
Ara memilih untuk pasrah dengan takdir karena baginya percuma saja marah toh juga tidak menyelesaikan masalah .
Setiap harinya ia hanya menghapal karena jadwal sidang sempronya tinggal 1minggu lagi. walaupun Ara pintar namun tetap saja dikondisi seperti ini sangatlah susah baginya memahami persiapan nya saat ujian nanti.
Ara paham betul kalau ayahnya sebenarnya sangatlah menyayanginya tapi setiap ia ingin menghubungi ayahnya Ara selalu teringat dengan kata-kata yang terakhir kali di ucapkan ayahnya .
Oma menghampiri cucunya yang terlihat membaca namun sebenarnya itu hanya modus. "apa kau dapat memahami isi dari buku itu?"
"omaa!!! sejak kapan disitu? "
tanya Ara yang tersadar dalam lamunannya .
Oma menggelengkan kepala melihat cucu kesayangannya itu "hmm kau ini, jangan menghayal nanti hilang cantiknya."
Benar saja , merah pipi Ara pun terlihat jelas setelah itu "Oma jangan jahil deh ."
"Oma cuma mau bilang, kalau mau baca buku dilihat dulu bukunya terbalik atau tidak, kasihan waktumu terbuang karena membaca tulisan yang terbalik." jelas Omanya sambil cekikikan.
Ara menepuk jidatnya yang tidak salah itu "astaga apa yang aku lakukan!?"
Oma menggelengkan kepalanya "cepat katakan, ada apa dengan mu sayang?" sambil mengelus rambut Ara .
Ara berusaha menahan air yang akan segera tumpah di pipinya "tak apa Oma, jangan khawatir"
"jangan bohong! tegas Oma yang melebarkan bola matanya .
Ara tak tahan menahan air matanya karena Oma yang selalu mendengar ceritanya terus saja memancingnya agar ia menceritakan kegundahannya .
"Oma apa Ara bisa lulus tanpa uang?"
"kau itu pintar, Oma percaya kau bisa! "
singkat Oma Ara yang berharap cucunya akan diam setelah itu..
Ara mengerutkan alisnya sambil cemberut "tapi Ara tak dapat membayar biaya nya Oma ..."
Oma paham betul dengan isi hati Ara , ia langsung memeluk cucu nya itu
"sayang.. kau harus percaya kalau kau bisa.."
Ara melepaskan pelukan Oma nya "bagaimana caranya Oma?? ayo katakan.."
Oma langsung duduk di sebelah Ara yang sedari tadi pura-pura membaca di atas tempat tidurnya
"nak, kau percaya tidak kalau Allah akan selalu bersama orang-orang yang sabar?."
Ara langsung mengangguk tanda ia percaya.
"kalau begitu perbanyaklah berdoa. karena Allah akan mengabulkan keinginan hambanya yang selalu datang padanya ."
"tapi Oma apa bisa uang jatuh sendiri dari langit?". tanya Ara dengan polosnya.
Oma tersenyum mendengar cucunya itu "kau ini seperti anak kecil saja, sudah Oma tinggal dulu.. sebentar lagi Tante kamu nelpon nih..."
"cieee yang diperhatiin anaknya..."
goda Ara yang melihat Oma pergi..
'tunggu... Oma bilang apa tadi?? Tante? bukannya Tante sedang melaksanakan haji ya? tapi apa sempat gitu nelpon ke sini?
__ADS_1
Ara mengejar Oma nya seperti ada pertanda baik yang akan menghampirinya . "Oma tunggu .."
Tapi ia kembali lagi ke kamarnya karena mengurungkan niatnya. Ara sebenarnya bisa saja meminta kepada tantenya itu karena memang beliau merupakan orang kaya . tapi biaya kuliah sampai wisuda bukanlah sedikit, betapa malunya ia jika harus meminjam kepada tantenya apalagi sampai meminta.
'hmm tidak
'tapi aku juga butuh uang itu
'apa nunggu mereka pulang ke Indonesia aja ya?
'aduh gimana ini..
ucap Ara sambil bercermin..
Ara memutuskan tetap kembali ke kamar Oma nya, ia ingin meminta saran dari Omanya yang paham betul dengan sifat anak cucunya.
"omaaaa.... "
"ada apa? baru juga jumpa udah kangen saja" ucap Oma nya menggoda Ara
"Oma ada yang mau Ara tanya
tanya Ara serius , Omanya memberikan isyarat dengan mengangguk..
"boleh gak ya kalau Ara minjam uang Tante? janji deh setelah kerja Ara cicil ntar..."
tanya Ara dengan memohon
Oma menggelengkan kepalanya "sayang, Oma sudah memberitahukan ini kepada Tante mu, Oma juga udah minta bantuannya.. tapi ia masih hanya diam saja, mungkin karena sedang ibadah disana.."
Ara mengangguk "tapi boleh gak kalau Ara nanti coba bilang ke Tante?"
membuat Ara langsung mencium pipi Oma nya..
Menunggu telepon dari tantenya itu membuat jantung Ara terpompa lebih cepat dengan muka yang pucat.. karena ini pertama kalinya ia meminta kepada tantenya itu .
'huh Ara jangan nervous..
'Pucuk dicinta ulam pun tiba'
ucap Ara yang mendengar ponsel Oma berdering.
"siapa nak?" tanya Oma nya dengan bingung
Ara mengambil ponsel milik Oma nya "ini Tante Oma, biar Ara angkat ya"
lalu Ara menempelkan ponsel tersebut ke telinga Oma..
📱📲
"assalamualaikum nak, apa kabar?"
"waalaikumsalam mah, Alhamdulillah.. sehat.."
"syukurlah nak"
Ya seperti itulah awal dari cengkrama mereka, lalu mereka asyik mengobrol dan membuat dag-dig-dug nya Ara sedikit berkurang .
Ara hanya mendengarkan ibu dan anak itu bercerita sambil membayangkan jikalau ia disana pasti bahagianya tak terkira , fikirnya.
__ADS_1
tak lama kemudian Oma melirik Ara "oh ya nak, ini Ara mau ngomong...
deg.....
Wajah Ara langsung pucat mendengarnya namun dengan spontan Ara langsung mengambil alih ponsel tersebut..
"Tante apa kabar?"
"baik Ara , gimana kuliahnya?"
jleb...
"itu Tan. anuu... itu..."
"jangan sungkan, ceritalah."
"maaf sebelumnya ya Tan, bukan maksud lancang... tapi boleh gak Ara minta bantuan Tante? untuk kali ini aja..."
"ayo ceritakan lah.."
"begini Tan, Ara sudah berhenti kerja karena ingin fokus kuliah, tapi Ara lupa kalau Ara tak ada tabungan untuk itu.. boleh gak Ara minjam uang Tante? maaf Tan bukan sok-sokan, tapi Ara janji Ara bakal ganti kalau Ara sudah tamat nanti dan memiliki pekerjaan.."
"oh gitu, nanti Tante hubungin lagi ya.. Tante bicarain dulu dengan Om."
"iya Tante makasih ya, salam buat Om... Ara segan mau ngomong sama om .."
"iya nanti disampaikan.."
Ara langsung memberikan ponsel nya kepada Oma karena sudah tak tahan lagi dengan tangisan nya yang semakin pecah..
Beribu pertanyaan ada dihatinya sampai hari berganti dan waktu berputar.. akhirnya setelah lama menunggu Tante nya memberikan pesan di ponsel milik Oma Ara itu tentu saja membuat jantungnya seperti ingin joging..
isi pesannya :
"Mah pinjam dulu uang mamah untuk Ara lima ratus ribu rupiah, karena disini juga tidak ada bank jadi gak bisa ngirim. ntar setelah balik ke indo bakal diganti kok hehehe "
Betapa kagetnya Ara mendapatkan pesan itu, karena jujur saja itu sudah lebih dari cukup untuknya saat ini.
Ara langsung melompat kegirangan membuat yang lain ternganga melihatnya "aku senang aku senang"
Oma yang melihatnya langsung menjewer Ara sampai cucunya itu kesakitan "aduuuh aduuh... ampun Oma ..."
"stop Oma, jangan menghukum ku karena Ara sedang bahagia hari ini.."
sambungnya lagi membuat Oma nya tersentak melepaskan jeweran..
"kau ini kenapa?"
tanya Oma nya bingung
Ara menunjukkan pesan dari Tante nya di ponsel milik oma
"Oma lihat ini, Tante baik sekali ya... "
sambil senyum senyum..
"syukur lah.. kau pergunakan ini sebaik-baiknya ya.."
jelas Oma yang meninggalkan Ara untuk mengambil duitnya, sementara Ara masih dengan senyum sumringahnya .
__ADS_1