Bersamamu Aku Bahagia

Bersamamu Aku Bahagia
Bab 34


__ADS_3

"Ya Tuhan, kenapa kakak bisa lahir dari keluarga yang seperti itu, aku ngak habis pikir deh" gerutu Rania yang masih emosi dengan kelakuan mertua durjananya itu.


"Jangan kan kamu, kakak juga bingung" ujar Rangga, terkadang ada perasaan curiga di hatinya, apa kah dia benar anak yang terlahir dari sang Mami, atau hanya anak pungut, di keluarga itu.


Rania menatap suaminya sendu, tidak terbayang bagaimana sang suami menjalani hidup selama ini bersama keluarga laknat itu, setebal apa kesabaran suaminya ini, bisa bertahan selama ini di sana.


"Dek. Jangan tatap kakak seperti itu" ujar Rangga menutup mata sang istri, dia tidak mau istrinya melihat kasihan kepadanya, walau jujur hatinya sangat hancur saat ini. bagaimana mungkin orang tuanya, dengan tega ingin mengambil alih usahanya, dan menyuruh dirinya menjauh dari sang istri, bersyukurnya Rangga, sang istri bukan lah wanita yang silau harta dan tahta.


"Aku sayang kakak, jangan pikirkan ucapan orang gila tadi ya, kita akan terus bersama, apapun yang terjadi, aku dan kamu akan selalu menjadi satu, orang ke tiga dalam hubungan kita nantinya, hanya anak yang aku lahirkan, bukan orang orang sampah di luar sana, kakak jangan bersedih, kita bangun usaha kita sampai maju, kapan perlu kita bersaing dengan perusahaan mereka nantinya, aku janji akan membuat usaha ini lebih maju, dan di kenal seluruh negeri ini, bahkan di kenal sampai keluar negeri" ujar Rania menggebu gebu.


Rangga menarik sang istri ke dalam pelukannya, dia tidak perduli seberapa banyak mata sedang memandang mereka, yang dia tau saat ini, hatinya sangat lah bahagia, mendengar ucapan sang istri. Hatinya yang tadinya galau dan sedih, kini dia sangat bahagia, tidak ada lagi yang harus dia takut kan, selama ada sang istri di sisinya, semua hanya lah debu yang tidak terlihat bagi Rangga.


"Terimakasih, selalu ada di sisi kakak, seandainya dulu kita tidak pernah bertemu, kakak ngak tau hidup kakak akan seperti apa sayang, hanya kamu satu satunya membuat kakak bertahan selama ini sayang" tutur Rangga.


"Tuhan sudah menjodohkan kita sebelum kita lahir ke dunia ini. semoga saja jodoh kita hanya maut yang memisahkan, bukan oleh orang ke tiga" ujar Rania.


"Hmmm.... Kakak, tidak sanggup klau kamu di ambil orang Rania, tahukah kamu, kamu alah sumber kekuatan Kakak, tidak ada yang lain Rania" ujar Rangga serak.


"Kakak tenang lah, tidak ada orang yang bisa memisahkan kita, kita akan tetap bersama, jangan takut ya" ucap Ranian menepuk nepuk punggung sang suami yang sudah bergetar dalam pelukannya.

__ADS_1


"Hmmm... Terimakasih sayang" ujar Rangga.


Cup....


Cup...


Cup....


Rangga mengecup Dahi, pipi kiri dan pipi kanan sang istri, dia tidak perduli dengan lingkungan sekitar.


Rania tidak menolak sedikit pun perlakuan sang suami, dia tau bagaimana perasaan sang suami saat ini.


"Ayo....Tapi, aku ngak mau makan di mall ini lah. Aku mau makan sea food di jalan Nangka aja deh kak" Pinta Rania.


"Baiklah sayang, kita akan makan di sana. Kakak mah akan ikut kemanapun adek mau" ujar Rangga menggenggam tangan sang istri dengan lembut.


Rangga dan Rania keluar dari mall tersebut ke arah parkiran untung mengambil motor kesayangan Rangga itu.


"Kak, tunggu deh, berenti coba" ujar Rania melihat seseorang yang di keroyok orang.

__ADS_1


"Kenapa sayang?" tanya Rangga heran.


"Itu bukannya Albi ya?" tunjuk Rania.


"Mana...?" tanya Rangga.


"Itu..." ujar Rania, matanya tidak lepas memandang laki laki yang mau di keroyok orang tersebut.


"Walah....Iya. Ada apa ya?" ucap Rangga.


"Yuk... kita samperin" ajak Rania berjalan lebih dulu.


Bug....


Bug....


Aakkkk...


"Rania...."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2