Berhak Sarjana

Berhak Sarjana
Part 19


__ADS_3

Hari berganti tak terasa tinggal menunggu jam lagi Oma kembali ke tanah air setelah menunaikan ibadah umrah nya. Ara sangat bersemangat menyambut kedatangan Oma pasalnya karena ia pasti di bawakkan oleh-oleh . ya itulah yang diharapkan Ara .


Sangkin semangatnya Ara dan keluarga datang lebih cepat daripada daratnya pesawat Oma di bandara. Akhirnya Oma datang dan mereka kembali pulang .


Sesampai dirumah sudah ada beberapa anak yatim menunggu di ruang tamu karena Oma berencana akan mengundang anak yatim untuk acara syukuran sederhana.


****


Ara sangat senang sekali karena akhirnya Ara memiliki sajadah yang ia idamkan setelah melihat oleh-oleh dari Tante nya untuk Oma kemarin .


Saat memandangi sajadah Ara teringat sesuatu "apa Oma lupa dengan doa yang Ara titipkan?".


Oma menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Ara "heh kau ini, bikin kaget saja. sudah Oma sampaikan, tak perlu khawatir."


Ara bernapas lega dengan segera ia mencubit gemes ke pipi nya Oma "telimakaciii nenek gemezzzzzz"


Ara sengaja memanggil Oma dengan panggilan nenek karena beliau sangatlah kesal dipanggil nenek, alasannya karena sebutan nenek kaya tua tua gimana gitu... hehehe


Tentu saja Oma tak tinggal diam ia segera ingin memukul Ara tapi Oma kalah cepat dengan Ara yang sudah buru-buru kabur.


****


keesokan harinya seperti biasa Ara menikmati makan malam bersama dengan Oma dan Farhan, sedangkan ibunya pergi entah kemana .


Menu hari ini adalah sambal cumi-cumi kesukaan Ara .


Oma melihat cucu kesayangannya itu makan dengan lahap "Ara ngomong-ngomong soal jodoh, Oma ada kenalan kemarin saat umroh"


"uhuk uhuk" Ara keselek mendengar nya dan langsung minum.


"apa Oma? gimana maksudnya tadi?" tanya Ara serius.


"jadi saat Oma mau keliling Ka'bah Oma susah jalan, akhirnya Oma nyewa kursi dorong beserta yang mendorongnya "


"terus Oma? terus?"


"ya terus Oma minta nomor teleponnya. Oma cerita banyak hal dengannya. dia orang indonesia yang sedang kuliah dan bekerja disana. katanya sih dia gak mau pacaran... "


"oh gitu" Ara melanjutkan makannya..


"gak pengen kenalan gitu? kan sama-sama gak mau pacaran tu kali aja bisa temenan" tanya Oma .


Ara tak merespon kalimat dari Oma nya karena emang dia kurang tertarik untuk dekat dengan laki-laki saat ini.

__ADS_1


"sebenarnya Oma pengen banget punya cucu menantu calon ustadz" lanjut Oma .


uhukkkk...


Ara tersedak semakin menjadi ia shock sekali mendengar ucapan Oma nya yang menurutnya kode dari Oma terlalu dini untuknya.


"kalo untuk menantu kapan-kapan la ya Oma, tapi kalo untuk berteman boleh lah" sambil tersenyum tipis


Oma mengambil ponselnya "ini nomernya Ara chat aja lah nak ya, anaknya sangat ramah dan sopan nak "


Ara menggelengkan kepalanya sambil mengetik nomor pria itu di ponselnya .


"nomornya jangan dijadikan pajangan ya nak hihi" goda Oma nya.


"eum buat nakut-nakutin tikus boleh kali ya " bisik Ara sambil makan yang membuat Oma nya melotot.


*****


4hari sudah nomor itu berada di ponsel Ara namun Ara masih belum mengirimkan pesan padanya, akhirnya di hari kelima Ara memberanikan diri untuk mengirim chat kepada lelaki itu .


assalamu'alaikum, nama ana Ara , ana cucu dari Oma yang antum dorong kemarin..


Akhirnya kalimat itu yang dikirim Ara setelah beratus kali kalimat yang ia gonta ganti sejak tadi.


'hah lelaki ini sombong sekali, sok kecakepan banget sih ih nyesel gue nge chat dia' gumam Ara.


satu jam, dua dan tiga jam.. akhirnya pesan pun dibalas oleh lelaki itu..


waalaikumsalam... salam kenal ya Ara, nama ana Rayhan. mohon maaf ana telat membalasnya karena tadi ana sedang belajar di madrasah . Oma bagaimana kabarnya?


''sepertinya Oma benar juga, anaknya sopan. kenapa aku jadi penasaran ya? baiklah untuk berteman kurasa tak masalah kali ya, malah beruntung juga jika aku punya kenalan yang pintar agama jadi bisa tanya-tanya seputar agama..."


Alhamdulillah Oma sehat


jawaban singkat ini tak dibalas dengan lelaki yang bernama Rayhan dan itu membuat Ara sedikit kecewa. tapi keesokan harinya Rayhan mengirimkan pesan padanya


assalamu'alaikum Ara, sedang sibuk gak?


deg....


jantung Ara berdebar lebih kencang, pasalnya sebelum ia mengirim pesan pada Ara ia terlebih dahulu sudah chat-an dengan Oma Ara yang baru saja ia baca isinya .


R: assalamu'alaikum Oma , sehat-sehat aja kan? oh iya Rayhan udah kenalan dengan cucu Oma , namanya Ara bukan?

__ADS_1


O: waalaikum salam, iya Rayhan itu cucu Oma. Alhamdulillah Oma sehat , Rayhan gimana?


R : Alhamdulillah Oma Rayhan juga sehat. Oma Rayhan mau nanya nih Oma tapi jangan bilang dengan Ara ya...


O : tanya aja nak..


R : Rayhan pengen berteman dengan Ara, tapi mengingat Rayhan sangat sibuk dan susah memegang hp, apa itu gak membuat Ara menjadi kesal?


O : tenang saja nak Rayhan, Ara pasti mengerti . Oma yakin kalian bisa menjadi teman yang baik .


R : terimakasih banyak Oma maaf mengganggu istirahatnya ya...


O : tak apa nak, sering-sering saja kita ngobrolnya hehehe.


R : baik Oma..


ya seperti itulah isi chat nya yang panjang kali lebar membuat Ara bertanya-tanya ada apa dengan lelaki ini sebenarnya.


Kembali lagi ke pesan dari Rayhan , Ara tidak membalas pesan Rayhan dan itu bukan karena ia sedang sibuk melainkan karena ia sengaja untuk balas dendam.


'kau mengirimkan pesan padaku bukan? hmm kebetulan sekali, aku akan mengulurkan waktu juga untuk membalasnya!!' ucap Ara dalam hati.


Setelah beberapa jam Ara membalas pesan dari Rayhan "waalaikumsalam Rayhan, tidak terlalu sibuk, kenapa ya?"


Sebenarnya ada rasa tidak tega untuk membalas pesan tersebut dengan mengulurkan waktu bagi Ara, tapi rasa ego nya lebih tinggi dibanding itu semua.


ya kali cewe deluan yang berharap? hmm ya begitulah pikiran Ara saat ini. Karena jujur saja, berkenalan dengan lelaki ini sangat membuatnya tertantang.


deggg...


jantung Ara terus berdebat lebih cepat, dan sekarang Ara menjadi gelisah ketakutan..


"ada apa dengan jantungku?"


" apa aku ada riwayat penyakit jantung?"


ya begitulah pikiran Ara saat ini sambil memandang ponsel yang tak kunjung berbunyi . apa Ara sudah mulai bucin??? astaga Ara ini ada-ada saja.


Beberapa detik kemudian pesanpun dibalas dengan Rayhan, sontak saja ia berlompat-lompat di atas kasurnya sangkin bahagianya. Beruntunglah pintu kamar sudah dikuncinya dari dalam, jika tidak? hancurlah kepercayaan yang diberi oleh keluarganya.


*****


~jika memang ini cinta maka tumbuhlah dengan baik, bersabarlah dengan keadaan~ Ara

__ADS_1


__ADS_2