Berhak Sarjana

Berhak Sarjana
Part 34


__ADS_3

"kalian ngapain ke sini sih?" tanya Ara yang sedang mengambil gelas, lalu meminumnya.


"aku kangen" ucap Rama dan Bian barengan.


sontak membuat Ara tersedak "uhukkkkk"


Rama mengambilkan Ara tissue dan Bian hanya melihat saja walaupun sebenarnya Bian juga hampir mau mengambilkannya namun ia membiarkan Rama saja yang melakukan nya .


"terimakasih Ram" ucap Ara


"astaga aku lupa" ucap Rama sambil menepuk jidatnya.


Lalu ia berlari keluar dan mengambil sesuatu dari mobilnya .


Ara dan Bian seketika melongo melihat sahabatnya itu "kenapa tuh anak?" tanya Ara


dan dijawab oleh Bian "cepirit mungkin".


lalu Ara dan Bian tertawa tanpa sadar nya karena masih dalam keadaan melongo .


hanya selang beberapa menit, kemudian Rama masuk kembali ke dalam rumah Ara dengan keadaan tangan sudah memegang sesuatu yang diselimuti oleh plastik


"kenapa ram?" tanya Ara penasaran.


"aku lupa, tadi aku beli ini untukmu" ucap Rama sambil menyerahkan plastik yang ada di tangan nya.


Ara pun menyambut plastik tersebut, tapi seketika Bian menyambarnya


"wahhh apaan tuh, sini aku lihat" ucap nya yang seketika menjadi saling tarik menarik plastik.


"iiih apaan sih bi, Rama belinya buat aku kali, jadi biar aku yang buka deluan" teriak Ara

__ADS_1


"ya biar aku aja yang buka, kali aja kan isi nya bom" jawab Bian.


Lalu tiba-tiba saja plastik itu terjatuh karena dengan serentak Bian dan Ara melepaskan plastik nya


"yah kan jadi jatuh" ucap Ara sedih.


"ma...maaf Ra, aku gak maksud" ucap Bian


Rama mengambil plastik yang jatuh tersebut dan memberikan nya lagi kepada Ara


"isi nya masih bersih kok Ra, nih ambil... jangan sedih, nanti aku beliin lagi" ucap Rama dengan lembut..


Sebenarnya Bian tak Setega itu dengan Ara, tapi ia terbakar cemburu karena Rama membawa nya makanan sedangkan dia tidak , "****" ucapnya dalam hati.


"dan kau, jangan kaya anak kecil dong bi, masa iya berebut makanan, bukannya belikin dia eh malah ngambil gitu aja.. astaga kau ini memalukan" ucap Rama dengan kesal, karena Rama juga tahu kalau sebenarnya Bian sedang cemburu pada nya.


Ara langsung membuka plastik tersebut dan membuka kotak yang berisi pizza "wahhh makasih Rama" ucap Ara dengan bahagia.


"cihhh pizza doank" kata Bian sambil tersenyum sinis


Kemudian ia meletakkan makanan tersebut di atas meja, lalu memakannya.


Terlihat Bian sedang ingin mengambil satu potong dari pizza tersebut, lalu dengan sigap Ara menangkis tangan Bian .


"awassss" ucap Ara.


"pelit banget sih, bagi dong laper nih tamu nya" ucap Bian.


"bukan aku yang punya kok wekkk" ejek Ara.


Tapi karena Ara tidak tega, akhirnya Bian juga menikmati pizza nya.

__ADS_1


Suasana menjadi hening seketika,


karena Bian Ara dan Rama barengan mengambil pizza yang tinggal satu potong tersebut.


Ara yang tersadar pun ingin sekali menarik tangan nya tapi tertutup dengan tangan Rama dan Bian yang berada di atas dan bawahnya tangan Ara


"halo guys bisakah kalian melepaskan tangan kalian? tanya Ara dengan nada lembutnya


lalu dengan segera Bian dan Rama pun melepaskan tangan mereka.


"ma..maaf.." ucap mereka dengan terbata-bata .


Seketika Ara tertawa cekikikan melihat tingkah sahabatnya itu yang entah benar-benar polos atau pura-pura polos.


"kenapa kau menertawakan kami?" tanya Bian heran


"ya habisnya kalian sampai terbata-bata gitu. santuyy kaya dipantuyyy guysss, eh pantai maksud aing" canda Ara.


"happpp, dapaaaat" lanjut Ara lagi sambil menunjukkan pizza yang tadi mereka perebutkan.


"yah, kedeluan deh" sahut Rama


"rakus lu" sahut Bian


"bodo amat" ucap Ara


Tak terasa hari sudah sore, dan akhirnya mereka pamit pulang.


****


maaf ya Kaka Kaka tersayang,

__ADS_1


author up nya dikit dulu,


salam damai dari author guyssss❣️❣️❣️


__ADS_2