Berhak Sarjana

Berhak Sarjana
Part 20


__ADS_3

Sejak saat itu Ara dan Rayhan semakin dekat mereka merasakan banyaknya kecocokan ditambah lagi kedekatan mereka dilandaskan dengan pertemanan yang dikenalkan, seperti yang mereka inginkan.


Tak dapat dipungkiri jika saat ini mereka sangat merasa nyaman dengan keadaan sampai mereka hampir lupa jika mereka hanya berteman.


Tak ada yang tahu bahwa cinta bisa datang kapan saja dan dimana saja, direncanakan dan tidak direncanakan, bahkan sampai mencintai dalam diam karena tidak pernah bertemu sama sekali alias bertemu via telepon saja.


Tapi apalah daya karena mereka sudah berkomitmen menjadi teman sejak dulu. Perbedaan jam juga tak menghalangi mereka saat ini, tanpa disadari mereka telah memiliki rasa yang sama.


Ting...


ponsel berbunyi


pesan dari 'Ray' alias Rayhan.


"baik-baik kuliahnya ya Ra"


saat membaca itu terlihat jelas wajah merah Ara yang merona menandakan ia sedang dalam keadaan bucin.


tanpa mikir panjang Ara langsung membalas "kamu juga ya Ray, tingkatin hapalannya , semangat!!!"


Selang beberapa menit saja, Rayhan langsung membalas pesan Ara , betapa kagetnya ara karena isi dari pesan itu adalah foto selfie dari Rayhan.


"foto"


Ara langsung cekikikan sampai membuat teman-temannya melirik ke arahnya..


"Napa Ra?" tanya Bian


Ara menggelengkan kepalanya dan cekikikan kembali.


"Napa sih Ra? " tanya Amel sambil memegang jidat Ara ..


"ih apaansih" ucap Ara malu..


"aku gapapa, selow" lanjut nya.


Amel mengarahkan mulutnya tepat disebelah telinga Ara "kamu lagi ngebucin ya"


Ucapan Amel membuat Ara melotot ke arahnya "sttttt jangan berisik" sambil menutup ponselnya.


Ara memang belum menceritakan tentang kedekatannya dengan Rayhan kepada teman-temannya. karena ia masih takut jika perasaannya ini salah. lagian hubungan mereka hanya sebatas chat yang terlalu dibawa ke perasaan.


Betapa kagetnya Ara melihat ponselnya yang berdering sehabis mata kuliah selesai, bagaimana tidak? itu voice call dari Rayhan .


aduh bagaimana ini? ditolak kasian, diangkat ntar ketahuan.. Ara kau harus angkat itu sekarang!!!


Ara kebingungan tak menentu tapi ia memilih untuk mengangkatnya .


terlihat jelas Ray memakai jubah putih plus peci putih yang membuat tingkat kegantengannya bertambah .


'ternyata begini ya doi kalau udah ngebucin, hmmm lucu jugaaa' batin Ara .


'ah enggak enggak.. kau ngomong apa sih Ra, perasaan disukai banget sama doi, kalian itu hanya teman Ra!!!' sambungnya lagi sambil menggelengkan kepalanya.


Bian memperhatikan Ara dari jauh, tentu saja Bian tau gerak gerik Ara mulai berbeda. "woy!!!" ucap Bian yang menepuk pundak Ara


Ara menoleh ke arah Bian "aduh sakit!!!"

__ADS_1


Bian duduk disamping Ara "kamu ini kenapa? aku perhatikan banyak senyumnya hari ini"


Ara tertawa "memangnya aku kenapa? apa dikampus ini aku tak boleh senyum kapanpun yang aku mau? heh kau ini ada-ada saja"


Bian menatap Ara dengan tajam membuat Ara menjadi gugup "apa kau sedang jatuh cinta?"


degggg


Ara semakin gugup karena perkataan Bian itu emang benar adanya


"kau ini bicara apa Bian? jangan ngelantur"


Belum sempat Bian menjawabnya tiba-tiba Ghina Amel dan Ayu menghampiri mereka "dicari kemana-mana ternyata pada mojok" ucap Ghina.


"diamlah atau aku akan memukulmu" ucap Ara


"sudah, ayo kita cari makan dulu" sambung Bian .


Mereka menuju warung yang berada di depan kampus..


"mbak saya mie ayam bakso ya 1 sama ice lemon tea juga... " ucap Bian


"saya bakso kosong dengan es teh ya mbak" ucap Ayu


"saya bakso tapi pake mie tiaw ya mbak minumnya es kosong aja " ucap Ghina


"saya samain aja dengan dia (nunjuk Ghina)" ucap Amel


tiba lah giliran Ara


"saya bakso pake mie putih campur mie tiaw ya mbak , sama........." ucapannya dipotong


Ara menutup matanya karena semua mata yang berada disana menoleh ke arah mereka tentu saja itu membuatnya malu. "kalian ini malu-maluin banget sih" ucap Ara kesal.


"tapi emang benar kan??" goda Ayu


Ara tertawa "enggak! gak salah maksudnya"


Namun tawa nya lanjut lagi karena memandangi profil Rayhan yang membuatnya geli karena foto bareng unta 'hahaha unta bareng unta ' .


Tawa nya membuat yang lain menoleh ke arahnya , "upsss sorry" ucapnya sambil menutup mulutnya


"kamu Napa sih Ra?" tanya Ghina heran .


Ara menggelengkan kepalanya sambil menikmati teh botol yang sudah disajikan..


"tuh pujaan hatimu nelpon" ucap Bian ketus


"uhuk...." Ara menyembur kan air yang ada di mulutnya ke arah Bian untung saja Bian sempat menggeser jika tidak maka habislah dia.


Ayu tertawa puas melihatnya sedangkan Amel dan Ghina hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya itu.


"kenapa kamu tertawa? kan tidak kena?" tanya Bian ke Ayu yang sebenarnya tak perlu di tanya.


Ayu langsung emosi mendengarnya karena memang masih ada benih benih kerinduan diantara mereka "ya jika itu kena ke mukamu maka tawaku akan lebih kuat, kau dengar itu!".


"awwww shadissssss" ucap Ghina

__ADS_1


Bian langsung mengalihkan pembicaraan ia melirik ke ponsel Ara yang masih berbunyi akibat malu mengangkatnya "oh jadi namanya Ray? angkat gih!!!!"


Ucapan Bian yang ketus membuat Ara kesal sekaligus merasa bersalah ia langsung pergi keluar untuk mengangkat telepon dari Ray "sorry guys aku angkat dulu ya"


Ayu Amel dan Ghina tersenyum "goodjob" sementara Bian hanya diam mematung sinis melihat Ara pergi.


"sudahlah Bian, ada Ayu tuh" goda Ghina


Bian salah tingkah "apasih"


sementara Ayu sudah menggenggam sendok dan bersiap-siap untuk melemparkannya "berisik" ucapnya dengan mata melotot.


Sementara di luar Ara sedang mengangkat telepon nya


Ray: assalamu'alaikum..


Ara: waalaikumsalam..


Ray: apa adinda sedang sibuk?


Ara: tidak abangda...


what??? adinda? abangda? apa-apaan ini?


Ya, mereka memang sering sekali mengubah panggilan. Mulai dari ana ente , aku kamu, gue elu, bahkan sekarang sudah masuk ke adinda abangda.


Setelah asyik menelpon Ara langsung kembali ke meja tempat ia dan teman-temannya makan. Tampak jelas dari kejauhan teman-teman nya sedang menatapnya dengan penuh tanya terutama Bian sahabat yang pernah ditolaknya namun masih mencintainya dalam diam.


'ternyata kalian semua sedang menungguku ya, dasar Miss kepo' gumam Ara .


Baru saja Ara duduk Bian langsung menepuk pundaknya "kami butuh penjelasan" ucapnya


Ara langsung menoleh ke arah Bian dengan penuh rasa bersalah "sudahla makan saja dulu"


Ayu Ghina Amel dan Bian menggelengkan kepalanya .


"baiklah baiklah aku akan jelaskan" sambung Ara


Mereka meletakkan sendok nya , kemudian fokus ke arah Ara .


"sebenarnya... Ray itu.... bukan siapa-siapaku..." ucap nya


"ooooohhh" ucap mereka serentak sambil mengangguk..


kemudian mereka tersadar lalu menoleh kembali "bohong"


Ara yang baru saja menyulang makanan kemulutnya itupun langsung tersedak "uhuk.. hahha... uhuk"


Bian menyodorkan minuman kedepan Ara "minum dulu", dan Ara mengangguk.


"kalian ini kenapa sih? introgasi aku seperti terdakwa saja" ucap Ara


Amel menggelengkan kepalanya "kau yang kenapa Ara? sejak kemarin kuperhatikan kau selalu tersenyum jika melihat ponsel"


"oh jadi kalian terlalu kepo ya? ciyeeee" goda Amel .


"baiklah aku ceritain, kami cuma berteman dan dia adalah orang yang bantuin Oma selama umroh, udah itu aja" jelas Ara

__ADS_1


"jangan bilang kau mulai menyukainya? iyakan? ayok ngakuuu..." ucap Amel yang membuat pipi Ara menjadi merah seperti pakai blush on sementara Bian sudah mulai menampakkan kekesalannya.


"ih apaan, sudah sudah.. makan aja ayoo nanti dingin nih nasinya" sahut Ara.


__ADS_2