
"kenapa Oma bilang aku adalah berlian? sedangkan Oma tahu kalau berlian tak mungkin dibuang dan dianggap sampah, iyakan?" tanya Ara yang menyinggung orangtua nya lagi.
"nak, memangnya siapa yang membuangmu? tatap mata Oma mu ini, apa aku pernah mengusirmu? berhentilah menganggap rendah pada dirimu sendiri, Oma tidak menyukai itu."
"tapi Oma, mereka tidak menganggapku ada padahal aku tidak pernah membuat mereka malu dengan tingkahku, malahan sebaliknya . karena mereka sangat membuatku malu" ucap Ara menegaskan lagi
"begitulah cara Tuhan menguji hamba-hambanya nak. Oma tau ujian ini diberikan kepadamu itu karena kau sanggup dimata tuhan, banyak anak yang karena brokenhome ia malah merusak dirinya untuk meluapkan emosinya, tapi lihatlah dirimu. kau menjadikan itu sebagai acuan lebih baik lagi. Masih Oma ingat dulu betapa kau sangat manja pada kami sebagai Oma dan opamu ini. Oma gak menyangka cucu kecil Oma yang dulunya sangat manja terlebih lagi kepada opanya eh sekarang sudah segadis dan sedewasa ini, Oma yakin jika opa tahu perubahanmu opa akan sangat bangga padamu, dan Oma yakin kalau opa sampai detik ini masih mengawasimu dari jauh sana dan ia tersenyum melihat cucunya sebaik dan sepintar dirimu, percayalah" ucap oma dengan terbata-bata..
Ara menyadari Oma mulai mengingat opanya lalu ia memeluk omanya "Oma maafkan Ara"
"tidak sayang, kau tidak perlu minta maaf" ucap Oma.
Ara pun seketika ikut menangis karena ia sudah tidak tahan menahan sesaknya merindukan opa "Ara kangen sama opa"
"kita doakan opa tenang disana ya nak, Oma yakin opa lagi bahagia disana karena opamu itu orang yang sangat baik" ucap Oma .
"Oma seandainya opa masih ada, pasti undangan wisuda nanti akan aku berikan pada kalian berdua karena yang pantas mendapatkannya hanyalah kalian" ucap Ara dengan tulusnya.
"sayang, opamu juga pasti tak akan membiarkan itu terjadi karena ia tahu orangtuamu lah yang lebih berhak atas itu, sudah jangan menangis lagi" ucap omanya.
tiba-tiba Ara teringat sesuatu pada kenangan dulu, dimana opanya masih hidup dengan penyakit stroke nya.
Ara melepaskan pelukan omanya..
"Oma, ingat gak dulu waktu Oma sedang memakai bedak , opa lagi duduk diatas kasur menghadap lemari itu menggoda Oma? hahahha" ujar Ara
Terlihat wajah Oma nya sedang mengingat sesuatu namun Ara langsung melanjutkan ceritanya
"ituloh Oma, yang opa menghadap lemari kaca, nah Oma kan juga menghadap kaca sambil bedak an, trus opa nyanyi haaaa hiiiiiiii huuuuuu haaaaaa kata opa karena opa belum bisa ngomong tapi Opa sambil ketawa bilang nya, ingat gak?" jelas Ara lagi
Oma langsung terkekeh-kekeh saat mengingatnya kembali, "astagaaa opamu itu ya, emang suka sekali menggoda Oma hahahahha"
"dan kau ingat gak? ketika kau SD Oma dan Opa pergi mengunjungi tantemu tapi kau seperti kehilangan orangtua, menangis sepanjang malam terus mogok makan juga susu, kalau disuruh makan malah ngumpet dibawah meja hahaha astaga cucuku. memangnya kau sesedih itu ya jika ditinggal kami?"
__ADS_1
"ralat Oma, bukan ditinggal kalian, tapi ditinggal opa hahhahaha"
"jahat banget sama omanya, Oma gak di anggap padahal kalau kau meminta oleh-oleh Oma belikkan"
"opa loh yang beli, bukan Oma. jadi ingat dulu Ara minta tas satu, baju satu set dan apa lagi ya, ha iya Ara minta mainan juga satu , tapi malaikat tak bersayap Ara itu belinya masing-masing lima buah hahahaha baik banget opa gueeeh"
"heh apa-apaan itu, asal kau tahu aja ya, opamu hanya bilang "iya" samamu, dan langsung melapor ke Oma kalau cucunya yang manja ini minta itu semua dan opa minta dilebihkan alias masing-masing menjadi lima buah, tapi yang bayar Oma , huaah bangkrut Oma seketika"
"huh lebay, terserah deh uang siapa yang penting opa sayang Ara pake banget, wleeek"
"iya deh yang disayang opanya, sampai buat surat trus diselipkan ke dompet opanya hahaha lucu banget sih kamu dulu"
"omaaaa!! jangan ingatin yang itu, Ara malu tahu" sambil menutup mukanya.
"jangan merajuk, gak cocok"
setelah itu Oma kembali ke kamarnya, dan Ara mengambil gitar nya dan menyanyikan sebuah lagu yang ia persembahkan untuk opanya..
"aku nyanyi lagu Ebiet aja ah, titip rindu buat ayah tapi aku ganti buat opa hihi..
...dimatamu masih tersimpan...
...selaksa peristiwa...
...benturan dan hempasan...
...terpahat dikeningmu...
...kau tampak tua dan lelah...
...keringat mengucur deras...
...namun kau tetap tabah hmmmmm...
__ADS_1
...meski nafasmu kadang tersengal...
...memikul beban yang makin sarat...
...kau tetap bertahan...
...engkau telah mengerti...
...hitam dan merah jalan ini...
...keriput tulang pipimu...
...gambaran perjuangan...
...bahumu yang dulu kekar...
...legam terbakar matahari...
...kini kurus dan terbungkuk hmmm...
...namun semangat tak pernah pudar...
...meski langkahmu kadang gemetar...
...kau tetap setia...
...opaaaaaaaaaa...
...dalam hening sepi kurindu...
...untuk menuai didikan opa......
...tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan...
__ADS_1
...cucumu sekarang banyak menanggung beban huuuuu...
maafkan aku om Ebiet liriknya kuganti karena memang yang pantas dengan lagu ini itu opaku bukan ayahku huuuuuu, Isak tangis Ara.