Berhak Sarjana

Berhak Sarjana
Part 13


__ADS_3

Hari yang cerah bagi Ara karena ini merupakan hari pertama dan kali pertamanya dia bekerja itu semua membuat ia menjadi gugup saat berangkat karena memang ia belum ada pengalaman sama sekali .


Sebelum berangkat ia sudah janjian dengan sahabatnya Caca untuk berjumpa di toko tempat Caca bekerja .


Setelah sampai di tempat Caca bekerja benar saja toko yang harusnya tempat Ara bekerja masih tutup sementara tempat Ara sudah buka.


Tapi bos nya Caca sangatlah baik karena mengizinkan Ara untuk menunggunya ditempat itu..


"loe tunggu aja disitu, gue kerja dulu.."


ucap Caca


"emang gapapa ca? gue segan banget sama bos loe"


sahut Ara yang membuat bos nya melirik nya


"gapapa kok mbak, tunggu aja disitu."


sambung bos Ara sambil senyum


"bos loe baik ya"


ucap Ara yang bicara tanpa besuara membuat Caca tersenyum sambil mengacungkan jempol untuknya.


Tak lama kemudian toko yang tempat Ara bekerja pun di buka karena anak pemilik toko sudah datang.


deg...


Jantung Ara terpompa lebih cepat , bukan karena ia terpanah dengan wajah anak bos nya itu tapi karena ia sebentar lagi akan bekerja.


Caca menghampiri Ara


"sebentar lagi gue ajak loe kesitu."


yang membuat Ara menjadi mengangguk.


Setelah Caca izin kepada bosnya untuk mengantarkan Ara , kemudian Caca membawa Ara kesebelah tokonya..


"kak bim.."


panggil Caca


"hei ca, ada apa?"


sahut anak bos itu


"kemarin Pak Ali minta cariin anggota baru, nih gue bawain teman gue namanya Ara."


ucap Caca sambil memberi kode untuk menjabat tangan


"Ara kak..."


ucap Ara singkat


"Bima..."


ucapnya


"Tapi disini bagian kasir udah ada ca, bokap emang nyuruh bagian mana?"


tanya Bima heran dan di anggukin oleh Caca.


"sebentar, gue telpon dulu.."


sambung Bima sambil berjalan agak menjauh


"gimana ini kalau gak jadi?"


ucap Ara yang sempat down


"udah loe tenang aja dulu"


sahut Caca sambil menepuk bahu Ara satu kali.


Bima kembali ke tempat mereka berdiri tadi, kemudian iya tersenyum.


"gimana kak?"


ucap Caca


'tenang, bentar lagi teman loe dibawa Iwan untuk diantarkan ke toko yang sana"


ucap nya sambil menunjuk toko itu..


"oh untuk yang disana ya kak?


ucap Caca dan di anggukin oleh Bima


"kenapa ca?"


tanya Ara bingung


"loe bakal digedung sana, sorry Ra kita gak jadi sebelahan"


jawab Caca sambil senyum


"gak papa deh". ucap Ara dengan sedikit kecewa

__ADS_1


"yaudah loe tunggu sini ya gue balik kerja dulu " sahut nya


"oke thanks ya.." ujar Ara sambil senyum


"duduk dulu .."


ucap kak Bima dengan dinginnya


"iya kak terimakasih.."


sahut ara sambil senyum


'dingin banget tuh anak kaya es kutub'


batin Ara yang membuat ia senyum sendiri.


Tak lama kemudian Ara pun di jemput dengan orang yang bernama Iwan itu dengan berjalan kaki.


"yok.."


ucapnya


Ara yang kebingungan pun mendelik kan matanya "saya kak?" tanyanya memastikan.


"bukan, tapi tembok yang dibelakang loe, hmm ya elo lah" jawabnya sambil menggoda.


'*id*ih, ni anak ngeselin banget, kenal kagak tapi asal yok aja, untung gue lagi butuh hhhhrggghh' ucap Ara dalam hati.


''ii-iya kak.."


jawab Ara


"jangan loe apa-apain anak orang"


sambung kak Bima sambil tertawa


"pasti bos"


jawab lelaki itu sambil tersenyum


"mari kak..."


ucap Ara dengan sopan kepada kak Bima yang di anggukin olehnya


saat di perjalanan Ara melihat ke arah lelaki itu seperti aneh menurutnya, tapi ia tidak memikirkan itu..


"namanya siapa?"


ucap Iwan sambil melirik Ara


"Ara kak.."


ucap Ara


ucap lelaki itu


"iya kak Iwan.."


jawab Ara singkat


'hmm bener saja, sepertinya dia playboy cap kaleng hihi'


"nanti ga usah gugup.."


ucapnya yang memperhatikan Ara kaku..


"emm Iya kak.."


ucap Ara..


***


sampailah pada toko tersebut, lumayan jauh untuk Ara berjalan kaki . Ara tak menemukan bos nya di tempat itu, ia hanya bertemu dengan salah satu karyawati juga yang melihatnya dengan sinis sambil membersihkan tas yang ada di rak..


Ya, toko yang ini tak sama dengan toko Caca , jika Caca fokus di sendal dan sepatu maka toko yang akan ditempatkan Ara memiliki banyak jenis yang harus dijual.


Ada tas, tali pinggang, dompet, bahkan batu. cincin yang masih jaman saat itu.


Ara menghampiri karyawati itu untuk berkenalan..


"hai kak kenalin gue Ara"


sapa Ara


"gue Fitri.."


jawabnya dengan melihat sekilas.


'sombong banget ni orang.' batin Ara


"jangan diem aja, bersihkan tas yang sebelah sana.."


ucap nya lagi


'hei berani sekali kau menyuruhku, emang siapa kau? apa kau gak tahu kalau tugasku hanya menjadi kasir?


"halo kenapa diam saja?"

__ADS_1


sambung nya lagi


"eh iya kak, maaf.."


ucap Ara sambil berjalan ke arah tas sebelah sana .


"kak ngomong-ngomong pak Ali nya yang mana ya?'


tanya Ara dengan lembut


"dia gausah ditanya karena datang sesukanya . kadang pagi kadang siang kadang sore ."


jawabnya singkat


"oh... " sambil mengangguk..


Ara menikmati pekerjaannya, ia disuruh bersih-bersih juga ikut ngelayanin pembeli. ya sekarang pekerjaannya ternyata bukan cuma jadi kasir saja tapi merangkap semuanya.


Sore hari nya ia melihat sosok lelaki betubuh tegap dengan gaya seperti preman sungguh Ara sangat takut melihat nya, ia fikir lelaki itu adalah pembeli makanya ia berusaha menghindarinya . Tapi ia telat karena lelaki itu memanggilnya..


"hei Ara"


ucap lelaki itu sambil berjalan


"what? dia tau namaku? astaga apa dia mengenaliku?"


gumam Ara


"Ara berapa penjualan kita hari ini?"


tanya lelaki itu


'astaga jadi ini bos aku? pak Ali yang baik itu? tapi gayanya kenapa menakutkan seperti ini? hiih hampir saja aku memarahinya'


batin Ara


"hmmm ini pak.."


ucap Ara sambil membuka buku penjualan


"oke semoga betah ya"


ucap pak Ali


"baik pak terimakasih.."


ucap Ara yang langsung pergi membersihkan rak berisi Dompet..


****


Setelah pukul 2 siang Ara pamit dengan pak Ali untuk pergi ke kampus, pastinya pak Ali mengizinkan dengan catatan gaji dipotong menjadi setengah hari. Ya itu tak masalah bagi Ara yang penting saat ini ia punya penghasilan.


Di hari itu juga Ara mendapatkan gaji pertamanya karena ia digaji per hari tentu saja dengan gaji 25ribu karena ia bekerja setengah hari itu tak sebanding dengan apa yang ia lakukan tapi ia menerimanya dengan senang hati . Ara jadi teringat pada masa ayahnya masih berjaya , tak pernah terpikir kan olehnya sekarang untuk kerja sampai lelah hanya mendapatkan gaji 25ribu dan 50ribu perhari.


****


Tentu saja kali ini ia agak telat datang ke kampus karena tidak membawa motor . Mulai hari ini ia harus pergi naik angkot karena motor yang selama ini ia bawa adalah milik bersama dirumah . Jika ia membawanya maka yang lain akan kesusahan jika ingin berpergian.


"huh melelahkan sekali.."


ujar Ara dengan nafas yang ngos-ngosan


"are you okay?"


selidik Amel yang di anggukin oleh Ara


"ciee yang hari pertama nya kerja, gimana gimana?"


tanya Ayu Miss lemot yang kepo


"banyak pelajaran yang kudapat hari ini, tapi aku menikmatinya.."


jawab Ara sambil senyum membuat Bian semakin mengaguminya


"tapi kenapa kau ngos-ngosan? apa kau naik angkot?"


tanya Ghina


"iya mulai sekarang aku naik angkot."


ucap Ara


"astaga kenapa kau tidak menghubungiku ?"


tanya Bian cemas.


"santai aja bi, lagian kita gak se arah... kau akan mutar-mutar jika menjemputku"


jawab Ara sambil tersenyum


Bian ingin melanjutkan percakapannya tapi Ara langsung memberi kode untuk berhenti agar tidak ada hati yang nantinya akan terluka.


"tapi kali ini kau gak boleh nolak untuk ku antar pulang"


ucap Bian yang di anggukin oleh Ayu pertanda ia setuju


"oke kalau maksa"

__ADS_1


ucap Ara yang berhasil membuat semuanya tersenyum..


__ADS_2