
"guys nanti turunkan aku disebelah situ aja ya.."
ucap Ara sambil menunjuk arah jalan
"oke baiklah.."
jawab Bian sambil melirik Ara dari kaca
"apa kau yakin tidak ingin diantar sampai rumah saja , Ara ?"
tanya Ayu
"tidak Ayu, aku naik angkutan umum saja. oke aku turun dulu ya.. makasi... daaaaaah"
sambil membuka pintu mobil milik Bian .
"ya hati-hati"
jawab Ayu dan Bian serempak.
'sebenarnya ini kali pertamanya aku merelakanmu pulang naik angkutan umum Ara , kau yang memintanya.. maafkan aku' batin Bian
Sementara Bian dan Ayu pergi, tak lama kemudian datanglah angkutan umum tersebut.
Ara pun melambaikan tangannya dan pak supirnya langsung menghentikan mobilnya.
Setelah sampai, Ara langsung jalan dari simpang untuk ke rumahnya. Perjalanan yang cukup jauh untuk pejalan kaki . Tak lama kemudian lewatlah se ekor anjing dihadapannya ..
deg..deg...serrr...
Jantung Ara tak karuan melihatnya, ia takut sekali apalagi jika sampai anjing tersebut menggigitnya, malah jalanan becek lagi..
"haduh sial sekali aku
guk..guk..gukkk...
"hei pergilah kau, aku tidak mencuri tulangmu hush hush" sambil mengisyaratkan dengan tangan .
tak lama kemudian pemilik anjingnya menghampiri Ara
"maafkan dog ku nona, ia telah mengganggumu.."
"ya baiklah, ayo cepat jauhkan dia dariku, jika tidak jantung ku akan copot melihatnya."
jawab Ara sedikit lega namun masih panik karena jaraknya dengan dog sangat lah dekat.
****
Tak lama kemudian ia mendengar ibu-ibu sosialita sedang ghibah, dan yang di ceritain itu adalah dirinya .
"lihatlah jeng, kasian sekali dia memaksakan diri untuk kuliah, dikiranya biaya kuliah itu murah apa?"
'"iya jeng, mana lah mampu dia membayarnya, bapaknya saja jarang sekali memberinya uang"
"benarkah ?"
"iya jeng aku lihat sendiri loh"
"kasihan juga ya jeng Oma nya, membiayain makan dia setiap hari, atau juga mungkin untuk jajannya pun ia minta pada Oma nya,"
"Malang sekali ya jeng"
"kita lihatlah nanti apa dia bisa lulus atau berhenti tengah jalan.."
"kalian tau gak jeng dia itu sempat jualan kemarin karena uang kuliahnya kurang"
"yaampun kasian ya jeng.. eh eh itu dia mulai dekat.."
Ara tak kuasa mendengarnya tapi ia memilih diam dan seolah tak mendengar apapun..
"ehemmmm.. permisi bu ibu.."
ucap Ara sambil senyum kecut saat melewati ibu-ibu tersebut .
"he iya nak Ara , kau sudah pulang.."
tanya salah satu dari ibu-ibu tersebut
"iya bu , mari.."
jawab Ara santai
"malang sekali anak broken home itu.."
ucap ibu-ibu itu kembali.
Ara yang mendengarnya sudah tak tahan lagi, ia langsung membalikkan tubuhnya
"maaf ibu, siapa yang kalian maksud itu? jika itu saya, saya mohon sekali untuk tidak menyangkut pautkan antara kuliah dengan keluarga saya. apa ada yang salah dari anak broken home ibu? bukankah anak brokenhome juga berhak sarjana?"
ucap Ara sambil meneteskan air matanya.
"oh bukan nak, itu bicarain tetangga sebelah sana" ucap salah satunya dengan gelagapan.
***
Sesampai di rumah Ara langsung mendatangi Oma nya
"Oma......."
ucap Ara sambil meluk Omanya
"cucuku sudah pulang.. hei kau ini kenapa?"
jawab Oma nya sambil memegang kepala Ara
"Oma , apa Ara dan Farhan yang menyebabkan ibu dan ayah berpisah?"
tanya Ara sambil mewek
"tidak sayang, memangnya kenapa?"
tanya Oma nya lagi
"terus apa harus Ara dan Farhan yang menanggung dosanya?"
tanya Ara kembali
"tidak nak... bahkan kalian sebenarnya adalah korban.".
jawab Oma nya singkat
"jika begitu apakah anak dari brokenhome tak boleh sarjana? tak boleh menggapai mimpi-mimpinya?"
tanya Ara sambil melepas pelukannya .
__ADS_1
"siapa yang bilang nak? hei lihat Oma sini.."
ucap Oma nya
Ara pun langsung melihat Oma nya..
"sayang, kau tak usah mendengar apa yang diucapkan oleh orang-orang. kau memang anak dari brokenhome tapi kau adalah anak yang hebat, kuat dan pintar. kau harus tunjukkan pada mereka semua kalau kau itu bisa! kau dengar itu? tak usah membalas ucapan mereka dengan ucapan juga, tapi balaslah dengan doa dan perbuatan. doa kan dia agar umurnya panjang agar dia bisa melihat keberhasilanmu nanti. kau paham nak maksud Oma?"
"iya Oma Ara paham, tapi Ara gak rela diomongin yang enggak-enggak."
jawab Ara sambil melepas pelukan nya.
"sudahlah, biar Allah saja yang membalasnya. kau pergilah wudhu, dan sholatlah.."
ucap Oma nya lembut.
"baiklah Oma..."
jawab Ara
Siang malam Ara terus memikirkan omongan dari Omanya .
'ya, benar.. aku harus bisa.
'kalian menyepelekan aku kan ibu-ibu? kalian harus membayar semuanya.
Karena memikirkan itu terus keesokan pagi nya badannya langsung panas, ia demam , mukanya pucat dan lemas sampai-sampai ia tak dapat bangun dari tempat tidurnya .
"Farhan coba kau lihat kakakmu dikamarnya, udah jam segini masih belum bangun juga?"
pinta Oma nya
"baiklah Oma"
jawab Farhan
tap tap tap...
tak berapa lama kemudian Farhan langsung menjumpai Omanya
"Oma , kakak sakit Oma.."
"benarkah? sekarang kau telpon kak Bian ya"
jawab Oma nya sambil melangkah ke arah kamar Ara .
Farhan langsung mengambil ponselnya dan memanggil Bian
⬆️"halo , kak Bian?"
⬇️"iya Farhan ada apa?"
⬆️"bisakah kau kemari sekarang kak? kak Ara badannya panas sekali."
⬇️" apa???! baiklah, tunggu aku ..."
*di dalam ruangan
Oma langsung memegang tangan dan kepala nya Ara
"astaga panas sekali"
"Oma, dingin Oma..."
ucap Ara
ucap Oma sambil memberikan selimut
"apa Oma? Bian? Ara tak mau Oma , itu akan merepotkan nya.." rengek Ara .
"sudahlah kau istirahat saja dulu, kita akan kerumah sakit nanti ."
jawab Oma nya sambil menelpon ibu nya Ara
"hah ini anak kebiasaan sekali tak pernah mau angkat telpon" gerutu Oma nya
"ada apa Oma?"
tanya Ara
"ini nah, ibumu tak angkat telpon Oma.."
jawab Oma sambil menunjukkan ponselnya.
"biarkan sajalah Oma , karena Ara hanya anaknya bukan pacarnya"
jawab Ara
"jaga mulutmu, walau gimana pun ia adalah ibumu"
ucap Oma nya
tiba-tiba masuklah seorang lelaki
"Ara kau tidak apa-apa?"
tanya Bian
"kau disini?"
tanya Ara lagi
"sudah lah jangan banyak bicara, aku akan menggendongmu"
jawab Bian
"aku bisa jalan sendiri"
ucap Ara
"diamlah, ikuti saja perintahku."
jawab Bian sambil mengangkat Ara ke mobil
***
sesampai di rumah sakit, dokter langsung memeriksa Ara yang terbaring lemas tak berdaya. setelah itu dokter langsung keluar dan menemui keluarga Ara .
ceklek...
pintu terbuka..
Dokter pun keluar dari ruangan. Oma , Bian dan Farhan langsung menghampiri dokter tersebut.
"dokter bagaimana keadaan cucu saya?" sambil menghampiri dokternya.
__ADS_1
"tenang Bu, dia baik-baik saja. ia hanya kecapekan dan banyak pikiran saja ." sahut dokter tersebut.
Oma nya langsung teringat dengan kejadian tadi siang
'astaga apa karena itu? keterlaluan mereka. bisa-bisanya bicara seperti itu didepan cucuku.
"apa kami bisa melihatnya dok?" tanya Bian
"tentu saja. tapi jangan menambah pikirannya ya mas, karena ia butuh banyak istirahat" sahut dokter.
"baik dok, terimakasih.." ucap mereka serempak.
"ya sama-sama. saya permisi dulu. mari..." sambil pergi keluar ruangan.
Dokternya pergi meninggalkan mereka, sementara Bian , Farhan dan Oma langsung masuk ke dalam ruangan Ara .
"Oma..."
panggil Ara.
"iya sayang"
jawab Oma
"apa kata dokter ?"
tanya Ara
"kakak itu kecapekan, banyakin istirahat"
jawab Farhan
"dan jangan kau fikirkan perkataan orang tadi siang, mengerti?"
ucap Oma nya
"baiklah"
jawab Ara
"sebaiknya kau istirahatlah dulu Ara , aku akan menjaga mu.."
jawab Bian
"tak perlu, kau pulanglah Bian , disini ada Farhan dan Oma ." sahut Ara
"tapi Ra..."
ucap Bian namun belum sempat melanjutkannya Oma nya pun memotong percakapan mereka
"nak Bian , terimakasih sudah mengantar kami.. sebaiknya nak Bian pulanglah dulu, hari sudah malam. esok kan nak Bian mau kuliah, sekalian izinin Ara ya..."
ucap Oma nya
"baiklah Oma, kalau begitu Bian pulang dulu Oma.. permisi.."
ucap Bian sambil mencium punggung tangan Oma nya Ara .
"kau istirahatlah , besok aku datang lagi"
ucap Bian dengan menepuk kaki Ara
"Awww! ya ya ya kau hati-hati dijalan .."
ucap Ara sambil melambaikan tangannya
'sepertinya Tuhan tak ingin kita berjauhan ya Bian huh
Ara pun beristirahat .
***
keesokan hari nya para ibu-ibu sosialita tersebut pun menjenguk Ara
tok
tok
tok
ceklek..
"Assalamu'alaikum Oma Ara..." sapa mereka
"waalaikumsalam , masuk bu.. wah ngerepotin ni..
ucap Oma
Ara yang sedang tidur mendengar suara itu langsung membuka matanya, tapi ia memutuskan menutup matanya lagi karena ia masih kesal dengan ibu-ibu itu.
'hah sial, untuk apa mereka datang? cepatlah kalian pulang, aku sungguh tak menyukai kalian.
"bagaimana keadaan Ara Oma?"
tanya salah satu ibu-ibu itu
"Alhamdulillah baik.. ia hanya dikagetkan dengan ocehan orang-orang yang tidak punya hati"
sindir Oma nya
"maksudnya bagaimana itu Oma?"
tanya mereka lagi dengan wajah ketakutan.
"iya maksudnya gini, Ara bertemu dengan orang gila saat diperjalanan pulang kemarin, tapi ya sudahlah aku juga gak tahu cerita yang spesifik nya gimana.."
jawab Oma nya dengan menyindir mereka .
"oh iya, ini buah dari kami untuk Ara, semoga cepat sembuh ya. kalau begitu kami pulang dulu ya Oma , jeng Lina mau jemput anaknya sekolah bentar lagi.."
ucap mereka
"terima kasih banyak ibu-ibu.. maaf ya ngerepotin, hati-hati dijalan.."
jawab Oma
Oma mengantar mereka sampai depan pintu, saat pintu tertutup tampak jelas Ara masih berpura-pura tidur.
"hei berhentilah bersandiwara"
tegur Oma nya
"Oma tau aku pura-pura tidur?"
jawab Ara sambil membuka matanya perlahan
__ADS_1
"ya Oma tau, mana ada orang tidur sambil kedip gitu hahaha kau ini kurang pintar acting."
jawab Oma Ara.