Berhak Sarjana

Berhak Sarjana
Part 24


__ADS_3

Setelah perjuangan panjang akhirnya Ara dan teman-teman nya hari ini sempro juga , mereka sudah menyiapkan kado untuk mereka masing-masing dimana tiap orang membawa 5 kado . Sedikit konyol memang namun itu untuk menghindarkan penyakit hati yaitu iri. Mereka menaruhkan kado-kado tersebut di mobil milik Bian.


Satu per satu nama di panggil kedalam dan kini giliran Ara , tak lama kemudian Ara keluar dengan wajah yang cemberut membuat para sahabatnya langsung menghampirinya .


"Ara , are you okay?"


"kamu kenapa Ra? hey?"


"jangan buat panik deh Ra, jawab!!"


"Ara cerita dong"


"gapapa kalau gagal, kan bisa diulang lagi Ra, semangat!!!"


ya begitulah macam-macam kehebohan dari sahabatnya namun Ara juga tak kunjung menjawab.


Bian yang sudah sangat khawatir langsung menarik tangan Ara untuk duduk di bangku .


"ayo duduk sini, sekarang ceritakan.."


Ara menggelengkan kepalanya "aku gak sanggup"


"udah Ra gapapa, ayo ceritain" ucap mereka


"aku gak sanggup liat muka kalian yang aku prank sekarang, hahahhaha" Ara berdiri dan goyang kegirangan karena sudah berhasil membuat sahabatnya pada cemas.


Keempat sahabat nya terdiam membisu karena mereka masih belum mengerti maksud dari Ara barusan "coba jelasin ini kenapa" tanya Bian


Ara kembali duduk "aduh aduh para sahabatku yang baik hati, aku itu lagi ngeprank kalian karena tentu saja sempro ku berhasil"


Dengan sangat spontan, Bian Ayu Ghina dan Amel langsung melemparkan proposal mereka ke Ara , tentu saja itu sangat sakit karena masing-masing proposal sangatlah berat.


"aduh, sakit. kompak juga kalian ya" ucap Ara


"menurut Lo?" jawab mereka serempak.


Ara mengangkat jarinya dengan posisi huruf V "hehe rileks dikit guys"


"huh kau ini ya, kami ini cemas tau gak, apalagi saat tahu ceritamu yang tadi pagi" celetuk Amel.


Spontan wajah Ara kembali murung ketika mengingat kejadian itu.


"Ra maaf" ujar Amel


"i'm okay" ucap Ara sambil tersenyum paksa.

__ADS_1


flashback on


Ara hendak mengeluarkan motornya, bersamaan dengan itu ia pamit dengan ibunya


"Bu Ara pergi ya, doain Ara" ucapnya.


"tunggu" teriak ibunya.


eh kenapa teriak teriak? jaraknya dekat juga, hmm dasar emak-emak.


"kenapa Bu?" tanya Ara


"kamu tunggu sini, ibu mau besiap dulu" sambil meletakkan barang-barang untuk persiapan jualannya.


"Bu Ara sudah terlambat, tadi Ara kesiangan bangunnya." ujar Ara


"sebentar saja, ibu mandi dulu, antarin ke pasar" ucap ibunya tanpa dosa.


astaga ? antar ke pasar? itu memakan waktu setengah jam dan waktuku sekarang gak banyak, aku benar-benar terlambat, huahhhhh, teriak Ara dalam hatinya.


"maaf Bu, tapi Ara sudah benar-benar terlambat. ibu perginya bareng Farhan saja ya, assalamu'alaikum" tolak Ara secara halus.


Ara bersiap untuk pergi, ia sudah menghidupkan motornya tapi seketika ia tak jadi pergi dan memilih mendengar ucapan ibunya.


Degggg!!!


Hatinya bergetar mendengar kalimat itu. sumpah? huh ibunya benar-benar menyumpahinya hanya karena kesalahpahaman dan ini masalah yang sepele.


Ara memilih pergi dengan menancap gas motornya tanpa menjawab perkataan ibunya. Tanpa pamit air matanya mengalir begitu saja.


Bagaimana tidak? ibu yang melahirkannya, ibu yang ia harapkan ridho dan do'a nya, dengan mudahnya mengucapkan hal buruk untuknya. Kita tak pernah tahu ucapan kita yang mana yang akan dikabulkan Allah, bisa jadi ucapan yang baik atau bahkan yang buruk.


Istighfar? ya, sepanjang jalan hanya itu yang bisa dilakukan oleh Ara untuk menenangkan hatinya. Sakitnya memang sangat dalam tapi ia juga sadar bahwa wanita itu adalah ibunya. Ibu yang sudah sukarela membawanya kemana-mana selama sembilan bulan didalam perutnya.


*flashback off .


*******


Sudah lama Ara dan Ray tidak berkomunikasi karena memang antara Ara dan Ray tak ingin mengganggu satu sama lain.


Mengerjakan skripsi adalah hal yang menjengkelkan karena banyaknya revisi membuat kepalanya semakin mumet, sangkin ia jengkelnya Ara pun memposting sesuatu di salah satu sosial medianya yaitu laptop yang sedang ia kerjakan untuk skripsinya ditambah beberapa berkas yang sedang di revisi kemudian ia tulis "skripshit".


Tak lama kemudian itu membuat salah satu orang yang sebenarnya ia harap kan untuk nge chatnya namun ia tak mau di chat itupun memberikan komentar di postingannya. huh wanita itu rumit ya.


"mau Abang semangatin gak Ara" tulis Rayhan

__ADS_1


jleb...


sakit tak berdarah, perasaan seperti apa ini yatuhan, batin Ara .


"emang bisa?" jawab Ara .


Tak dapat dipungkiri kalau Ara sebenarnya sangat amat menunggu chat itu tiba, walaupun sebenarnya ia tak ingin untuk berkomunikasi lagi.


"bisa dong, Abang temanin ya" jawab Rayhan


"emang gapapa?" jawab Ara


"siapa yang berani larang? pemilik hati ini masih sama" jawab Rayhan yang membuat Ara semakin dag-dig-dug.


"takdir lah yang melarang" jawab Ara singkat.


Tak lama kemudian ponsel Ara berdering, ternyata adanya panggilan dari Rayhan.


Seketika ponsel tersebut terbang melayang karena ia tak sanggup mengangkatnya .


"oh astaga ponsel ku" Ara langsung cepat cepat mengambil ponselnya yang hampir rusak itu kemudian mengangkatnya.


"assalamu'alaikum bang" ucap Ara ketus


"waalaikumsalam, bagaimana kabarnya?" tanya Rayhan


"masih sama" jawab Ara singkat


"maafkan Abang Ra, Abang memang bodoh, Abang pengecut, Ara memang pantas marah." ucap Rayhan


"tidak Abang, Ara sudah melupakan segalanya. Ara senang kalau Abang patuh dan taat terhadap orangtua Abang" ucap Ara kembali


lalu mereka berbincang panjang. Ara sangat bahagia malam itu, walaupun Ara tau kebahagiaan nya hanyalah singkat. Setelah malam ini tak akan ada lagi kabar mengabar dari mereka, dan Ara harus memanfaatkan moment ini , pikirnya .


Benar saja, setelah mereka berbicara Ara kembali semangat mengerjakan skripsinya bahkan sampai skripsinya sudah di Acc.


********


Hai hai sahabat Author, tak terasa ya "berhak sarjana" sebentar lagi akan habis, bahkan hanya tinggal menuju satu episode lagi. gimana? seru gak? ya..ya...ya.. author tau pasti banyak nya kesalahan dalam penulisan ini, author sadar kok, karena author masih amatiran.


yuk di Up dan bantu like nya ya biar author lebih semangat lagi..


Bagaimana kisah cinta Ara selanjutnya? apa ia akan kembali dengan Rayhan? atau bahkan akan jadian dengan Bian yang sudah menunggunya sejak lama? ingin tahu???? setelah ini selesai, author akan ceritain di novel sebelah ya, jangan lupa di like manteman kesayangan author...


Ig author @yuthikasrh

__ADS_1


__ADS_2