Berhak Sarjana

Berhak Sarjana
Part 17


__ADS_3

Hari berganti, beberapa jam lagi ia harus menghadapi sidang sempro nya. Ara sudah bersiap-siap dengan memakai kemeja putih rok hitam dan jilbab berwarna hitam, tepat seperti orang yang ingin melamar pekerjaan.


Ara duduk di tepi sambil menghapal bahan yang akan ia sidangkan nanti, beberapa temannya sudah berada di dalam ruangan termasuk Bian karena gilirannya dibuat acak oleh dosen mereka .


Tak lama kemudian Bian keluar dengan tampan gagahnya yang terlihat jelas kalau ia sudah sangat lega karena sudah sidang. Bian menghampiri Ara yang sedang menghapalkan bahan sidangnya .. "Ara semangat!!!!"


Ara yang tersadar dengan kedatangan sahabatnya langsung menarik Bian ke sebelahnya untuk duduk "gimana gimana?? cerita dong"


Bian berpura-pura tidak tahu dengan maksud Ara, ia menggeleng kan kepalanya "gimana? apanya yang gimana???"


Ara menepuk pundak Bian dengan kesal "jail banget sih"


Bian tersenyum melihat gadis yang amat ia sukai itu cemberut, baginya Ara sangat manis ketika ia sedang marah "jangan cemberut gitu, nanti aku gak bisa move-on"


Ara melotot ke arah Bian "apa kamu bilang?"


"hmm bukan apa-apa, ayo tadi kamu mau nanya apa? " tanya Bian mengalihkan pembicaraan..


Ara menepuk jidatnya "oh iya aku sampai lupa, apa mereka menyusahkan mu? maksudku apa mereka membuatmu tegang?"


Bian menggelengkan kepalanya "hei apa yang kau tanya? kenapa terbelit gitu?"


"kau pasti tahu apa yang aku maksud" ucap Ara sambil melirik


Bian tersenyum melihat sahabatnya yang ternyata sejak tadi malu dengan ceplosnya "baiklah aku jawab, kau tenang saja Ra kau harus relax didalam.. fokus dengan apa yang sudah kau ingat, kuncinya satu... jangan grogi, kau pasti bisa , semangat!!!!"


Ara terkesima dengan Bian yang menyemangatinya tak perlu dipungkiri lagi mendengar ucapan Bian itu nerveous nya berkurang "terimakasih ya Bian"


Bian tersenyum melihatnya "semangat ya sebentar lagi giliranmu.. "


yang dibalas Ara dengan senyuman.


Tak lama Kemudian "Farasya Aflah"

__ADS_1


panggil dari salah satu dosen yang bertugas hari ini.


Ara masuk ke dalam dan benar saja ada banyak dosen didalam dengan menguji satu mahasiswa masing-masing. Ara mengingat dengan jelas apa yang sudah dikatakan oleh Bian tadi yaitu jangan gugup .


Akhirnya Ara berhasil dengan nilai yang cukup memuaskan, semua sesuai dengan yang direncanakannya.


****


Ara kembali ke rumahnya tentu dengan senyum kebahagiaan yang ia peroleh hari ini . Ara langsung mencari Oma nya untuk memberikan kabar bahagia ini .


Saat Ara pergi ke kamar Oma nya ia melihat Oma sedang duduk di dekat jendela sambil menelpon dan menikmati pemandangan yang tak ada menariknya karena juga hanya rumah orang yang terlihat disitu.


Ara menghampirinya "omaaaaa"


"hei sayang, kamu sudah pulang" ucap Oma nya dengan menjauhkan sedikit teleponnya.


Ara mengangguk "siapa Oma?" tanya Ara tanpa mengeluarkan suara .


Oma langsung menunjukkan ponselnya seperti kode untuk Ara dan dibalas dengan anggukan pertanda ia mengerti.


"iya nak" jawab Oma .


"kasihan bentar dong ponselnya" ucap Tante dari telepon.


Ara langsung mengambil ponselnya "hai Tan apa kabar?"


"baik, Ara gimana kuliahnya? oh iya Tante dan om sudah sampai di indo dengan selamat."


jelas tantenya.


"Alhamdulillah Tante, semua berkat Tante.. terimakasih banyak ya Tan.."


ucap Ara

__ADS_1


"ada yang mau Tante omongin.."


jelas Tante yang membuat Ara menjadi dag Dig dug serrrr.


"ada apa Tante?" tanya Ara dengan muka tegangnya..


"Tante udah ngomong dengan Om.."


degggg


'ngomongin apa nih? aduh aku kok takut gini jadinya astaga araaaa...


"i--- iya tan?"


"Tante akan ngebiayain kamu sampai kamu lulus nanti, uangnya akan di transfer ke Oma ."


Tangisan Ara pecah saat itu juga karena ia tak menyangka takdirnya tak seburuk yang ia bayangkan.


Ara langsung sujud syukur karena ia sangat senang saat ini "terimakasih banyak ya Tan... Alhamdulillah ya Allah"


"Ara yang rajin kuliahnya, jangan dipikirin yang aneh-aneh karena soal biaya udah aman , yang terpenting adalah Ara harus fokus! jangan malu-maluin Tante.. apa kau mendengar ucapan Tante? " tanya Tante


"iya Tante Ara gak akan ngecewain Tante..."


"Ara gak perlu juga ganti uang Tante dan Om, cukup Ara membantu Tante untuk jagain Oma aja selama Ara disana.. mengerti?"


Ara mengangguk "mengerti Tan, terimakasih banyak ya Tan.. semoga Allah mengganti nya dengan berkali lipat."


"aamiin.. yasudah teleponnya kasih Oma lagi, kamu mandi gih baru pulang kan? selamat atas sidang sempromu hari ini ya..."


"oke Tante ku terbaik, salam buat Om yang gak kalah baik ya, love banyak banyak buat kalian.."


goda Ara

__ADS_1


"kamu ini!!! ucap Tante nya sambil tertawa.


Ara kembali ke kamarnya dengan senyum sumringahnya 'ternyata benar, tuhan selalu bersama orang-orang yang sabar. rezeki anak Sholehah gak kemana ya hihi... rezeki itu gak tahu datang dari mana aja, yang jelas tuhan pasti sudah menakar rezeki kita tanpa kita tahu dan dengan orang yang tak kita sangka juga. terimakasih ya Rab..." gumam Ara.


__ADS_2