
Hari demi hari kehidupan Rania Rangga semakin di selimut kebahagian, Rangga yang selama ini bagus kasih sayang dari orang tuanya, sudah bisa merasakan kasih sayang yang tulus dari ke dua orang tuanya, dan bisa bersenda gurau dengan ke dua abangnya.
Kebahagiaan keluarga Guitama itu semakin bertambah dengan kehamilan Tanti istri Radit.
"Kak Tanti masing mual?" tanya Rania.
"Iya mual sama pusing kakak." sahut Tanti lemah.
"Kakak makan ya?" bujuk Rania.
"Ngak kuat kakak nyium bau nasi, pengen muntah kakak." keluh Tanti.
"Gimana klau makan buah buahan, apa roti atau susu, jangan di biarkan perutnya kosong, kasian dedeknya dia juga butuh nutrisi dan juga asupan makanan." tutur Malika.
"Kakak mau buah apel aya deh, sama susu." ujar Tanti dia juga sadar anaknya juga butuh makan.
"Baiklah Nai ambilkan dulu." ujar Rania dengan tersenyum senang.
Wajah wajah orang orang di belakang mereka sangat terharu melihat Rania membujuk Tanti makan, dari tadi semua orang sudah membujuk tapi di tolak oleh Tanti, sampai sampai suaminya di buat stres sendiri, beruntung Rania bisa membujuknya, membuat mereka lega.
Rania datang dengan membawa banyak buah buahan yang sudah di potong potong dan susu hamil, tidak lupa juga dengan air putih.
"Kakakan hanya pengen apel, tapi kenapa di kasih bayak macam buah." tanya Tanti.
"Tidak apa, kita makan bareng," ujar Rania.
__ADS_1
"Ayo di makan," ujar Rania sambil mengajak Tanti bercerita ngalor ngidul, hingga tidak terasa buah buahan yang satu piring tadi sudah beralih ke dalam perut Tanti, Rania benar benar mengadali Tanti seperti anak kecil.
"Lihat istri kamu Ngga, bisa aja ngelabuhin mbak Tanti kaya anak kecil, buah buahan sepiring bisa ludes sama dia, emang Rania pawang andalan." kekeh Randi.
"Istri ku emang keren bang, klau ngak, mana mungkin bengkel aku bisa berkembang pesat kaya gini." ujar Rangga ikut bangga terhadap istrinya.
"Kalian memang hebat dua duanya, mampu berdiri di kaki sendiri, maafkan kami." ujar Mami berkaca kaca.
"Sudah sudah, kenapa jadi sedih sedihan lagi sih." ujar Rangga memeluk sang Mami.
Sementara Kenzee sedang di bawa oleh Opa nya melihat ikan koi di kolam ikan yang lumayan besar di taman belakang.
"Loh... Nia, buah kakak kok abis?" cemberut Tanti, karena ingin memakan buah lagi, buahnya sudah tidak ada.
Rania sampai terkekeh geli melihat tingkah kakak iparnya itu, dari tadi dia menolak dan sekarang habis dia sedih.
"Nanti aja lah, sekarang mau minum susu dulu, takut nanti dingin susunya." ujar Tanti.
"Ya sudah nanti kakak minta Nia aja klau mau apa apa." ujar Rania tulus.
"Makasih Nia, kamu adik yang baik." ujar Tanti memeluk Rania.
Pantas saja suaminya itu sampai tergila gila sama Rania dulunya, sampai ingin memisahkan Rania dari adik kandungnya, bagaimana tidak, anaknya sangat baik, pintar dan mandiri.
"Nia makasih sudah hadir di keluarga ini ya nak, Mami tidak perduli kamu istri dari siapa, dari anak pertama ke dua atau ke tiga Mami, yang penting kamu adalah bagian keluarga kami." ujar Mami memeluk sayang Rania.
__ADS_1
"Ngga maafin Mami ya, yang sudah jahat sama kamu, sampai tega tidak mengakui kamu jadi anak kami, keturunan Kami, karena gengsi Mami, yang tidak ingin tersaingi oleh orang lain, dan sampai sampai Mami tidak mengangap keberadaan kamu, dan Mami dengan tidak tau malunya menginginkan harta yang kamu punya, maafin Mami, Mami menyesal." ujar Mami dengan wajah sendinya memeluk Rangga dan Rania.
"Kami sudah maafin Mami dari dulu, kita jadikan saja semuanya pelajaran dalam hidup kita Mi, dan semoga tidak terjadi sama anak cucu kita kedeannya, kini mari kita hidup bahagia bersama." ujar Rangga mereka berpelukan bersama, tidak ketinggalan ke dua abangnya Randi dan Radit.
"Aku juga bahagian masuk ke keluarga ini, terimakasih sudah menerima Nia di sini." ujar Rania tersenyum senang.
"Terimakasih Mami juga sudah menerima aku jadi menantu Mami, Mami mertua terbaik." ujar Tanti ikut memeluk sang mertua.
"Woooiii..... tungguuu... kami juga mau ikut di peluk!!" teriak Pak Yudist berlari membawa Kenzee yang kegirangan di ajak berlari.
\*\*\*\*\* TAMAT\*\*\*\*\*
Haiii..... Terimakasih Raeders setia ku, sudah mau mampir membaca karya Outhor, sampai jumpa dengan cerita lainnya.
Jangan lupa baca karya Outhor lainnya ya.
*Aira si gadis dingin
*Suamiku yang tak di anggap
*Nikah Rahasia
*Ketika suami tidak lagi jadi harapan
*Cobalah jadi aku sebentar saja
__ADS_1
*Suami cacatku
Terima kasih kalian semua😘😘😘😘