Berhak Sarjana

Berhak Sarjana
Part 32


__ADS_3

Ara terlihat sibuk membaca novel kesayangan nya karya dari Yuthika Sarah, kali ini judul yang ia baca adalah "a journey of halal".


Ara terlihat sangat mengagumi novel tersebut, dimana tokoh utama nya mendapatkan jodoh yang tak disangka-sangka. Bagaimana tidak?


Begitu banyak lelaki yang mendekati nya namun ia memilih percaya dengan takdir setelah ia patah hati.


Melalui sosmed dan hanya sebuah cv yang dikirimkan, pilihan nya langsung mantap ke lelaki tersebut .


jodoh itu unik, ketika kita berharap pada manusia Allah jauhkan dia dari kita, tetapi ketika kita berharap pada-Nya maka Allah datang kan dia atas izin-Nya. Masyaallah...


"hmmm pengen" ucap Ara seketika tanpa ia sadar.


"astaga, apa-apaan aku " ucapnya setelah sadar .


(sorry pake banget, untuk judul yang ini tiba-tiba kehapus sama author, tapi author janji setelah menyelesaikan judul "kau mendua" author akan buat ulang "a journey of halal" mungkin nanti akan dengan judul yang sama atau ganti judul, eum nanti author infoin lagi)


*****


Hari ini adalah hari Minggu, dimana saatnya mereka libur untuk catering. Ya, keseharian nya keluarga Ara selalu catering untuk memenuhi makanan nya , kecuali hari Minggu.


Ara mendatangi Oma nya Yang sedang menyiram bunga "omaaaa" sambil memeluk Oma nya.


Oma yang begitu kaget karena kedatangan cucu nya pun akhirnya tak sengaja menyiram Ara dengan selang yang ia pegang


"aisshhhh omaaaaaaa!!!!" teriak Ara .


Oma cekikikan melihat tubuh cucu nya yang sudah basah kuyup "rasain, siapa suruh ngagetin"


"Ara gak menjerit loh Oma, kenapa kaget, astagaaa" ucap Ara sambil berlari ke dalam.


"gara-gara Oma ini, Ara jadi mandi lagi huuuuh keselllll" teriak Ara.


Dengan sangat terpaksa akhirnya Ara mandi kembali, dan setelah selesai mandi ia mendatangi Oma nya lagi, tapi kali ini Oma nya sudah tidak menyiram bunga jadi untuk sementara Ara sedang aman.


"Oma, hari ini kita masak apa? ucap Ara dengan ketus.


"eh ada tuan putri yang mandi nya berkali-kali" goda Oma


"sekali lagi menggoda Ara, lihat saja apa yang akan Ara lakukan" gertak Ara.

__ADS_1


Oma mendatangi cucu nya itu " kenapa kau bertanya masak apa nak? apa kau ada ide?" tanya Oma nya dengan lembut


"sebenarnya Ara sedang tidak ada ide, tapi Ara bermaksud untuk memasaknya, lebih tepat lagi bahasanya adalah belajar masak heheheh" ucap Ara dengan senyum sumringah nya.


"huhhh dasar, kalau begitu kau belanja lah sana, terserah apa yang ingin kau beli " sambil tangan memberikan isyarat untuk pergi


Ara menghentikan langkahnya setelah ia sadar akan lupa sesuatu "tapi Oma...."


"gak ada tapi-tapi.. pergilah"


"anu Oma..." Belum sempat melanjutkannya, Oma Ara langsung saja memotong ucapan Ara.


"anu apa? katanya mau belajar masak? kenapa banyak alasan gini?" jawab Oma ketus


Ara semakin kesal melihat Oma nya yang dari tadi merepet tanpa sebab "aissshhhh uang belanja nya mana??? Oma ini nyerocos terus"


"oh iya, ini ambillah.. namanya juga nenek-nenek maklum dong lupa" jawab Oma nya malu


Ara pergi meninggalkan Oma nya "untung nenek, huh" ucapnya sambil berjalan.


"apa kau bilang?" teriak Oma nya.


Sampai lah Ara di pasar, ia celingukan kesana sini karena bingung untuk membeli apa. Akhirnya ia memutuskan untuk membeli cumi-cumi karena ia sangat menyukai nya.


Tak lupa juga Ara membeli cabai, bawang, tomat, kentang, Pete dan sayur kangkung.


Sesampai di rumah Ara meletakkan barang yang ia belanjakan tadi di atas meja , lalu ia mencuci tangan nya.


Tepat setelah itu, ibu Ara masuk ke rumah dan melihat putri nya sedang membereskan belanjaannya, lalu ia hampiri putri nya itu " Ara kau sedang apa?"


Ara melihat sekilas karena ia sedang sibuk membersihkan cumi-cumi.


"oh ini, Ara mau belajar masak Bu, kebetulan ibu sudah pulang, bisakah ibu mengajarkan Ara?"


lalu ibu nya tersenyum, ia tak menyangka putri nya sekarang sudah dewasa "tentu sayang, sebentar ya, ibu mandi dulu"


Ara menunggu ibu nya sambil menonton tv, tak lama kemudian ibu Ara telah selesai mandi..


"yuk" ucap ibu nya singkat.

__ADS_1


Ara mengikuti ibu nya berjalan ke dapur, kemudian ibu menyuruh Ara untuk nge blender cabai, bawang merah, bawang putih dan tomat.


"nak apa cumi-cumi nya sudah di cuci bersih?" tanya ibu Ara.


" tentu Bu" ucap Ara .


Kemudian ibu nya mengambil panci, lalu merebus air sampai mendidih, Ara hanya melongo melihat ibu nya .


"kau kenapa melihat ibu seperti itu?" tanya ibu nya heran.


"Ara, bingung Bu... kenapa ngerebus air?" tanya nya polos.


"oh, itu untuk cumi-cumi nya nak, biar hitam-hitam nya keluar, nanti jangan lama-lama ya, sebentar saja ngerebusnya" ucap ibu nya, Ara mendengar dengan sangat serius .


Setelah air mendidih Ara pun di suruh ibu nya untuk meletakkan cumi-cumi tersebut, dan di aduk sesekali.


Ibu nya sesekali mengawasi anaknya, "nak, kayanya udah bisa di angkat tuh" ucap ibu nya.


Ara menuruti semua perkataan ibu nya lalu mengganti kan panci tersebut dengan kuali yang bersih dan di letakkan nya di atas kompor.


walaupun Ara tidak mengerti masak, tapi ia tidak bodoh-bodoh amat. ia pun meletakkan minyak makan ke atas kuali dan ia tunggu sampai panas, kemudian ia menggoreng kan cumi-cumi tersebut sebentar saja sambil di aduk dan kemudian di angkat.


"widiiih pintar anak ibu, tanpa di suruh langsung di kerjakan"


pipi Ara memerah mendengar ucapan ibu nya


"hei, fokus dong, masa dibiarin aja?? masukin dong cabai nya sayang" ucap Ibu nya yang membuyarkan lamunan Ara.


setelah itu di tambahkannya garam secukup nya.


"nak kalau sudah banyak gelembung nya matiin ya , tandanya sudah matang"


Ara mengangguk pertanda mengerti.


"sudah Bu? gini saja? cumi-cumi nya kenapa gak di campur? tanya Ara


"ya, matikan dulu kompornya baru kita masukin cumi-cuminya"


"oh gituuuu " ucap Ara.

__ADS_1


Ara pun menuruti semua aba-aba dari ibu nya, sampai ia selesai memasak semua menu hari ini, termasuk tumis kangkung.


__ADS_2