
Pengalaman diambil dari masa lalu, dan masa lalu tak perlu di ulang hanya saja ambil baiknya untuk dijadikan pelajaran dan buang buruknya agar tidak diingat kembali.
Putusnya hubungan Ara dengan Rayhan membuat Ara lebih dewasa dan lebih baik lagi dari sebelumnya. Kejadian itu membuat Ara lebih bersemangat lagi untuk lulus tepat waktu kemudian ia ingin bekerja dan menunjukkan kepada orang-orang kalau ia bisa, Ara berhak untuk sarjana.
Tentu saja bayangan Ray masih menghantui Ara namun ia memilih untuk meninggalkan segalanya yang menyangkut Ray walaupun ia sendiri belum yakin untuk bisa melupakannya.
Mata cantik Ara kini berubah menjadi mata panda karena kesehariannya hanyalah bergadang mengerjakan skripsi yang tak berkesudahan ini.
Hasil tak akan mengkhianati usaha, akhirnya setelah perjuangan panjang yang hanya beberapa hari saja Judul yang diajukan oleh Ara di ACC oleh kepala prodinya.
Ara pun lebih bersemangat mengerjakan bab per bab nya agar skripsinya bisa di seminar kan.
Kedekatan Ara dengan teman-temannya tak seperti dulu lagi karena mereka sudah berbeda doping (dosen pembimbing).
Ara yang satu doping dengan Amel, Ghina dan Bian satu doping sementara Ayu terdampar dengan doping yang lain .
Berbeda doping juga membuat mereka jarang sekali berjumpa, kecuali saat mereka sedang menunggu doping mereka yang sibuk dengan rapatnya.
Hari ini Ara bangun lebih siang karena ia semalaman mengerjakan skripsinya, alarm pun diabaikan olehnya. Amel Yang sedari tadi menunggunya di kampus pun tak juga menemukan tanda-tanda kedatangan Ara .
kring..
kring..
ponsel Ara berdering berpuluh kali, akhirnya Ara mengangkatnya
"ya halo, ada apa sih Mel masih pagi udah ganggu aja?" jawab Ara dengan matanya yang masih tertutup.
"apa kau bilang? pagi? helooow liat jam sonoo, kau fikir ini di Arab?" ucap Amel ketus
jleb..
Ara langsung membuka matanya, ia sangat shock mendengar 'arab' karena ia teringat dengan Rayhan..
Amel sadar jika ia salah ucap "upsss sorry"
Ara menggelengkan kepalanya "gak apa-apa, kamu dimana emang Mel?"
Amel menepuk jidatnya "astaga ni anak ya bangkong nya kelewatan, aku dikampus . kau apa gak ngampus ha?"
"ohiya aku lupa, aku mandi dulu bhay..."
Ara mematikan ponselnya dan buru-buru untuk mandi . bahkan ia tak sempat untuk sarapan terlebih dahulu, ia langsung pergi ke kampus.
Sesampai dikampus Ara menabrak seseorang karena ia buru-buru untuk menemui dopingnya dan pasti nya Amel sudah menunggunya di atas .
buggggg
"aduhhh" ucap mereka bersamaan, kemudian keduanya menoleh
"kamuuuuuu" mereka saling tunjuk
"astaga kamu ga papa Ra?"
__ADS_1
"pelan pelan dong bi"
"maaf maaf, kau mau ketemu doping juga?"
"ya menurutmu aku ngapain kesini? ngelamar kerja? "
"ketus banget sih, udah jarang jumpa jugak padahal. ayok kekantin, yang lain di kantin tuh"
"Amel?"
"ya dia disana Ara "
"trus doping?"
"masih rapat, kau masih mau bertanya apa ikut aku ke kantin?"
"ikut kau dong hahahha"
Tiba di kantin mereka melihat Amel Ghina dan Ayu sudah berada disana, "kalian lama banget sih" ucap mereka setelah melihat kedatangan Ara dan Bian .
Ara dan Bian mematung berdiri dan saling tatapan seketika , Ara langsung menghampiri sahabat-sahabat nya dan disusul oleh Bian
"sorry guysss, aku telat bangun hehe" ucap Ara sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
"kalian pergi bareng?" tanya ayu keceplosan.
"gimana yu?" goda Bian
"enggak maksudnya kalian emm sudahlah lupakan saja, gih pesan makanan sana" ucap ayu gugup.
"udah lama ya kita gak gini" ucap Ghina mencairkan suasana
"benar, dan setelah wisuda nanti aku juga ga tau apa kita masih sempat ketemu atau tidak" ucap Ara lesu
"jangan lupain aku, titik!!!!" ucap mereka serentak.
kemudian mereka tatapan dan diam sejenak, lalu tertawa geli.
"emang para doping rapat apa sih sampai jam segini juga belum selesai?" tanya Ara
"udah ya Ra jangan buat aku marah, aku kesel banget pagi-pagi kesini dan sampai sekarang juga belum ada hasil, bagus aku tidur sepertimu huh" ucap Amel .
"pasal 1 dosen gak pernah salah, pasal 2 jika dosen salah maka kembali lagi ke pasal satu "ucap Ghina cekikikan.
"mahasiswa juga manusia kali "ucap Ayu
"Yapp benar, tumben nalar" goda Amel
"sialan kau" ucap Ayu
Bian menyodorkan minumannya ke Ayu "ini di minum dulu, biar dingin"
"ekhemm, balikan"
__ADS_1
"ekhem ayolah"
"ekhem malu-malu kucing guys"
"ekhem ekhem ekhem"
ya begitulah goda teman-teman Bian dan Ayu, sementara yang digoda pipinya sudah seperti tomat yang merah merona.
******
Pagi berganti sore namun mereka masih belum dapat menemui doping mereka kecuali Ayu.
Doping Ayu tidak sama dengan doping yang lain yang super sibuk. Banyaknya peluang waktu untuk Ayu berjumpa dengan dopingnya sebenarnya peluang besar untuk Ayu agar ia lebih cepat sidangnya namun karena Ayu tak secerdas yang lainnya ia pun hanya memanfaatkan kondisi ini untuk perbanyak revisinya .
Ara memutuskan untuk memberi pesan kepada doping tercinta , ibu Ros panggilannya.
"assalamu'alaikum bu, kira-kira kapan kami bisa menemuin ibu?"
yesss terkirim
"kenapa Ra?" tanya Amel yang melihat Ara ngomong sendiri.
"aku habis chat mak Ros, kesal banget aku kaya nunggu jodoh aja yang tak kunjung tiba" ucap Ara
"hahaha apalagi aku yang menunggunya dari pagi buta" ucap Amel
"anak Mak Ros ada yang cowok gak ya?" tanya Ara iseng
"manaku tahu, kau pikir aku neneknya" jawab Amel yang membuat mereka menjadi tertawa
"emang kenapa Ra?" sambungnya lagi
"ingin rasanya ku dekati dia, lalu Kubuat patah hatinya biar mamp*s" ucap Ara
"hahahah astaga Ra, aku juga mau kalau anaknya ganteng" ucap Amel dan mereka kembali tertawa.
Akhirnya setelah sekian jam menunggu, yang ditunggu pun selesai rapat. Ibu Ros yang melihat mereka sedang menunggunya pun langsung memanggil mereka .
"kalian, sini" ucap Ibu Ros
"dia manggil kita Ra" ucap Amel
"oh iya, itu artisnya" sambung Ara dan langsung melangkahkan kakinya .
Akhirnya mereka berjumpa dengan dopingnya, duduk berhadapan membuat mereka menjadi gugup
"lama ya nunggunya " ucap Bu Ros basa-basi
"lama sekali bu, dari pagi kami nungguin nya" ucap Ara ketus
Bu Ros tersenyum "maklum la ya ibu juga gak ingin kalian menunggu lama"
Bu Ros memang beda dengan yang lainnya karena ia memiliki jiwa ke ibuan yang tinggi juga sangat sabar membimbing Ara dan Amel yang mana tingkat emosinya suka naik turun.
__ADS_1
Karena kesabaran ibu Ros lah membuat mereka suka curhat dengan dopingnya ini mengenai perjuangan mereka mengerjakan skripsinya.