Berhak Sarjana

Berhak Sarjana
END


__ADS_3

Sesampai dirumah Ara langsung disambut pelukan dari Oma dan Farhan, Oma meneteskan air mata saat memeluk cucunya itu. Ara merupakan cucu kesayangannya apalagi kedekatan mereka sudah seperti sahabatnya.


"Nak, kau berhasil sayang, kau hebat.. ya, cucuku hebat!" ucap Oma Ara sambil memeluk Ara


Ara membalas pelukan Oma nya "ini semua berkat Oma juga, terimakasih Oma terimakasih telah membantu Ara selama ini, Ara sayang sama Oma, gelar ini Ara persembahkan untuk Oma dan Opa yang sudah tenang disana. hikss....."


"simpanlah air matamu nak, ini hari mu, dan kau harus bahagia" sambil melepas pelukannya.


"kakak, apa kau tak ingin memeluk adikmu??" sahut Farhan yang melebarkan tangannya.


Ara tersenyum melihat tingkah adiknya dan memeluk adik semata wayangnya itu , "kak kau hebat aku bangga padamu" ucap Farhan.


Lalu kembali lagi, mereka foto bersama. Sungguh Ara sangat bahagia hari ini karena inilah impiannya selama ini, menunjukkan pada kedua orangtuanya, pada keluarganya dan pada orang-orang yang mencibirnya dahulu bahwa ia bisa! ingin sekali rasanya saat ini ia pergi ke rumah tetangganya itu untuk memberitahukan bahwa ia sudah sarjana dan menjadi lulusan terbaik, tapi ia sadar akan dirinya kalau ia bukan orang yang suka membalas kejahatan, ia akan menelan pahitnya cibiran itu mentah-mentah dan membiarkan agar waktu yang akan menjawabnya.


Tak terasa hari sudah sore, Ayah Ara pun berpamitan pulang .


"ayah, apa ayah tak ingin menginap sehari saja dirumah ini?" harap Ara


"kau ini bicara apa nak? adikmu nanti nyariin ayah sayang, maafkan ayah karena keadaan tak akan mungkin bisa seperti dulu lagi" tolak ayah Ara . Adik yang dimaksud ayah Ara bukan lah Farhan tapi adik tirinya Ara karena itu anak dari ayah Ara dengan ibu sambungnya.


"baiklah ayah, hati-hati dijalan" ucap Ara.


ayah tersenyum ke arah Ara "sekali lagi selamat ya sayang"


"Farhan , ayah pulang dulu" ucap ayah sambil tangannya dicium oleh Farhan


"mah, aku pulang ya" pamit ayah Ara kepada Oma


"Rai aku pulang" pamit nya kepada ibu Ara.


Ara melihat ayahnya menaiki mobil tersebut pergi dari rumah sampai tak terlihat lagi, lalu ia masuk kedalam.


Ayah aku sudah lulus dengan nilai yang memuaskan, kau hanya bilang aku hebat, tapi apa aku sekarang menjadi kebanggaan mu?? apa kau bangga denganku? kenapa kau tak menyebutnya tadi? , batin Ara yang sedikit kesal karena respon ayahnya tidak seperti yang ia harap.


Tak lama kemudian teman Ara satu persatu datang kerumah dan membawakan hadiah, hingga akhirnya Aulia, Ade dan Icut datang kerumah.


"assalamu'alaikum" ucap mereka barengan.


"waalaikumsalam" sambung yang dirumah itu menjawab salam mereka.


"Oma, apa kabar, buu sehat?" sambil menyalami Oma dan ibu Ara.


"ehemmmm" kode Ara


"apa kau?" sahut Aulia


"kalian kesini mau lebaran atau mau lihat aku wisuda?" tanya Ara heran


"kami mau ketemu Oma, gausah ge'er ya tolong" sahut Icut, sementara Ade cekikikan terus dari tadi.


"awas kering tenggorokanmu de ketawa terus" ujar Ara


dan tiba-tiba "pffttt hahahhaha" mereka berempat tertawa.


"kasih lah woy hadiahnya, nangis pula nanti anak orang" ucap Ade Tiba-tiba


jlebbb

__ADS_1


suasana menjadi hening seketika, karena Ade memang jarang sekali untuk bicara tapi sekali bicara ucapannya sangatlah pedas dan nusuk sampai ke akar hati.


"uwoow wooow sekali ngomong nyakitin gaes, bagus kau diam aja kayanya dee , pedas sekale ucapanmu" ketus Ara.


"hahaha sorry dunk, tapikan aku betul kasihkan aj....." tiba-tiba ucapannya terpotong oleh Ara


"diam gak de? atau mulutmu akan kusumpel pake cabai setan, mau?" ancam Ara yang berhasil membuat Ade diam.


"ohiya, ini Ra, hadiah dari kami. selamat ya, dan silahkan langsung dibuka" ujar Icut sambil memberikan kotak besar yang cukup berat.


"berat juga kado kalian, apa isinya ya? kok jadi kepo hahaha" ucap Ara sambil ngakak.


Ara pun membuka kadonya dengan sangat semangat, padahal banyak kado yang didapatnya tapi entah kenapa ia penasaran dengan hadiah dari sahabatnya ini , saat dibuka.....


deg ..


deg ..


awalnya adalah sebuah kotak, namun ternyata masih ada bungkusnya lagi , dan Ara membuka plastik berwarna merah itu, isinya adalah ...



yaps!!! Zonk!!!!!


sebuah melon yang bertuliskan "Selamat lah ya!"


sebenarnya Ara sudah curiga dengan ketiga sahabatnya karena ya begitulah persahabatan mereka saling memberikan zonk satu sama lainnya haha canda zonk.


Saat Ara membukanya sontak membuat semua cekikikan melihatnya termasuk Ara , namun tawanya Ara dibarengi dengan kekesalan baginya.


"kalian!!!! astaga hahahha asli ngakak tapi aku tetap kesal dengan kalian, bisa-bisanya ngasih ini aisshhh ngeselin banget sih, pasti ulah mu ini Aulia, iyakan?" selidik Ara


"kalau iya emang kenapa? wleeee" ledek Aulia


"lagian kan melon juga gak zonk amat ya, buahnya bisa dimakan, daripada kami kasih batu gimana hayolooo?" sahut Icut


"hmm benar juga, ya sudah deh makasih banyak ya tervangkeeeeh," ucap Ara


"langsung potong dooong" teriak Aulia


"nah potong sendiri" ketus Ara


"weiiiissss kami tamu keleus" canda Aulia


"ga ada yang ngundang keleus, wleeee" ejek Ara


"lagian apa kau Tak lihat aku sudah cantik jelita begini? izinkan aku menjadi ratu satu hari saja hahahahhaa" ucap Ara yang sambil tertawa karena merasa geli dengan ucapan sendiri.


"nah de, potong" pinta Aulia


"kok aku??" tanya Ade heran


"ntar pas pulang kau mau aman tidak? huh?" ancam Aulia


"kau mengancam ku ni?? baiklah, masih ada Icut hahah Icut yang baik hati nanti pulangnya aku bareng kau ya, iyalah, ya ya ya" ucap Ade sambil mengedipkan matanya.


"eitsss maaf maaf aja nih, kita gak searah bos hahhahaha" ujar Icut

__ADS_1


"bagaimana Ade??? hmm??" tanya Aulia


"kalian kok jahat sih? hmm ya sudah aku potong deh huh . Ara ini bukan demimu ya aku rela motongnya tapi demi kebaikanku sendiri hahahahha" ucap Ade sambil pergi memotong nya.


"ihhhhh bodo amat" ledek Ara


"mamamtu hahahhaha" ledek Icut dan Aulia


****


Siang berganti malam, akhirnya semua teman-teman Ara pun sudah pulang, Ara melupakan sesuatu kalau dibalik kesuksesannya ada suntikan dana dari Tante dan om nya yang berada di luar kota dan dia harus mengucapkan terimakasih.,


Sangkin lelahnya dengan hari ini Ara pun terlelap dikasurnya .


Pagi harinya Ara melaksanakan sholat subuh, setelah itu ia langsung menelpon Tantenya.


*berdering*


kring ...


kring...


"assalamu'alaikum" salam dari suara telpon yang mengangkatnya.


"waalaikumsalam Tante, apa kabar?" sahut Ara


"Alhamdulillah, kamu gimana? oh ya wisudanya lancar?" tanya Tante


"Alhamdulillah Tante, maaf ya semalam lupa nelpon, teman Ara banyak sekali yang datang Tante" ucap Ara jujur


"iya sayang gapapa" jawab Tante singkat


"Tan, om mana??" tanya Ara gugup


"lagi mandi, ada apa nak??"


"Tante, emmmh.... Ara mau berterimakasih pada Tante dan Om karena ini semua berkat kalian, Ara janji akan menjadi orang yang sukses "


"iya sayang sama-sama, semoga ilmunya berkah ya dan dapat membantu keluarga. Tante sangat bangga padamu"


"Ara, jadilah anak yang selalu rendah hati walaupun nanti sudah menjadi sukses ya, ingat pesan om. semoga kamu amanah dengan bekal ilmu yang kau punya , apa kau paham nak?." nasehat om tiba-tiba dari belakang


"baik om, Tante... Ara akan selalu ingat nasehat dari kalian, sehat-sehat ya om Tante, Ara tutup telponnya.. assalamu'alaikum" ucap Ara dengan mata berkaca-kaca.


Ara masih tidak menyangka dengan statusnya sekarang yang dapat melewati ombak badai perjuangannya menuju sarjana . tentu itu tidaklah mudah, bahkan banyak cacian yang ia terima. bukan hanya cacian, ia juga sempat di sumpahin oleh Ibunya walaupun mungkin ibunya tidak sengaja mengucapkannya .


Tamat.


Beginilah kehidupan, kita tidak tahu nasib seseorang kelak bagaimana, yang pasti tak semua anak dari brokenhome akan selalu nakal, jangan menghakimi mereka dengan semua omongan kita, karena kita tak pernah tahu omongan kita yang mana yang akan menyakitinya.


untuk anak yang nasibnya menjadi broken home itu bukan lah kesalahannya, lantas kenapa mereka yang harus menanggung dosanya? itu tidak adil bukan?


mari kita nilai sesuatu dari apa yang ada di dirinya, bukan darimana ia berasal.


**terimakasih semua, semoga suka ya... author lagi buat cerita tentang bagaimana ibu dan ayahnya Ara bisa berpisah, penasaran kah??? yuk kepoin karya author selanjutnya, judulnya "Kau Mendua".


salam damai☺️☺️☺️☺️**

__ADS_1


__ADS_2