
"Kamu dari mana Jeng, kenapa semalam ngak pulang?" tanya pak Tri menegur sang anak yang sudah dia tunggu kepulangannya dari subuh tadi.
"Ehh... Bapak, a-aku nginap di rumah temanku pak." jawab Ajeng gagap, memang tidak sepenuhnya dia berbohong, dia memang nginap dengan temannya, tapi teman yang bukan muhrim dan melakukan hal yang belum pantas dia lakukan dengan orang yang belum halal.
"itu. Kenapa jalan mj seperti itu." selidik pak Tri melihat jalan Ajeng yang tidak biasa.
"Ahh... ini, a-aku ada bisul di paha pak." ucap Ajeng denga tergagap, dia tidak berfikir bapaknya bakal memperhatikan jalannya.
"Ohh... Ya sudah sana, masuk." ujar Pak Tri, menyuruh Ajeng masuk ke dalam rumah, kasihan juga anaknya di tahan lama lama di luar, kan lagi bisulan, pasti sakit.
Sementara bi Siti sedang bergosip ria di depan rumah tetangga sambil menunggu tukang sayur keliling lewat.
"Eehhh.... Bu ibu, tau ngak anak pak karyo di ujung gang sana, yang cantik tapi belum laku itu." ujar Bi Sini dengan bibir menye menye, ngomongin orang.
"Astaga Bu, jangan gitu ngatain orang, ingat ibu punya anak dua, dan belum ada yang nikah juga." tegur salah seorang ibu ibu yang ada di sana.
__ADS_1
"Ihh... Si ibu, saya juga tau itu kok bu, tapi anak pak Karyo itu lebih tua dari anak saya lima tahun." cibir Bi Siti.
"Ya udah sih bu, ngak usah sewot juga, lagian klau ibu ngak mau dengar ya Udah sih, ngak usah di dengarin." sewot BI Siti.
Si Ibu hanya bisa geleng geleng melihat tingkah Bi Siti itu.
"Aku dengar dari teman ku di luar kampung ini, dia pacaran sama orang yang sudah berkeluarga, trus dia sudah di gituin sama laki laki itu, aduuhh.... segitunya ya bu, sampai ngak bisa nahan na*su, kenapa ngak nikah aja coba." ucap Bi Siti menggebu gebu.
Ibu ibu di sana hanya diam, tanpa ada komentar, Bi Siti klau di ladenin ngak akan sampai di situ aja, pasti banyak lagi kejelekan orang yang bakal dia ungkap kan, membuat ibu ibu di sana tidak nyaman, seperti dia yang tidak punya ke salahan sama sekali.
"Aakkkhhh... Alhamdulillah... sayang kita bisa sampai ke tahap ini." seru Rangga dengan bahagia.
"Kakak memang hebat, aku sudah yakin kakak bisa berhasil dengan karya kakak sendiri, tanpa bantuan orang lain." ucap Rania dengan bangga melihat ke arah Rangga.
"Ini semua, tidak akan bisa tercapai klau bukan karena dukungan kamu sayang, terima kasih sudah selalu mendukung kakak." ucap Rangga menatap penuh cinta sang istri.
__ADS_1
Rangga sungguh beruntung mempunyai istri seperti Rania tersebut, tidak pernah memandang rendah dirinya, selalu mensuport setiap hobi Rangga, setelah menikah, tidak hanya dukungan moril yang Rania berikan, tapi juga dukungan materi, untuk membangun bengkel tersebut Rania tidak tanggung tanggung memberikan modal kepada Rangga, jelas jelas yang Rania gunakan adalah warisan dari orang tuanya, akan tetapi dia dengan ikhlas memberikan itu semua kepada Rangga.
"Tentu saja aku akan selalu ada di samping kakak, kecuali ada pelakor di antara kita, baru kakak aku hajar habis habisan." ancam Rania, menatap tajam ke arah Rania.
"Astaga sayang. walau di luar sana banyak yang cantik, lebih glowing, lebih bahenol, lebih lebih segalanya, mana mungkin mas akan mengganti diri kamu dengan mereka sayang, apa mereka bisa di bandingkan dengan kamu sayang." omel Rangga kepada istri tercintanya.
Ya kali Rangga mau mengganti Rania yang baik hati, menerima dirinya dengan apa adanya, dari dia hidup bisa di katakan gembel dan sekarang mulai berjaya, ini semua berkat sang istri, masa iya, sudah berhasil di nikmati oleh wanita lain, oohh... Rangga tidak mau itu.
Dia lah wanita yang menemaninya dari nol, dan yang akan menjadi pendampingnya sampai akhir nanti. Rangga tidak mau yang lain.
Bersambung...
Haiii zeyenk zeyenk ku, mohon maaf kemaren tidak up, karena kemaren anak ku lagi menjalankan operasi, jadi otaknya ngak fokus untuk menulis.
Terimakasih telah mau menunggu up dari Outhor...
__ADS_1
Love 💓💓💓💓💓 banyak banyak untuk kalian