
*****
'halow motorku tersayang, kau kenapa mogok? kau tahu tidak kalau hari ini majikanmu mau kuliah hah?.
Sebenarnya Ara ingin sekali menghubungi Bian untuk menjemputnya, tapi Ara sadar nantinya akan ada hati yang tersakiti. Ayu dan Bian baru saja pacaran, keduanya adalah sahabat Ara jadi sebisa mungkin Ara tak mau menyakiti sahabatnya.
'hmm baiklah Ara kau harus naik angkutan umum .
Ara pun berjalan ke simpang , sekitar 15 menit ia menunggu dan akhirnya datanglah angkutan umum (angkot) yang tujuannya mengarahkan ke kampusnya. Saat mobilnya berhenti Ara dikagetkan dengan banyaknya manusia didalam, belum lagi ada uwak-uwak makan sirih juga memakai sepatu boot dan bauk ikan yang pastinya mereka mau ke pasar.
'astaga mimpi apa aku tadi malam'
sambil menepuk jidatnya
tin ..
tin...
"kak jadi naik gak?"
kata supir angkot tersebut dengan nada tinggi
Ara tersadar dalam lamunan nya .
"eh iya, jadi bang.."
jawab Ara sambil naik dan duduk di pinggir. ia sengaja duduk di pinggir agar terkena angin sepoi-sepoi untuk menghilangkan bau yang beragam didalamnya.
Ara emang bukan berasal dari anak orang kaya , bahkan ia sudah terbiasa naik Angkutan Umum sejak SMP.
Akhirnya ia sampai di kampus nya, ternyata Bian melihatnya turun dari Angkutan Umum tersebut.
"Araaaaa"
teriak Bian sambil mengangkat tangannya
'astaga Bian? apa dia melihatku turun dari angkot tadi? aduh gimana ini???'
ucap Ara dalam hati , ia mulai panik karena mengenali suara tersebut.
Ara berpura-pura mencari sumber suara tersebut tapi ia tidak mendatangi Bian walau sebenarnya ia tahu itu suara Bian yang tak jauh darinya. Ara sengaja melakukan itu karena ia tahu jika nantinya Bian akan menanyakan kenapa Ara tidak menghubungi nya jika ia tidak membawa motor.
Sampailah Ara di kelas nya , ia melihat Ghina Amel dan Ayu sudah ada di dalam kelas, dengan cepat Ara langsung duduk di bangkunya yang berada di sebelah Amel .
"kau ini kenapa? habis joging kah?"
tanya Amel yang melihat Ara aneh
"aku naik angkot, motorku mogok huh..."
jawab Ara dengan nafas terengah-engah
"astaga, ayo cepat minum ini"
sahut Ayu sambil memberikan Ara air mineral
"terimakasih yu, kau peka sekali"
ucap Ara menggoda ayu .
"eh eh tapi aku gak bauk ikan asin kan guys?"
tanya Ara sambil mencium lengan bajunya
Amel , Ghina dan Ayu langsung tertawa
"ha...ha..ha...
"aku ingin jujur tapi aku takut dosa" goda ghina
"hei... kau!!"
ucap Ara
"sudah sudah, pakailah ini.."
ucap Amel sambil menyodorkan parfumnya.
"terimakasih Amel sayang" sambil mengambil parfumnya.
"cihh .. jijay"
__ADS_1
ucap Amel yang geli mendengarnya , dan giliran Ara yang tertawa.
Tiba-tiba Bian sampai dikelasnya, ia langsung menyapa kekasih nya...
"halo sayang..."
ucap Bian
"hai yang.."
jawab Ayu.
"ehem... disini ada orang kali" sahut Amel
"halo Amel ganteng.."
goda Bian
"apa kau ingin merasakan tendanganku Bian?
ucap Amel
"sabar sabar.."
Sahut Ghina dan disusul oleh Ara yang mengelus punggung Amel . sementara Ayu dan Bian senyum-senyum mendengarnya.
"oh ya Ra, tadi aku lihat kau turun dari angkot ya?"
tanya Bian
"oh itu , motorku mogok . mungkin ia lelah.."
jawab ara dengan santai.
"kenapa kau tidak menelpon ku saja?"
tanya Bian.
jleb...
'tuh kan apa kataku.. oh Bian kau kenapa nanya seperti itu? apa kau tahu saat ini Ayu sedang melirikmu? ha?
"hmm.. aku.... oh iya ponselku ketinggalan.."
Amel yang mengetahuinya pun langsung mengalihkan pembicaraan
"Bian, apa kau masih ingin interogasi Ara terus? cobalah lihat kedepan, pak Sutris sudah datang, heh kau ini ada-ada saja.."
Bian akhirnya menghentikan pertanyaannya, dan langsung mengalihkan badannya ke depan.
"huh syukurlah"
ucap Ara dengan pelan sambil mengacungkan jempol untuk Amel.
Pak Sutris selaku dosen prodi mereka itu pun langsung membagikan hasil ulangan mereka Minggu lalu. Ara dan Ghina memperoleh nilai tertinggi dikelasnya .
Hari yang melelahkan bagi mereka karena memiliki jadwal 4 matakuliah hari ini yang mana 1 mata kuliahnya adalah hasil dari lebihnya nilai mereka yang memiliki kelebihan 3 SKS dan mereka memilih untuk ambil semester atas.
setelah selesai kuliah mereka memutuskan untuk pulang..
"Ara yuk pulang bareng kami"
ucap Bian sambil memegang tangan Ayu
"iya Ra, yukk.."
Sahut Ayu
"apa kalian sudah kehilangan akal? aku juga tidak mau jadi nyamuk.."
goda Ara
Bian dan Ayu langsung saling melirik..
"hei, aku cuma bercanda...maaf guys aku gak bisa gabung kali ini, karena aku.... oh iya aku sudah janji dengan Ghina untuk pulang bareng dia, iyakan ghi?"
ucap Ara sambil memberi kode pada Ghina..
"apa? aku? ha? ohiya, astaga aku hampir aja lupa.. kita jadi pulang bareng kan Ra?"
ucap Ghina dengan gugup.
__ADS_1
"eh tapi kok tumben?"
ucap Ayu
Melihat Ara dan Ghina yang diam dan hanya bertatapan karena tak tahu mau jawab apa, Amel yang mengerti kode mereka pun membantu nya untuk bicara,
"kalian ini seperti hakim saja, sudah lah kalian pulang saja deluan, biarkan Ara bersama Ghina ..
ucap Amel sambil mendorong Bian dan Ayu.
"hmm baiklah, kami deluan ya.. kalian hati-hati.."
ucap Ayu.
sementara Bian hanya diam dari tadi, seperti ada yang dipikirkannya , tapi ia tak mau bicara.
"huh untung saja.."
ucap Ara yang menghela napasnya sambil melihat Bian dan Ayu pergi.
"mau sampai kapan Bian seperti itu padamu Ra?"
tanya Amel
" ah entahlah aku juga bingung, sebaiknya aku jaga jarak saja. kalian pada tahu kan ayu gimana? dia itu baperan, aku tak mau saja hanya karena laki-laki persahabatan kita jadi renggang."
jawab Ara.
"kami akan membantumu Ra jika kau membutuhkan kami.."
ucap Ghina
"tentu saja guys, kalian the best.."
jawab Ara sambil menepuk punggung Ghina dan Amel dengan pelan.
"apa kau jadi pulang denganku Ra?"
tanya Ghina
"tidak, kau antarkan saja aku sampai simpang tapi kalian tungguin aku ya sampai mobil angkotku datang hehe"
ucap Ara dengan lembut sambil menggaruk telinganya
"baiklah nyonyaaa"
ucap Amel dan Ghina .
****
Saat di perjalanan pulang Ara mendapatkan pesan dari Bian di ponselnya, Ara membukanya dan lupa kalau ia menyembunyikan ponselnya di depan Bian.
📥 Ara ternyata kau membohongiku, teganya kau...
Ara tidak membalasnya karena ia bingung mau balas apa, akhirnya ia mendapatkan pesan lagi dari Bian
📥 "hoho bagus nona Farasya, katamu ponselmu ketinggalan lalu siapa yang membaca pesanku ini nona??"
Ara langsung menepuk jidatnya, ia sadar kalau ia tak pernah berhasil membohongi sahabatnya itu. dengan berat hati ia pun membalasnya
📤 "maaf Bian, ternyata ponselku ketimpa buku, aku baru saja menyadarinya.."
📥 "kau mencoba menipu ku lagi Farasya?
📤 "hei kau ini kenapa Bian? ayo cepat katakan apa maumu?
📥"katakanlah padaku, apa salahku?
📤"kau tidak salah, lalu apa masalahmu sekarang?
📥"kau bukan seperti Ara yang aku kenal, apa yang kau ingin kan dariku?
📤 "apa kau benar-benar ingin mengetahuinya?
📥 "ya tentu saja, ayo katakanlah
📤 "baiklah, aku ingin kau jangan berlebihan memperlakukanku Bian, tak usahlah bersikap baik denganku, kau harus mikirkan perasaan ayu Bian..
📥 "jadi itu masalahmu?
📤 "Tentu saja
__ADS_1
📥 "oke baiklah jika itu maumu, aku akan mencobanya. tapi jangan salahkan aku jika aku tak bisa. kau pasti tau apa yang kurasakan saat ini. jaga dirimu baik-baik ya.