Berhak Sarjana

Berhak Sarjana
Part 14


__ADS_3

Hari berganti bulan bertambah waktu berputar jam berjalan dan kini Ara menikmati hidupnya walau sebenarnya ia ingin menjerit dengan keadaannya sekarang.


Menjadi Anak dari Broken Home dimana kedua orang tuanya memikirkan diri sendiri adalah hal yang sangat menyiksa untuk anak yang ingin sekali lulus sekolah seperti Ara .


Tapi siapa sangka anak manja seperti Ara mampu melewatinya sampai kini ia mau memasuki semester 6.


Misinya adalah ingin tamat 3,8 tahun bagaimana pun caranya ia harus menempuhnya .


Hari ini Ara datang lebih awal karena ia lah yang dipercayakan oleh bos nya untuk memegang kunci toko .


Benar saja bahwa saat ia datang belum ada satupun rekannya yang datang. Ara memilih untuk menunggunya didepan toko walaupun sebenarnya ia takut sendirian. Tak lama kemudian datanglah salah satu rekannya , ia adalah kak Iwan .


"udah nunggu lama Ra?"


tanya nya


"belum kak.." sambil memberikan kunci nya


'pake nanya lagi? astaga basa basi yang terlalu basi.' batin Ara


Setelah itu Ara membersihkan tokonya mulai dari merapikan meja bosnya sampai beberapa tas dompet dan tali pinggang. Ya hanya beberapa saja karena mereka berbagi tugas .


"loe gak ngampus Ra?"


tanya kak Fitri dengan muka datarnya


"engga kak gue hari ini libur ngampus"


jawab Ara sambil tersenyum


"oh kalau gitu ntar temenin gue ya"


ucap kak Fitri sambil senyum


deg...


'tumben ni orang??? kesambet apa?


"Ara? woy!" teriak kak Fitri karena kesal dicuekin


"emm iya kak? maaf..."


ucapnya yang digelengkan kak Fitri


"iya nanti gue temenin. emang mau kemana kak?"


tanya Ara balik


"beli baju buat anak gue, tenang.. belinya pas jam makan siang kok"


ucap kak Fitri meyakinkan


"oke kak siaap"


sahut Ara lagi..


Dan benar saja ternyata kak Fitri tak seburuk yang ia kenal saat awal jumpa. kak Fitri ternyata orang yang baik menurut Ara hanya saja ia emang bersikap dingin saat awal jumpa orang.


"gue fikir Lo orangnya sombong Ra"


ucap kak Fitri yang membuat Ara terbatuk


"maksudnya gimana kak?"


tanya Ara bingung


"ya pertama gue jumpa loe itu jujur ya loe jangan sakit hati, gue gak suka sama loe. gaya loe itu seperti orang sombong"


ucap kak Fitri dengan ketus


"astaga gue juga ga suka sama kakak pas pertama jumpa, karena kakak natap gue seperti ingin menerkam hahaha"


sahut Ara yang berhasil membuat keduanya tertawa


"maafin gue ya .."


ucap mereka barengan , kemudian mereka tertawa kembali.


****


Di tempat lain Bian sedang memikirkan Ara yang sedang tak memikirkannya . bagaimana mungkin ia tidak memikirkan sahabatnya itu yang sedang bekerja karena untuk melihat sahabatnya lelah saja ia tak sanggup .

__ADS_1


Bian langsung mengambil gitar kesayangannya sambil memainkan lagu kahitna yang berjudul cantik lalu duduk di balkon menghadap ke pemandangan yang ada didepannya yaitu pepohonan yang hijau nan sejuk Dimata . Dipikirannya saat ini adalah Ara si kancil yang sangat cantik menurut Bian .


lagu ini buat loe Ra, ucap Bian


Cantik ...


ingin rasa hati berbisik


untuk melepas keresahan


dirimu


O cantik


bukan ku ingin mengganggu mu


tapi apa arti merindu


selalu , oowww


walau mentari terbit di Utara


hatiku hanya untukmu


ada hati yang termanis dan penuh cinta


tentu saja kan kubalas seisi jiwa


tiada lagi


ini kesungguhan


sungguh aku sayang kamu


ingin ku berjalan menyusuri cinta


cinta yang abadi untukmu selamanya


hei heya ya ya heya ya ya heya


ada hati yang termanis dan penuh cinta


tentu saja kan ku balas seisi jiwa


tiada lagi


ini kesungguhan


sungguh aku sayang kamu


ada hati yang termanis dan penuh cinta


tentu saja kan ku balas seisi jiwa


tiada lagi


ini kesungguhan sungguh aku sayang kamu


hei heya ya ya heya ya


ini kesungguhan


sungguh aku sayang kamu....


jreng.....


(ciyeee siapa yang disini ikutan nyanyi? author ikut nyanyi juga loh, kok bisa ya haha)


"gila ya kenapa gue gak bisa hilangin rasa ini? astagaaaa.. "gumam Bian.


"gue jemput aja kali ya, kasian naik angkot Mulu.."


lanjutnya sambil mengambil kunci mobilnya untuk pergi ke tempat Ara .


Bian sengaja gak ngabarin Ara terlebih dahulu karena ia tahu betul kalau Ara pasti tak mau jika dia dengan sengaja menjemputnya.


"pucuk dicinta ulam pun tiba"


ucap Bian yang melihat Ara sedang menunggu angkot di tepi toko nya . Bian langsung mendekati Ara


tin

__ADS_1


tin


tin


kaca mobil terbuka, betapa terkejutnya Ara melihat sosok Bian yang ada di mobil itu ..


"yok..."


ucap Bian


"kamu!!!! ucap Ara sambil menunjuk Bian


"ayolah, hari sudah sore dan pasti akan susah untuk mendapatkan angkot karena banyak yang pulang kerja jam segini ." jelas Bian meyakinkan


'bener juga, ini sudah sore tapi kalau Ayu tau gimana dong huh'


"Ara!!! naik... "perintah Bian


"mhhh baiklah .." jawab Ara sambil naik


"kamu dari mana tadi?" tanya Ara


"emang kenapa?" tanya Bian balik karena bingung menjawabnya


"kamu buntutin aku ya?" tanya Ara sambil menunjuk Bian


"kalau iya kenapa?." jelas Bian sambil menaikkan alisnya


"Bian!!!! ." jerit Ara


"yaampun becanda kali Ra, bisa tuli aku nih.."


ucap Bian sambil mengelus telinganya


"kamu sih..." ucap Ara kesal


"aku itu tadi ada urusan dan gak sengaja lewat sini.." ujar Bian bohong.


"btw thanks ya" ucap Ara yang membuat Bian bingung


"untuk apa?"


tanya Bian heran


"karena kau sudah lewat sini hihi"


ucap Ara sambil tersenyum


"dasar gadis kancil"


sahut Bian


"tapi aku cantik, iya kan? " goda Ara yang membuat Bian menggelengkan kepalanya .


Bian bingung menjawab apa, karena ia takut jawabannya nantinya akan berpengaruh ke persahabatan mereka. . Ara juga tidak sadar dengan ucapannya karena emang ia senang Bian datang tepat pada waktunya..


"Ra apa kau menikmati pekerjaanmu?"


tanya Bian setelah beberapa menit suasananya yang hening


"ya aku sangat menikmatinya, apa kau tahu? bos kami sangat baik karena telah memperbolehkan aku kuliah sambil bekerja hihi"


jawab Ara


"bagus deh aku lega dengarnya . "ceplos Bian


"apa kau bilang tadi?" tanya Ara


"seperti apa yang sudah kau dengar. jawab Bian yang membuat Ara menjadi murka karena Ara sedikit ambigu dengar kata "lega"


"kok nyebelin sih .. " ucap Ara


"apa yang salah Ara? apa karena aku bilang lega?" tanya Bian yang di anggukin oleh Ara


"astaga Ara ... masa iya aku ga boleh pehatian sedikit saja padamu, ingat ya sebelum ada Ayu kita juga udah berteman baik.. " jelas Bian


"yasudalah.. lupakan.. " ucap Ara yang gak mau debat.


"aku lapar, kita makan dulu. "jelas Bian yang membuat Ara tak dapat berkata-kata..


'kau memang baik Bian , maaf...'

__ADS_1


__ADS_2