
Sedang asik makan di ruangan tamu, Tiba-tiba ibu Ara pulang "wah lagi makan ya" ucap ibu Ara.
Ara hanya melirik sekilas tanpa memperdulikan kedatangan ibu nya.
Lalu ia tiba-tiba teringat dengan wisudanya
"Mommy!!!" panggil Ara yang memang jika manggil seperti itu pasti ada maunya.
Langkah ibu nya terhenti "ya nak? ada apa sayang?"
"tidak laparkah? duduklah dulu, makan bersama kami di sini" ucap Ara dengan lembut.
Ibu nya duduk tepat di depan Ara, menemani Ara dan Oma Ara makan.
"kau tidak makan?" tanya Oma
ibu Ara menggelengkan kepalanya "sudah kenyang ma"
"oh iya Ara, apa ada yang mau disampaikan?" tanya ibu nya yang membuat Ara tersedak.
Benar saja, Ibu Ara memang selalu begitu. basa-basi aja jarang bahkan nyaris tak pernah apalagi mendekatkan diri dengan Ara, impossible .
"oh iya , Ara tau kalau ibunya Ara tak sudi menemani anaknya, ia malah lebih senang bersama teman-temannya yang entah dari mana asal usulnya" ucap Ara kesal.
"hei kau ini ngomong apa sih nak? "
"Hmm tidak Bu, anggap saja angin lalu."
ucap Ara
"oh iya, Ara baru ingat. Ibu apa bersedia menemani Ara saat wisuda nanti?" lanjutnya.
__ADS_1
"tentu saja sayang, hanya ibu kan? atau ibu dan Oma?" tanya ibu nya dengan senyuman yang lebar.
"sayang sekali ibu, karena tiket undangan hanya ada 2, berarti yang satu ayah dan satu nya lagi ibu, itu sih kalau ibu tak keberatan ya"
"ooohhh" ucap ibu nya sambil mangut mangut..
lalu "Apaaahhh???!!!" teriak ibu nya.
"uhukkk" seketika Ara terbatuk
"astaga, kaget aku" ucap Ara spontan.
"ada apa ibu??" tanya Ara
"apa ibu tidak salah dengar nak? kau bilang apa tadi? ibu dan ayahmu itu??"
"ya, apa ibu mau???"
"sebelumnya apa ayahmu sudah tahu?"
"tapi argghhh kenapa harus dia sih" sahut ibunya
"karena dia ayah Ara, walau gimanapun tanpanya Ara juga tak akan ada" kata Ara yang membuat mata ibunya mulai berkaca-kaca.
Sebenarnya ibunya tak ingin berdekatan lagi dengan ayah Ara, walaupun kejadian itu sudah lama tapi untuk bersikap biasa aja sangatlah asing baginya.
"hmm baiklah demi anak gadis kesayangan ibu, kalau tidak mah ibu ogah bareng dengan ayah mu" ucap ibu Ara.
"terimakasih ibu, pokoknya ibu terbaiklah" ucap Ara saat melihat ibu nya pergi ke kamarnya.
Ara menggelengkan kepala nya, dan ia juga tak memberitahukan ayah ibu nya soal itu, karena ia ingin memberikan surprise untuk ibu nya.
__ADS_1
****
Ara akhirnya bahagia karena melihat ayah dan ibu nya sudah menyetujui nya .
Pesan masuk ke ponsel Ara
"diberitahukan kepada calon wisudawan/wisudawati untuk datang besok pada gladiresik pertama, terimakasih"
tiba-tiba "brukkkk"
Farhan menabrak Ara "maaf kak gak sengaja"
"Farhan!!!!!!!" teriak Ara
Farhan menutup telinga nya "astaga suaranya, kan sudah ku bilang aku gak sengaja, dan maaf. apa itu kurang?"
"ponsel kuuuuuu !! " ucap Ara yang melihat ponselnya terjatuh
"upsss sorry" sahut Ara merasa bersalah
"kau ini ya, ah sudah lah pergi lah sana aku tak ingin melihat mu saat ini"
lalu Ara menatapi punggung adik nya itu mulai menjauh dari nya " eh tunggu"
sontak berhenti dan membalikkan badan nya "ada apa lagi sih kak? kau ingin minta ganti rugi dengan ku? lalu aku harus menggantinya pakai apa? sedangkan untuk uang saja aku kadang minta pada mu"
"kau ini ngomong gak pake rem ya" Ara cekikikan membuat Farhan melongo keheranan.
"sini lah dulu, kau ini payah sekali di suruh" lanjut Ara.
"baiklah, ada apa?" ucap Farhan
__ADS_1
"aku tiba-tiba ingin gorengan, kau temanin ya... aku malas banget bawa motor adik ku sayang, mau ya dek ngawani kakak mu ini??"
"hmm baiklah, bersiap lah , lima menit lagi aku keluar, aku ke kamar dulu ambil kunci motor"