
Menurut Ara hari Minggu adalah waktunya bermalas-malasan , sampai akhirnya ia bangun kesiangan .
kring..
kring..
Ara tak menjawab telepon dari Aulia sampai beribu kali , sms dan wa juga tak di bacanya.
'huh pasti masih molor nih, dasar anak gadis..
kring.
'astaga, kau lihatlah Ara, aku tak akan berhenti menelepon mu. enak saja kau masih molor sedangkan aku sudah dandan begini huh
Aulia terus menelepon Ara, hingga akhirnya Ara terbangun dari tidurnya..
'aulia? astaga kenapa dia menelpon ku sebanyak ini? sialan
"iya halo Aulia, kenapa kau mengganggu tidurku? aku tadi mimpi yang sangat indah apa kau tau itu? huh kau ini" cerocos Ara.
"hei berhenti lah mengoceh, kau sudah seperti emak emak saja. apa kau tahu ini hari apa ha?"
jawab Aulia
"ya aku tahu makanya aku menikmati liburku.."
jawab Ara
"oh gitu, jadi apa kau lupa dengan janjimu Farasya?"
ucap Aulia sambil menaikkan alisnya
"astaga aku lupa,, maaf Aulia.. ini jam berapa?"
jawab Ara
"sudah jam 9 namun tak apa, berhubung aku sudah dandan aku tetap menunggumu, langsung lah mandi.."
ucap Aulia
"eh tapi kenapa kau tak menjemputku saja?"
jawab Ara
"motorku dipakai abangku. sudahlah jangan membuang waktu, aku tunggu setengah jam lagi, kalau kau tidak datang juga aku akan pergi bersama pacarku."
Jawab Aulia
"baiklah, see you beibeh"
ucap Ara
"cihhh
jawab Aulia sambil mematikan teleponnya .
sementara Ara langsung pergi mandi, ia tak mau membuang waktunya . kepalanya sudah sangat pusing menghadapi masalahnya beberapa hari ini...
Ara dan Aulia sering jalan-jalan, baik itu ke sungai , gunung ataupun kepuncak . itulah hobi mereka. mereka bertolak belakang dengan wanita pada umumnya . karena jika wanita pada umumnya hobi ke mall , maka berbeda dengan mereka yang lebih menyukai alam.
Ara pun sampai di rumah Aulia, bukan hal yang baru bagi mereka pergi hanya berdua saja jika Icut dan Ade tak bisa ikut. kali ini mereka memilih ke daerah pergunungan .
Dengan naik motor kesayangan Ara itu mereka menikmati perjalannya. sejuknya udara, banyaknya angin, dinginnya suasana membuat mereka semakin menikmati di setiap perjalanan merka yang berliku itu.
mereka juga gak segan berkendara sambil bernyanyi, mulai dari nyanyian anak kecil sampai lagu dewasa .
naik naik kepuncak gunung
tinggi tinggi sekali
kiri kanan ku lihat saja
banyak pohon Cemara a a
kiri kanan ku lihat saja
banyak pohon Cemara
ketika melewati delman mereka langsung bernyanyi lagu anak kecil lagi..
tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk
tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda hei
sesederhana itu untuk melupakan masalah yang mereka punya.. kemudian mereka berhenti ketempat pembakaran jagung dengan spot foto yang keren menurut mereka .
__ADS_1
"permisi kak, mau pesan apa?" tanya pelayan
Aulia dan Ara tatap-tatapan, kemudian menjawabnya secara bergantian..
"jagung bakar manis nya 1
"yang pedasnya 1
"mie goreng rebusnya 1
"gorengnya 1
"kopi teh nya 1
"kopi susunya 1
"udah kak itu aja..
"hmm baiklah, tunggu sebentar ya kak.. permisi.."
Sambil meninggalkan Ara dan Aulia pelayan tersebut menggarukkan kepala pasalnya pesanan segitu banyaknya hanya dihabiskan oleh dua orang saja "apa mereka tidak makan seminggu ya? ah mboh la ada-ada saja, ck"
"hei kami mendengar nya" teriak Ara dan Aulia yang membuat pelayan itu buru-buru meninggalkan mereka.
mereka sengaja pesannya secara bergantian, karena jiwa kegilaan mereka tiba-tiba muncul. makanan sebanyak itu emang sengaja mereka pesan, karena mereka ingin saling mencicipinya...
sambil menunggu pesanan mereka pun foto-foto ditempat itu. hijaunya dedaunan, udara sejuk bahkan mereka melihat beberapa monyet di seberang sana membuat mereka semakin tergoda untuk berfoto-foto.
"Au... lihatlah!"
ucap Ara sambil menunjuk
"apa?"
sambil melihat tapi belum tau apa yang dimaksud.
"ada mantanmu disebelah sana!"
ucap Ara sambil senyum
"serius? pindah yuk."
jawab Aulia dengan gelisah
"hahaha apa yang kau katakan, lihatlah itu mantanmu, monyet hahahha"
"sialan. yok foto"
jawab Aulia sambil beranjak kesana
mereka langsung berfoto-foto sampai akhirnya pesanan mereka datang.
Setelah menikmatinya mereka langsung melanjutkan perjalanannya.. trip selanjutnya adalah memetik stroberi.
"Yeay sampai.." ucap Aulia
mereka langsung memakai topi dan membawa keranjangnya. terlihat dengan jelas mereka menikmati setiap petikan mereka.
gedebuk....
tiba-tiba seseorang menabrak Ara
"aduhh.."
lirih Ara sambil memegang lengannya
"maaf, saya tidak sengaja... sakit ya kak?"
ucap lelaki itu
"oke gak pa..."
tiba-tiba ia menghentikan ucapannya begitu melihat sosok lelaki itu..
"Kiki? teriak Ara
"Ara? ucapnya gugup.
ternyata yang menabrak Ara adalah mantan kekasih Ara yang telah menduakannya dulu sewaktu SMP . sebenarnya Ara tidak menyukai lelaki itu, ia hanya dijadikan pelampiasan bagi Ara untuk menolak Bian di kala itu. Tapi singkat cerita, Kiki menduakannya dan akhirnya putus.
"pakai mata kalau jalan"
ucap Ara ketus
"maaf Ara, apa kau terluka?"
__ADS_1
jawab Kiki.
"santai aja" sahut Ara
Ara berniat untuk pergi namun tiba-tiba seseorang menahannya.
"tunggu.." ucap wanita itu
"ya ada apa?" tanya Ara heran
wanita itu adalah pacar barunya Kiki, ia mengira bahwa Ara adalah selingkuhannya Kiki.
Satu tamparan hampir saja mendarat ke wajah Ara, namun dengan sigap Aulia yang sudah memantau gerak geriknya pun langsung menahan tangannya .
"dasar wanita gila"
ucap Aulia yang menepis tangannya
"beraninya kau..!"
ucap pacar Kiki
"hei apa kau sudah ilang akal? bahkan kita saja tidak kenal."
ucap Ara
"kamu sok polos banget sih.. kamu kan yang sering nge chat Kiki? mikir gak kalau dia udah punya pacar?"
jawab wanita itu..
Ara langsung tertawa mendengarnya..
"oh jadi kamu pacar nya Kiki? dijaga pacarnya ya mbak.."
jawab Ara sambil melirik Kiki yang sedang terdiam malu.
"apa maksudmu ?"
tanya wanita itu.
"tenanglah, aku tak akan mau sama lelaki ini. mungkin sudah tabiat nya menyukai perempuan lebih dari satu."
jawab Ara sambil meninggalkan mereka
"kau ambil saja bekas temanku, ia sudah tak butuh sampah seperti itu lagi."
sahut Aulia yang mengikuti Ara pergi.
****
Tak terasa hari sudah sore, mereka pun memutuskan untuk pulang setelah berjalan-jalan di daerah pergunungan , tak lupa juga sebelum pulang mereka menyempatkan diri untuk menaiki delman.
Saat perjalanan pulang tiba-tiba hujan datang, tapi mereka memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan , karena mereka tahu hujannya tak merata.
Benar saja, setengah perjalanan hari langsung cerah, dan tak sedikit orang melihat baju mereka basah ditempat yang kering, namun mereka menikmati perjalanannya .
Seperti biasa, mereka selalu menghampiri warung bakso kesukaan mereka..
"mas bakso beranak cucu nya 2 ya, es teh nya 2."
ucap Ara
"baik mbak.. maaf mbak emang hujannya dimana ya?"
ucap mas nya yang melihat baju mereka basah
"oh ini, kami habis dari sana" jawab Aulia sambil menunjukkan ke arah pegunungan.
"oh gitu, ditunggu ya mbak...
akhirnya baju mereka pun mengering bersamaan dengan habisnya makanan yang mereka pesan.
selain hobi jalan-jalan keduanya juga memiliki hobi makan. Ara dan Aulia memutuskan untuk mencari kerang rebus , karena perjalanan menuju rumah sangat jauh membuat perut mereka lapar kembali.
"kau mau pesan berapa Au?"
tanya Ara
"satu aja, aku pengen pesan 2 tapi malu hihi"
jawab Aulia
"sama! mau taruh dimana mukaku"
sahut Ara .
__ADS_1
Ara dan Aulia sangat menikmati harinya sampai mereka lupa waktu, tak terasa sudah jam 8 malam. Aulia pun ditelpon ibunya , sementara Ara tak pernah ada yang mencarinya mau jam berapa pun ia pulang. untunglah Ara anak yang baik, ia sama sekali tidak memanfaatkan kelonggaran perhatian keluarganya dengan hal yang buruk / negatif.