Berhak Sarjana

Berhak Sarjana
Part 28


__ADS_3

"hei kau berikan saja kepada ayah ibumu, walau gimana pun mereka adalah orangtua mu, biarkan saja mereka berbuat jahat yang penting kau jangan membalasnya karena jika kau balas maka kau dan mereka tak ada bedanya"


"apa yang kau katakan? kau fikir aku tak ingin memberikan ini semua pada mereka? salah. aku kuliah untuk mereka, dan jika ini puncak dari kuliahku pastinya aku ingin mereka yang menyaksikannya"


"jadi apa yang kau fikirkan Farasya?"


"Bian berhentilah bertanya, kau ini bertanya tapi kesannya seperti ingin menyudutkan Ara saja, apa kau tak lihat wajahnya? Ara sedang menahan air matanya yang akan tumpah" ucap Amel yang berhasil membuat Bian tertunduk karena merasa bersalah.


"sudah lah guys kenapa kalian jadi berantam? kalian gak akan tahu gimana rasanya di posisi aku, bahkan untuk menjelaskannya saja pun aku tak mampu"


Amel memeluk Ara "tenangkan hati mu, dan bicarakan lah baik-baik kepada kedua orang tua mu , dan jika kau butuh sandaran kami selalu ada untukmu".


****


Ceklek...


Ara membuka pintu rumahnya, ia hanya menemukan Oma nya "Oma sayang" ucap Ara .


Oma yang sedang membersihkan kamarnya langsung menoleh ke Ara "loh cucu Oma sudah pulang"


Ara mengangguk, namun Omanya seperti mencium aroma kegalauan dari cucunya.


"ada apa nak? duduk dulu sini"


Ara duduk dan menyerahkan kartu undangan tersebut kepada Oma nya "lihatlah ini Oma, kenapa jumlahnya hanya 2 saja?"


Oma menggelengkan kepalanya "memangnya Ara mau ngajak siapa saja? satu kampung kah?"


"Oma ini sama sekali tidak lucu!!!!" ucap Ara sambil menatap sinis .

__ADS_1


"ya sudah kalau begitu, Ara ajak saja ibu dan ayah Ara, Oma tinggal saja dirumah tak apa nak"


"tapi Oma...."


Oma langsung memotong pembicaraan Ara "nak, Oma tahu apa yang sedang Ara takut kan. tapi walau gimana pun ibu dan ayah Ara adalah orangtua, dimana pada dasarnya setiap orangtua ingin sekali melihat anaknya sukses."


"Oma tau sendiri kan istrinya ayah gimana? ia pasti tidak setuju dengan keputusan Ara dan Ara tidak Sudi jika dia yang datang bersama ayah"


"kita tak pernah tahu bagaimana hasilnya jika kita tidak mencobanya, sayang."


"hmm baiklah nanti Ara akan menelpon ayah, Ara mandi dulu ya Oma, love you" ucap Ara sambil bergegas untuk pergi ke kamar mandi.


Sambil tersenyum "gadis cantik yang malang" ucap Oma dengan nada yang sangat pelan.


Benar, menjadi anak broken home bukan lah hal yang mudah, bukan juga salah siapa-siapa namun anaklah yang terkena dampaknya.


Memang benar, hubungan yang sudah bercampur dengan kebohongan sangat mudah untuk retak bahkan sampai hancur. Begitu juga dengan kisah ayah dan ibu nya Ara karena adanya orang ketiga membuat hubungan yang sudah dibangun sejak lama akan rubuh begitu saja tanpa melihat dan memikirkan anak-anaknya.


ya! Ara selalu memikirkan itu, bahkan pertanyaan itu selalu terbenak di pikirannya. Bukan karena Ara tak menerima kenyataan hanya saja ia masih tak menyangka dengan semua ini.


Sebelum ibu sambung Ara hadir , keluarga kecil ini sangat bahagia , bahkan dengan makan nasi pakai garam saja mereka sangat bersyukur karena selalu bersama .


Ada yang bilang jika uang akan merubah segalanya, dan itulah yang membuat keluarga kecil ini menjadi hancur.


Ada yang menjanjikan kehidupan yang layak dengan satu pihak saja , kemudian pihak tersebut menyetujuinya juga akhirnya ia meninggalkan pihak yang lain di antaranya adalah istri dan anak-anaknya.


***


Setelah mandi Ara masih juga belum berani menelpon ayahnya, sementara ibunya masih pergi entah kemana.

__ADS_1


Obat satu-satunya adalah bermain gitar. Ara langsung saja mengambil gitar yang berada dipojokan tempat tidurnya.


Tapi disaat ia hendak memainkannnya tiba-tiba ponselnya berdering


kring


kring


📲 *ayah*


ha? ayah? astaga kenapa aku jadi degdegan begini?? bismillah kuatkan aku ya Rab...


"assalamu'alaikum ayah"


" waalaikumsalam , lagi ngapain anak ayah?"


"baru selesai mandi , oh iya apa ayah lagi dirumah?"


"iya nak, ada apa?"


"apa ibu juga lagi dirumah?"


"tidak nak , ibu sedang kerja"


"jadi ayah sendiri aja nih dirumah?"


" ya enggak juga lah, berdua sama adikmu hahaha kau ini ada-ada saja"


"Ara serius yah"

__ADS_1


"ayah juga gak bohong nak"


__ADS_2