Berhak Sarjana

Berhak Sarjana
Part 25


__ADS_3

Kini tibalah Ara di penghujung perjuangannya yang tinggal sedikit lagi ia akan berhasil menyandang status sarjana nya dengan banyaknya rintangan gelombang masalah dan juga mencicipi buah dari kesabarannya selama ini .


Hari ini Ara memakai kemeja putih juga rok hitam dan jilbab berwarna hitam, tak lupa pula ia memakai kaca mata kesayangannya yang membuat penampilannya sangat sempurna sehingga ia hampir di juluki sebagai kutu buku.


Sama seperti seminar kemarin, Ara dan yang lainnya harus menunggu di luar ruangan sampai giliran namanya di panggil. Kebetulan sekali, nama Ara Bian Ghina Amel dan Ayu dipanggil serentak karena mereka memiliki lima ruangan untuk di jadikan ruang uji alias ruangan sidang.


"Farasya Aflah"


namanya dipanggil oleh petugas, kemudian Ara masuk kedalam tak lupa pula ia berdoa sebelum masuk.


lalu "bismillah" Ara mengangkat kaki kanan nya terlebih dahulu untuk masuk ke dalam .


Dosen penguji berada di ruangan, tentu saja ia memiliki 2 penguji salah satunya adalah dosen yang terkenal sangat killer, tapi Ara tak merasa dosen itu killer karena ia sangat cocok dengan dosen itu, namun satu dosen lain nya merupakan dosen laki-laki yang tidak ia suka.


Bagaimana mungkin? dosen tersebut terkenal genit kepada mahasiswa yang cantik cantik pastinya, ia akan meringankan perjalanan mahasiswi cantik dibanding dengan yang biasa saja dan akan sangat mempersulit mahasiswa laki-laki .


'astaga kenapa dia jadi dosen penguji ku? huh tamatlah aku' dalam hati Ara .


Ara sangatlah cantik namun ia tak suka menebarkan senyumnya kepada yang ia tak kenal terlebih dengan yang ia tak sukai. hal ini membuat ia terkenal dengan orang yang irit senyumnya.


"Farasya Aflah"


'**** dia penguji 1 ku, hah matilah aku'. batin Ara .


"saya pak" jawab Ara sambil mengangguk..


"silahkan duduk" kata pak dosen


Ara duduk tepat di depan meja bapak itu , kemudian bapak dosen tersebut melihat isi skripsi Ara ..


"ternyata studi kasus anda daerah kecamatan sribuli ya" ucap pak dosen


"benar pak" jawab Ara santai


pak dosen mengeluarkan KTP dari dompetnya dan menujukkan alamatnya pada Ara "kalau begitu saya mau tanya alamat saya ini termasuk kecamatan sribuli atau tidak?"


Hah apa-apaan ini, bahkan pertanyaannya sangatlah tidak penting, mana aku tahu bapak, kau fikir aku ketua RT disana? ada ada saja! aku sangat muak berhadapan denganmu, kau tau itu pak huh menyebalkan sekali.


"seperti nya tidak pak" jawab Ara tegas

__ADS_1


"apa anda yakin?" tanya pak dosen sambil mendekatkan wajahnya ke arah Ara .


"yakin pak " ucap nya spontan .


"hmm baiklah, apa anda berani bertaruh dengan saya? jika saya salah saya akan memberikan nilai A+ untuk anda, tapi jika saya benar saya tak bisa menjamin untuk nilai anda"


"sialan, dan sekarang ia mengancam ku untuk pertanyaan yang tidak penting. astaga bisakah kau bertanya dengan jalur yang tepat pak dosen huh"


"maafkan saya pak, saya salah.. " Ara menundukkan kepalanya


"sekarang pergilah ke pengujimu yang lain, saya sudah selesai sampai disini"


'apaapaan ini astagaaa tuhaaan apa yang akan dilakukannya dengan nilaiku, memuakkan sekali'


"baik pak, terimakasih.. permisi" ucap Ara .


Lalu Ara ke penguji 2 yang terkenal dengan killernya


semoga saja ibu ini menolongku dengan pertanyaan pertanyaan yang masuk akal huhhh


Benar, karena di penguji ke dua ini Ara sangat tepat menjawab pertanyaan dari Ibu dosen tersebut.


Tentu saja Ara keluar dengan wajah yang sangat cemas perihal ia teringat dengan penguji 1 nya .


Bian dan yang lainnya menghampiri Ara "ada apa? kau baik baik saja?"


Ara menoleh "tidak, aku sedang tidak baik-baik saja, kalian tahu? lelaki tua itu melontarkan pertanyaan yang tidak masuk akal untukku"


"katakan, apa yang ditanya padanya?" tanya Bian dan di anggukin oleh Amel Ghina dan Ayu.


"ternyata studi kasusku berada pada kecamatan nya dan aku tak tahu itu, lalu ia nanya apa nama jalan rumahnya itu termasuk ke kecamatan itu atau tidak. kalian bayangkan saja? apa dia fikir aku ketua RT disana? atau kepala desa? huh kesal banget aku"


Bian dan yang lainnya tertawa mendengarnya


"astaga lucu sekali"


"bisa bisanya kalian tertawa di atas penderitaanku" ucap Ara kesal lalu pegi meninggalkan teman-teman nya .


"Ara tunggu!!" ucap mereka serempak

__ADS_1


"Ara jangan ngambek dong" sambung mereka lagi


"sudahlah Ara, Kita tunggu saja. kau nanti akan menerima hasilnya, jika benar nilaimu terancam aku akan bicara dengan ayahku" ucap Bian saat sudah mendekati Ara.


"tak perlu repot Bian " ucap Ara.


"gak masalah, aku membantu mu agar tak ada lagi mangsanya yang lain" ucap Bian yang di berikan jempol dengan Amel Ghina dan Ayu.


mereka pun menunggu hasilnya, lalu tepat pukul 15.30 seluruh mahasiswa yang sidang disuruh ngumpul di aula, mereka memanggil nama peserta sidang satu persatu kedepan.


"Farasya Aflah"


lalu Ara ke depan dan mengambil berkas skripsi yang sudah bertulisan "selamat, dengan A+"


Ara mencium punggung tangan ketua prodi nya yang kebetulan merupakan dosen penguji 2 nya "selamat ya nak, ibu tau apa yang terjadi padamu dengan penguji 1 tadi namun keputusan ada di tangan ibu, menurut ibu pertanyaan itu memanglah tidak masuk akal, dan ibu sudah tau kemampuanmu"


"terimakasih Bu" dengan spontan Ara memeluk dosen tersebut,


kemudian Ara bersalaman dengan dosen pembimbingnya "selamat ya nak, kerja kerasmu membuahkan hasil, akhirnya cumlaude juga"


Ara juga memeluk dosen pembimbingnya "terimakasih Bu, maafkan Ara yang selama dalam bimbingan Ara sering sekali mengeluh ya Bu"


"tak apa nak, ibu maklum" ucap ibu dosennya.


Sama dengan Ara , ke empat sahabatnya juga lulus walau tidak cumlaude sepertinya.


kemudian mereka saling bertukar kado dan berfoto-foto. Banyak sekali teman Ara yang datang memberikannya hadiah lalu berfoto ria. Ara sampai kebingungan membawa hadiahnya karena memang ia hanya mengendarai motor . tapi untunglah Bian menawarkan jasa untuk mengantarkan hadiah milik Ara itu untuk pulang ke rumahnya.


******


Hai hai, author cuma mau ngingatin kalau setelah ini akan ada novel yang berjudul "Kau Mendua"


Di karya tersebut author ingin menceritakan bagaimana kehidupan ibu dan ayahnya Ara sebelum berpisah sampai akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kisahnya.


Lika-liku kehidupan sangatlah banyak yang dihadapi ibu Ara, dimana dulunya ibunya sangatlah baik bahkan bisa dibilang dengan istri Solehah.


yuk tinggalkan jejak dan like nya yaaa... biar author yang masih amatir ini semangat lagi untuk update dan memperbaiki tulisan..


semangat!!! salam author : @yuthikasrh (Ig)

__ADS_1


__ADS_2