Berhak Sarjana

Berhak Sarjana
Part 42


__ADS_3

"assalamu'alaikum nak" suara lelaki dari seberang sana siapa lagi kalau bukan ayah Ara.


"waalaikumsalam, ayah dimana?"


"ini ayah sudah dijalan , kalian masih di salon kan?"


"iya ayah, tapi ngomong-ngomong ayah pakai mobil siapa?"


"pinjam nak hahaha gapapa la ya, yang penting ada "


"Oalah ya sudah, bye ayah.."


Beberapa menit kemudian ayah Ara tiba di salon tempat Ara dan ibunya makeup.


Ara sudah terlihat cantik dengan Gamis yang ia kenakan dan jilbab yang senada warnanya dengan bajunya juga dengan polesan dandan yang tipis.


Sementara ayah Ara, memakai baju dan jasnya di tempat itu karena Ara tidak sempat untuk datang kerumah ayahnya memberikan pakaian itu.


Ara sengaja membeli warna kemeja ayahnya dengan warna baju ibunya senada, agar terlihat serasi walau pada kenyataan keluarga itu sudah pecah terbelah.


ayah, ibu... kalian cocok sekali... batin Ara sambil menahan air mata yang hampir tumpah.


"sudah pada siap?, ayo" ujar ayah Ara.


Lalu kami bertiga menaiki mobil yang dipinjam ayahnya dengan temannya itu. Ara buru-buru naik di belakang agar ia bisa melihat ayah dan ibunya berduaan didepan.


Farhan dan Oma kemana??? mereka menunggu dirumah, karena undangan hanya bisa untuk tiga orang , salah satunya wisudawan.


"Ara, kenapa kau dibelakang nak? pindah sini" pinta ibu Ara .


"Ara dibelakang saja ya Bu, ayolah buanglah ego kalian sebentar saja, ini hari bahagia ku, setidaknya lakukan ini untukku" sahut Ara dengan jujur.


"ba...baiklah" jawab mereka terbata-bata.


"terimakasih Bu, yah.. aku menyayangi kalian" ucap Ara


"sama-sama sayang" jawab mereka tersenyum lebar.


yaps, ibu Ara memang begitu sifatnya, terkadang baik terkadang ucapannya pedas tapi Ara sangat bersyukur hari ini ibunya sangat baik padanya, mungkin karena ia sedang bahagia melihat anaknya wisuda.


Lulusan Terbaik, Ara tidak memberitahukan kepada keluarganya bahwa dia mendapatkan gelar cumlaude karena ia ingin memberikan kejutan pada ibu dan ayahnya nanti.


Sepanjang perjalanan Ara suka tersenyum sendiri melihat ibu dan ayahnya yang sangat akrab, tawa canda membasahi mereka saat ini, sekali lagi Ara ingin menangis, namun ini adalah tangis kebahagiaan..


Tuhan, jika boleh pinjam mesin waktu, aku ingin sekali menghentikan waktuku sekarang agar aku bisa melihat ibu dan ayahku seperti ini terus" batin Ara.


Kini mobil masuk ke A B C hotel, dimana itu adalah tempat Ara akan wisuda , Ara masuk ke dalam beserta ibu dan ayahnya.



Peserta cumlaude duduk di paling depan , setelah itu para orangtuanya dan sisi belakang adalah wisudawan wisudawati juga disusul oleh orangtua mereka.

__ADS_1


Timbul tanda tanya dibenak orangtua Ara,


kenapa kita duduk disini?


kenapa Ara dipaling depan?


kenapa teman-teman Ara dibelakang?


kenapa? kenapa? kenapa?


ya begitulah.


Ara tersenyum melihat orangtua nya kebingungan, namun ia berpura-pura tidak mengetahuinya.


kini Ara akan segera dimulai, dag Dig dug hati Ara menunggunya. Biasanya jika dia degdegan ada sahabatnya yang menenangkan, tapi keempat sahabat nya berada di belakang yang jauh dari Ara.


"Assalamu'alaikum wr wb, Salam Sejahtera bagi kita semua. Sidang Senat Terbuka dalam Rangka Wisuda Angkatan 63 Program Sarjana dan Pascasarjana Universitas Dinamika Muda , dimulai ....."


tok..


tok..


tok...


(pembawa acara tokok palu)


"Rektor dan Senat Universitas memasuki ruangan prosesi, hadirin mohon berdiri.."


pembawa acara sudah membuka acara, Ara dan yang lainnya pun berdiri.


Hadirin menyanyikan lagu tersebut sambil berdiri.


"para hadirin dipersilahkan duduk.. Hadirin yang saya hormati , acara selanjutnya adalah... doa.. kepada bapak Al ustadz H. Firmansyah waktu dan tempat kami persilahkan"


mereka pun melanjutkannya dengan doa dan beberapa kata sambutan dari rektor juga ketua acara tersebut..


Acara demi acara telah dilewati sampai akhirnya waktu yang ditunggu yaitu penyerahan penghargaan kepada wisudawan dan wisudawati yang berprestasi.


"Bismillahirrahmanirrahim, wisudawan dan wisudawati terbaik program sarjana angkatan 63 Universitas Dinamika Muda jatuh kepada.... Farasya Aflah Fakultas Ekonomi, Diniari Linia Fakultas Kedokteran, dan Ridho Fareza Fakultas Hukum... Para wisudawan dan wisudawati yang sudah disebutkan harap maju kedepan"..


prok..


prok..


prok...


Semua hadirin bertepuk tangan termasuk Bian, Ghina, Amel dan Ayu. Sementara ayah dan Ibunya masih terdiam sambil meneteskan air matanya, mereka tak menyangka anaknya lulusan terbaik..


"araa... selamat......." teriak sahabatnya


Saat penghargaan diberikan, Ara melirik ke arah orangtuanya tampak jelas ada air mata kebahagiaan disana, lalu Ara tersenyum yang mengartikan bahwa "ayah, ibu, ini anakmu"

__ADS_1


Tiba-tiba, lampu padam, semua panik dan seketika lampu fokus tersorot kepada lulusan terbaik yang sudah memegang bunga mawar ditangannya sambil berjalan kepada kedua orangtuanya dari atas panggung yang diiringi lagu "ibu- Iwan fals"


Ara memberikan bunga tersebut kepada Ibunya, lalu memeluk ibunya "ini untuk ibu," bisik Ara


"hiksss... sayang.... makasih ya nak... ibu menyayangimu" ucap tangis ibunya


Air mata mengalir begitu saja , lalu Ara melepas pelukan ibunya, dan beralih memeluk Ayahnya "Ara sayang ayah"


Ayah Ara membalas pelukan nya dan dengan air mata yang mengalir walau tanpa suara, "kamu hebat nak" ucap ayah Ara yang menghapus air mata Ara.


Setelah itu, masuk ke acara inti, yaitu penyerahan toga.


Nama per nama pun disebutkan disetiap jurusan untuk dipanggil kedepan, dengan waktu yang cukup lama sampai menahan kantuk akhirnya jurusan mereka dipanggil kedepan.


tibalah....


Ayu Lestari S.E , anak dari Bapak Sucipto dan Ibu Melati


Amelia Sundari S.E, anak dari Bapak M. Dino dan Ibu Sarah


Afghina Laluna S.E, anak dari Bapak Muhammad dan Ibu Aminah


Bian William S.E, anak dari bapak H. Aska William dan ibu Hj. Farah


Farasya Aflah S.E, anak dari Bapak Bram Wijaya dan Ibu Raina Amelia


Lalu Ara maju keatas panggung dan rektor menyerahkan sertifikat beserta membalikkan toga nya, kemudian Ara mencium tangan rektor tersebut lalu berfoto.


Acara dan prosesi telah dilaksanakan, waktu wisuda berjalan dengan lancar.


"Rektor dan Senat meninggalkan Ruang Prosesi, demikianlah sidang senat terbuka dalam rangka wisuda angkatan ke 63 Universitas Dinamika Muda program Sarjana dan Pascasarjana telah selesai. selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. selamat memiliki amanah baru, sukses menanti kita semua. Selamat siang, dan salam sejahtera bagi kita semua. Assalamu'alaikum wr wb"


Tak lupa pula Ara dan sahabat-sahabatnya berfoto-foto, dan beberapa temannya datang memberikan hadiah, termasuk Rama.


"Araaa..." teriak Rama


"Rama, kau datang?" tanya Ara


Rama menaikkan alisnya sambil tersenyum "tentuuu, eh iya ini untukmu"


"wah makasiiih" ucap Ara


"ehemmm" tiba-tiba Bian datang


"eh cuy, selamat" sahut Rama sambil memeluk Bian


"kau hanya memberikanku selamat? mana hadiahku?" sindir Bian


"ah itu.. anu... haa masa kau meminta hadiah dariku? kita kan sejenis, apa kata orang nanti hahahah" ucap Rama yang merasa ga enak karena kedatangannya sebenarnya hanya untuk Ara saja, dan dia melupakan Bian satu kampus dengan Ara.


"bukan karena kau melupakanku kan? hahaha" ledek Bian

__ADS_1


"sudah sudah, kenapa jadi sindir menyindir gini, foto yuk" sahut Ara yang melihat keadaan mulai panas.


holaaa holeeeee, akhirnya Ara wisuda juga ya, author tambahin satu episode lagi ya, hihi


__ADS_2