
Kini Ara sudah memasuki semester 5 ia merasa tidak mungkin akan terus-terusan seperti ini. Mengharapkan uang dari Ayahnya yang bahkan memberikannya pun seminggu sekali tak tentu, untung saja Ara pintar ia selalu minta agar ibunya untuk sehari saja tidak usah berjualan, karena ia ingin berjualan menggantikan ibu nya dengan modal sisa dari uang jajan yang ia pegang agar nanti keuntungannya juga untuknya.
'huffh aku tak bisa begini terus
Ara teringat dengan teman kecilnya bernama Caca yang kini bekerja sambil kuliah.
Ara langsung mengambil ponsel nya untuk mengirimkan pesan pada Caca.
Ara📤
Ca gue butuh bantuan loe
Caca📥
Lo ada masalah Ra?
Ara📤
tepat sekali, bahkan gue bingung untuk ngelanjutin kuliah gue
Caca📥
ada apa? cepat katakan..
Ara📤
loe kuliah sambil kerja kan?
Caca📥
iya Ara gue kerja di toko sepatu, lumayan banget karena gue bisa tetap kuliah seperti sekarang ini, bahkan gue bisa bantu biayain sekolah adek gue walaupun cuma sedikit tapi gue bangga banget malah
Ara📤
Really? tolong dong kalau ada info loker daerah situ kasih tau gue, please
Caca📥
oke deh sip, pasti gue kabarin..
Ara📤
makasih banget ya ca , loe the best
Caca📥
hahaha lebay loe, belum juga gue info in..
Ara memang tak perlu menjelaskan kepada teman kecilnya ini betapa menyedihkannya hidup dia karena Caca juga sama sepertinya ia juga dari keluarga yang brokenhome bahkan ayah nya sampai sekarang tak memiliki pekerjaan sementara ibu nya sudah menikah lagi. Tapi walaupun begitu ia juga tak ingin menyusahkan ibu nya..
****
Sudah seminggu lamanya namun belum juga ada kabar dari Caca tentu saja akan membuat Ara semakin galau dan tidak bersemangat lagi untuk kuliah.
ke-empat sahabatnya sangatlah tau dengan apa yang terjadi dengan Ara namun apa boleh buat karena Ara yang begitu mandiri dan tahu diri ia tak mau menerima bantuan dari sahabat-sahabatnya itu termasuk Bian anak dari sang pemilik kampus itu.
"Ra kamu masih mikirin biaya kuliah ya?"
ucap Amel yang sedari tadi melihat Ara melamun dengan tatapan kosong.
Namun tak ada jawaban dari Ara yang membuat ke tiga sahabatnya yang lain pun menoleh ke arahnya
"Araaaa!!!" teriak Ghina
"Heiii"
sambung Ayu sambil melambaikan tangannya ke depan mata Ara
"woyyyy!"
ucap Bian sambil menepuk pundak Ara
"ha iya kenapa?, huh kalian ini ngagetin saja"
membuat Ara tersadar dari lamunannya dan membuat ia kaget karena semua sahabatnya sedang melihatnya
"hei kenapa kalian menatapku seperti itu?"
"hmm tidak sakit..."
ucap ayu si lemot yang meraba suhu kepala Ara
"Ayuuuu!!! mulai deh lemotnya."
sqmbung Amel yang membuat Bian menggelengkan kepalanya sambil senyum
"Ara kami sahabatmu bukan? kami disini dan selalu ada untukmu.."
ucap Amel
"a...aku... g...gak papa.."
ucap Ara dengan ragu
"Ra , ayolah.."
Rengek Ghina
"oke oke baiklah.. aku bingung guys karena udah sebulan lebih bokapku gak ngasih uang sementara 2 bulan lagi kita ujian semester.."
ucapnya sambil mata yang mulai berkaca-kaca
__ADS_1
"Ara kau bisa memakai uangku dulu dan kau boleh menggantinya kapanpun kau mau"
ucap Amel
"aku juga..."
ucap Ghina , Ayu dan Bian
"makasih guys tapi aku gak bisa"
sahut Ara singkat
"dan kau juga tak perlu menggantinya Ara"
ucap Bian tiba-tiba
"maaf Bian aku gak bisa, kalian memang baik tapi aku bisa nyelesaikan sendiri"
sambung Ara sambil menghela nafasnya
"dengan cara apa?" tanya Ayu
"kayanya aku mau kerja dulu dan akan cuti 1 tahun"
jawab Ara sambil tersenyum karena mendapatkan ide itu tiba-tiba
"No Ara!! kau tak perlu melakukan itu.."
pinta Bian
"kau juga tak berhak melarang ku"
sahut Ara sambil mengacak pinggang nya
"hei sudah-sudah.. kalian ini seperti tom and Jerry saja. Ara sebaiknya kau pikirkan lagi baik-baik. bukankah kau disini mendapatkan beasiswa?"
ucap Ghina
"yes, tapi apa kalian tidak tahu kalau uang kuliahku hanya di potong 50% dari yang umum?"
sahut Ara dengan nada sedikit naik
"Ara kau bisa menggantikan jualan ibu mu untuk beberapa hari agar kau bisa membayarnya"
ucap Ayu miss Lemot yang tiba-tiba menjadi cerdas.
"ha iya, benar tu.. tumben Miss lemot kita pintar hihi"
ucap Amel dan diikuti yang lain tertawa sementara Bian mengacak rambut Ayu.
"kalian..!!!"
ucapnya kesal
sahut Ara sambil meneteskan air mata nya
melihat ke 4 sahabatnya diam Ara pun meneruskan ucapannya
"yasudah aku pulang duluan..."
ucap Ara sambil berdiri
"biar aku antar.."
tawar Bian menawar kan diri
"tak perlu, aku bawa motor"
tolak Ara singkat
'uh ****.. keras kepala sekali si kanciil ini' batin Bian
Sebenarnya Ara juga tidak salah menolak ajakan Bian karena emang dia ke kampus membawa sepeda motor hari ini , tapi karena Ara sedari tadi tetap dengan ego nya membuat Bian sangat kesal dengannya . Andai saja Ara tidak menolak pemberian Bian dan sahabatnya mungkin semuanya tak akan serumit ini.
Sementara ke empat sahabatnya masih berada dalam kelas karena memang mereka selalu duduk dulu di kelas setelah jam mata kuliah selesai .
Tak lama kemudian mereka di kagetkan dengan seorang perempuan yang masuk ke ruangan tersebut siapa lagi kalau bukan cinta terpendam nya Bian si Ara yang paling cantik menurutnya.
"Kenapa Ra?" tanya Amel yang tiba-tiba di peluk Ara
"maafin aku ya guys"
sambung Ara
"ehemmm." deheman Bian yang mencairkan suasana sambil menaik turunkan alis
"kenapa Lo?"
tanya Ara yang mengagetkan semuanya karena emang gak pernah Ara manggil Loe kepada mereka
"hmm pengen...."
ucap Bian yang membuat Ara Amel Ghina dan Ayu melemparkan serangan untuknya
"mesum!!!" teriak mereka serentak.
"Awww!!!! sakit tau...
ucap Bian
"makanya jangan ganjen"
__ADS_1
ucap ke empatnya dengan serentak kemudian mereka semua tertawa.
'syukurlah kau sudah bisa tersenyum Ara sayang , ucap Bian dalam hatinya'
"kau ini kenapa ? sebentar ngambek tanpa alasan sebentar tertawa seperti sekarang ."
tanya Miss lemot Ayu dengan memijat alisnya yang tidak pening.
"hehehhehe sorry guys"
ucap Ara tidak enak melihat tingkahnya
"ayo jelaskan.."
kata Bian tiba-tiba yang tak ingin semuanya berlalu
"aku lagi senang banget, emang ya rezeki anak Sholehah itu gak kemana.."
ucap Ara yang membuat semuanya mengerutkan alis sambil menaikkan bahu seolah masih tak puas dengan jawaban Ara .
Melihat semua sahabatnya diam tanpa kata Ara pun melanjutkan ucapannya lagi
"aku dapat kerjaan guys!!!"
ucapnya yang berhasil membuat keempat sahabatnya melotot kebingungan
"eh gimana gimana?"
ucap Amel yang ketularan lemot
"iya jadi Minggu lalu aku tuh ngehubungin sahabat kecilku yang sekarang kuliah sambil kerja, nah aku minta dong info loker ke dia yau..."
kalimatnya terpotong karena ada Ghina yang kepo tak sabaran mendengar cerita Ara
"trus trus?"
ucap Ghina yang berhasil membuat semua orang melototinya
"Ghina!!!!! rem dulu mulutmu"
sahut Ayu yang membuat Ghina jadi senyum gak enak
"oke oke, aku lanjut ya."
kata Ara yang disambut mereka sambil mengangguk
"trus yaudah aku nungguin kabar dia sampai tadi pagi yang tak bekabar, makanya tu aku galau banget sampai aku cuekin Kalian hahaha"
ucap Ara yang berhasil membuat mereka menggelengkan kepalanya
"kau ini buat kami khawatir saja ya, dasar anak nakal...."
sahut Ghina seperti emak-emak yang marahin anaknya sambil menarik kuping Ara
"aduhh aduhh sakit Mak , ampun Mak..."
ucap Ara yang meringis kesakitan walaupun itu tak sakit yang membuat lainnya tertawa
"emang kamu kerja dimana Ra?"
tanya Bian yang sengaja biar Ghina melepaskan telinga Ara karena walaupun Bian ikut tertawa ia juga tidak tega melihat Ara kesakitan.
"ha iya Ra, aku sampai lupa nanya"
ucap Ayu
"ohiya aku juga lupa bilang hihi
ucap Ara
"aku kerja di toko sendal, tapi tenang aku gak jadi cuti kuliah kok karena aku diizinin kuliah sambil kerja hihi"
"apa kamu gak papa Ra? apa itu gak melelahkan?"
tanya Bian lagi
"tidaklah Bi, lagian ini mau ku kok.."
ucap Ara meyakinkan
"yasudah yuk kita rayakan berita baik ini dengan cara Bian yang mentraktir"
ucap Amel yang seketika membuat semuanya terdiam dan langsung tersenyum mengangguk
"ayooo siapa takut"
sahut Bian menyetujuinya..
*flashback
saat Ara keluar kelas ia segera turun ke tangga tapi langkahnya terhenti karena Caca menghubunginya , lalu ia duduk di dekat Mading yang berada di pojok dinding.
Caca mengabarkan kalau disebelah toko tempat ia bekerja sedang mencari karyawati untuk bidang kasir dan Caca sudah mendatangi pemilik toko tersebut yang mana toko nya merupakan tempat ia bekerja sebelumnya.
Caca sangat akrab dengan pemiliknya, ia menceritakan kalau Ara ingin bekerja sambil kuliah sama seperti dirinya. Syukurlah pemilik toko sangatlah baik sampai ia memperbolehkan Ara kerja setengah hari karena emang mata kuliahnya tidak sebanyak dulu lagi dan mempersilahkan untuk memulai kerjanya pada esok hari. Sangkin girangnya Ara berlari ke kelas untuk memberikan kabar baik ini kepada teman-temannya yang sudah ia buat bertanya- tanya.
*flash off
Mereka menikmati makanan tentu saja membuat Ara semakin bahagia hari ini
'akhirnya kau tersenyum lagi kancil cantik
__ADS_1
Ucap Bian dalam batinnya
Setelah makan mereka kembali lagi ke kampus nya untuk mengambil kendaraan mereka .