
"kak kenapa tiba-tiba kau menginginkan gorengan?" tanya Farhan sambil mengemudi.
"apa urusanmu???"
"astaga aku hanya bertanya kak"
"ya itu sama sekali tidak penting Farhan, fokuslah menyetir dan jangan banyak tanya."
"kau ini sedang pms ya? hah dasar wanita!"
seketika pukulan melayang ke kepala Ara yang dilapisi oleh helm tersebut "auuuhhh, terimakasih untuk mu helm karena kau menyelamatkan kepala ku" lirih Farhan
***
Kini Ara tertidur dengan lelapnya sampai ia mimpi indah bagi hati nya namun menjadi mimpi buruk untuk takdir.
"astaghfirullah, mimpi itu" Ara tersentak dan langsung duduk di atas ranjangnya.
"tapi aku harus istighfar atau masyaallah ya? ckckck" ucap Ara sambil cekikikan.
Pasalnya baru saja ia mimpi menikah dengan Rayhan, memakai gaun berwarna coklat susu, juga hijab beserta khimar nya. Ya di mimpi itu ia memakai Khimar dan terlihat sangat cantik, ditambah lagi mahkota mini yang memperlengkap kecantikan nya seperti bidadari yang turun dari langit.
"kenapa aku pakai Khimar ya? apa jangan-jangan ini pertanda agar aku harus merubah pakaianku menjadi lebih baik lagi?"
Ara berdiri tepat didepan cermin "hmm baiklah Farasya Aflah, mulai besok buanglah celana jeans ini, dan mulai memakai gamis, iya Farasya... kau harus melakukannya!"
Karena mimpi itu membuat ia tak bisa tidur kembali, karena ia tiba-tiba memikirkan orang yang ada di mimpi nya.
Ara lalu pergi ke kamar mandi dan mengambil air wudhu, ia berencana untuk sholat tahajud karena ia sudah bingung sekali kenapa lelaki itu selalu mengganggu pikiran nya bahkan sampai ke mimpi.
Setelah sholat Ara menangis tersedu-sedu sambil berdo'a "ya Allah ya Tuhan ku, aku mohon padamu tunjukkanlah padaku kebenaran atas apa yang selama ini kurasa kan. Aku memang sangat mencintai nya, namun jika memang dia jodohku dekatkanlah kami ya allah dan jika dia bukan jodohku maka jauhkanlah perasaan ini dan datangkan lah kepadaku lelaki yang baik agama dan akhlaknya ya Rab, karena kau maha mengetahui segala takdir atas umatmu, aamiin.".
__ADS_1
benar saja setelah selesai sholat Ara merasakan ketenangan di jiwa nya, dan perasaan yang sebelum nya nyesek kini berubah menjadi legah.
"Alhamdulillah" gumam nya
Kemudian ia lanjut dengan membaca Alqur'an sampai ia tertidur.
*****
Hari berganti, seharusnya pagi ini adalah pagi yang cerah secerah cuaca nya. tapi bagi Ara cerah nya kali ini menandakan panas, entah itu cuaca atau perasaan nya yang akan panas.
dddrrrrddddd ddddrrrrrrddddd
ponsel Ara berbunyi, ia langsung mengangkat tanpa melihat siapa yang menelpon karena ia masih terjaga dalam tidur nya.
"holaaaa siapa ni?" tanya Ara dengan suara masih berat.
"assalamu'alaikum dulu anak gadis" sahut seseorang dari balik ponselnya.
"hei nak, kau baru bangun??" tanya Ayah.
"what? ayahhhh???" Ara langsung terbangun dan duduk di pinggir kasur nya.
"kenapa kau seperti melihat hantu?" tanya ayah.
ya karena Ara mencium aroma hantu disebelah ayah, benarkan yah? hantu nya disebelah? iya , itu.... istri ayah Tercinta, pasti di sebelah ayah.
"ehmm enggak ayah, itu tadi... anu... emmm Ara mimpi" jawab Ara terbata-bata.
"nak???" sapa Ayah
"ada apa yah?"
__ADS_1
"bisa kah kau mentransfer kan ayah uang? 100rb saja, ayah sedang tak pegang uang nak"
jleb...
Tuhan aku ingin menangis!!!! ini sekarang mana bapak mana anak??? kenapa yang meminta malah bapak nya? oh ayah putri mu ini saat ini adalah pengangguran loh, apa ayah tau????
Sebenarnya Ara masih memegang banyak uang, sisa dari uang wisuda yang diberikan oleh Tante nya. Namun Ara tak ingin menghambur-hamburkan begitu saja, walaupun sekedar untuk membantu ayah nya.
Jika hanya meminta sesekali mungkin Ara dengan senang hati memberikannya, namun ini seperti orang yang dikasi hati minta nya jantung, benar-benar tak bisa dibantu menurut Ara.
"ayah, masih ingat gak kapan terakhir kali ayah memberikan Ara uang?" tanya Ara dengan lembut
"ayah lupa, tapi tolonglah ayah kali ini saja" ucap ayah memohon.
"tapi Ara tidak bekerja ayah, bagaimana mungkin Ara mendapatkan uang? maafkan Ara , ayah"
"oke kalau begitu, anggap aja ayah tidak ada"
jlebbb....
"oke" ucap Ara dengan kesal nya
Ara mematikan ponsel dan melempar kan nya ke arah dinding , seketika tangisan nya pecah.
"huaahhhhhhhhhh apa ini yang dinamakan sakit tapi tidak berdarah? sakit banget yatuhan, kenapa aku punya orang tua yang tak pernah mengerti aku? bagaimana mungkin ia percaya aku memiliki uang sementara dia tau anaknya ini tidak bekerja???"
tangisannya semakin pecah "apa ini tanda nya ayah menyuruhku untuk bekerja apa saja yang penting menghasilkan uang? Tuhan, jika aku boleh memilih, aku tak ingin di lahirkan, dan jika aku akan dilahirkan aku tak akan mau ditakdirkan menjadi anak mereka, sungguh..." lanjutnya.
Tapi Ara tahu jika ayah nya marah itu tak akan lama, sedangkan Ara juga punya hati, sering sekali ia sakit hati saat mendengar ucapan ayah nya itu.
Ara tak memperdulikan ayahnya yang sedang marah itu, karena ia tahu secepatnya ayah nya akan menghubungi nya lagi dengan nada yang berbeda, tak dingin lagi.
__ADS_1