Berhak Sarjana

Berhak Sarjana
Part 35


__ADS_3

Hari ini Ara berencana untuk pergi ke kampus, karena ia harus menyerahkan revisi yang harus di ACC oleh kepala prodi nya.


"berat sekali ya tuhan" keluh Ara saat mencoba memegang kertas skripsi nya.


ingin sekali rasanya aku menelponmu Bian agar kau membantuku saat ini, tapi aku tak ingin menyakiti perasaan ayu apalagi sekarang hubungan kita semua sedang tidak baik, ayo Ara kau harus kuat! ucap Ara dalam hatinya.


ddrrrrdddd ddddrrrrdddd


ponsel Ara tiba-tiba berbunyi dan membuat ia seketika melemparkan beberapa kertas skripsinya yang sudah tertata rapi hingga menjadi bertaburan kemana-kemana.


"shittttt" gumam nya


*Ghina* Terlihat nama sahabatnya itu yang sedang menelepon nya membuat ia ingin sekali mencengkram wanita itu.


Ara mengangkat telepon nya dengan cepat dan langsung memaki sahabatnya tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.


"halo Ghina , ada apa kau menelpon ku?"


"kau tahu, saat ini aku ingin sekali mencincangmu kecil kecil lalu ku aduk dengan telur dan kujadikan kau martabak" ucapnya lagi


"K...kkkk...kk.." ucap Ghina yang terpotong karena Ara terus saja memakinya


"hei kau dengar aku ya, aku kesal sekali denganmu, gara-gara kau kertas skripsiku terjatuh berhamburan, arrgggghhhh"


Dan akhirnya Ghina diberi kesempatan untuk berbicara


"hei Ara, apa-apaan ini? kenapa kau marah denganku? apa salahku? dan lagi, mana aku tahu kau sedang apa? ah yasudahlah kau urus saja dulu kertasmu, kau tahu? aku sudah menunggumu lebih dari dua jam. Jika kau tak datang satu jam dari sekarang maka aku akan meninggalkanmu" celoteh Ghina yang merasa tidak bersalah


"eh tunggu tunggu... Ghina sayang, kau tahu kan kalau kita satu doping? dan kau tahu juga bagaimana hubungan kita dengan yang lain, iya kan? masa kau tega dengan sahabatmu ini? hanya aku seorang loh yang setia bersamamu" ucap Ara dengan lembut


"cihhhh, jijay sumpah.. yakali masa di gombalin sama jomblo? hahahhaa" ledek Ghina


"sialan kau! ah ya sudah aku besiap dulu, bhay" ucap Ara.

__ADS_1


Flashback


Sejak menyusun skripsi, persahabatan Ara dan teman-temannya sedikit renggang. Semua berawal saat mencari judul skripsi.


Hari itu, Ara tanpa di sengaja melewati rumah Ghina yang tak jauh dari kampus nya. lalu ia mampir kerumah Ghina , mereka memutuskan untuk pergi ke kampus lain untuk mencari referensi dalam pemilihan judul.


"Ara gimana kita ke universitas A b c saja? setahu ku diperpustakaan yang ada di universitas itu banyak sekali yang bisa dijadikan referensi" usul Ghina


"haaa kau benar juga, yuk telepon yang lain"


"kau ini lupa apa pikun? Amel dan Ayu kan sedang pulang kampung karena libur semester?" ucap Ghina


"oh iya astaga , ha yasudahlah kita dua saja, tak usah hubungin Bian karena nanti jika ketahuan dengan Ayu pasti dia bakal sakit hati" jawab Ara


Lalu mereka pergi ke universitas tersebut, sedikit canggung memang mengunjungi kampus orang di tambah lagi mereka hanya berdua saja, karena biasanya personil nya lengkap.


Lalu beberapa hari kemudian saat mereka sudah mendapatkan judul, akhirnya Ara dan Ghina memutuskan untuk ke kampus dan mengajukan judul.


Mereka saling tatap satu sama lain, tatapan yang begitu tajam. Perasaan menjadi campur aduk, ada rasa bersalah dan rasa sakit hati karena seperti mengkhianati .


"kalian!!!!" ucap mereka serentak.


"sudah lama di sini?" tanya Ara


"baru kok, kalian baru sampai?" tanya Amel dan di anggukin oleh Ara dan Ghina.


Ara dan Ghina merasakan sakit yang amat dalam, ini kali pertamanya mereka merasakan sakit yang tidak berdarah itu.


"eh iya, kami deluan ya" ucap Ayu.


Jleb....


perasaan mereka bertambah sakit karena sahabatnya meninggal kan mereka tanpa penjelasan apapun karena setau Ara dan Ghina mereka kemarin sedang berada di kampungnya masing-masing.

__ADS_1


Ara menepuk pundak Ghina saat mereka sudah mengajukan judul " ghin, kau ngerasain sesuatu gak sih? "


lalu mereka duduk di taman yang ada di kampusnya "iya Ra, kenapa ya mereka cuekin kita?"


"bukan hanya itu ghin, tapi kenapa mereka berniat untuk diam-diam saat mengajukan judul? sedangkan kita tahu mereka kemarin sedang berada di kampungnya?"


"aku kok ngerasain sakit ya Ra?"


"aku juga, aku ngerasa di khianati padahal aku ga punya pacar"


"****, hampir ngakak aku" ucap Ghina.


"ah ya sudah lah untuk apa kita pikirin? apa mereka mau untuk kita pikirin? buang-buang waktu dan tenaga saja"


"tunggu, kau bilang apa Ra? tenaga? ya sudah ayo ke kantin, aku lapar hahahah" ucap Ghina. karena memang mereka satu geng ini terkenal dengan baper saat bahas makan.


Sebenarnya jika di fikir-fikir untuk apa sakit hati? tapi mereka menyadari karena baru kali ini mereka Amel dan Ayu pergi tanpa mengajak mereka .


Sejak saat itu hubungan mereka sedikit renggang, bahkan jarang sekali untuk berkumpul dengan alasan ingin mengerjakan skripsi.


Sampai akhirnya mereka sidang, dan mengetahui jika mereka lulus di hari itu .


ke empat sahabatnya itu pun berpelukan dan masing-masing menangis sambil minta maaf, mereka menyadari jika selama ini mereka egois karena memikirkan dirinya sendiri tapi malu untuk mengakuinya.


setelah selesai pelukan Ayu menghapus air matanya "kita bakal pisah guys, haaaaaaaaaaa" rengek Ayu


dan disusul oleh Amel "sebentar lagi semuanya berakhir dan kita akan sibuk dengan dunia kita sendiri, aku gak mau kita pisah huuuuu"


sedangkan Ara dan Ghina hanya menangis karena mereka tak sanggup berbicara.


Bian berusaha menenangkan semua sahabatnya, tapi tiba-tiba Bian dipanggil dengan teman mereka yang cowok karena pada dasarnya Bian adalah laki-laki yang normal pasti nya juga berteman dengan sesama jenis nya .


Setelah kejadian itu semua nya lega karena sudah mengutarakan apa yang ada dihati mereka, walau kenyataan nya gelas yang sudah pecah tak akan mungkin utuh kembali seperti semula, iyakan? sama juga dengan persahabatan mereka ini, yang bertengkar tanpa sebab karena hati mereka yang sakit tapi memilih diam .

__ADS_1


__ADS_2