya masih sama, menatap ke arah langit yang hitam tanpa warna, "siapkan kameramu! Jangan sampai terlewat sedetikpun!" Lanjutnya.


Sempat terlintas sesuatu di pikiran ku, entah apa itu aku tak peduli, karena aku juga tak tau yang pasti. Lalu kualihkan pandanganku ke arah lain, aku tak mau tau isi hatiku.


Dari sini dapat melihat spektakulernya kembang api yang nantinya menghiasi langit malam, tak semua orang bisa niak ke atas menara, hanya orang yang membeli tiket yang stoknya terbatas saja yang dapat berdiri di atas sini.


Aku bersyukur karena Reynard ternyata membeli dua tiket untuk ku dan dia sebelum ramainya diburu orang. Dari atas sini terlihat di bawah sana banyak sekali orang yang datang berkunjung, menanti festival dimulai. Banyak juga tenda-tenda yang berdiri, sebagian dari mereka berniaga supaya pulang tidak membawa tangan kosong.

__ADS_1


"Sebentar lagi, tinggal menghitung menit dari sekarang, festival akan dimulai"


Degup jantungku serasa berhenti ketika aku mendengar kalimat itu. Sebentar lagi? Kupikir menunggu waktunya tiba memerlukan waktu yang cukup lama, ku lirik jam tangan yang ada di pergelangan tangan kiriku, ternyata benar, tinggal beberapa menit lagi sudah tengah malam dan itu artinya festival akan dimulai.


Segera ku perbaiki posisi duduk ku, lalu mulai menyalakan kamera ku yang sudah siap di depan ku dengan disangga oleh sebuah tripot. Jantungku semakin berdetak kencang, apa ini? Aku hanya akan menyaksikan sebuah momen yang sangat langka, tetapi mengapa suasananya beda?


"Zulfa bersiaplah!"


Aku tersentak ketika mendengar suara itu. Terbangun dari lamunan tak jelas arahnya.


Satu..


Dua..

__ADS_1


Tiga..


__ADS_2