Bersamamu Aku Bahagia

Bersamamu Aku Bahagia
Bab 56


__ADS_3

Karena pernikahan yang dadakan itu, Leni pun tak ingin pesta yang mewah, hanya resepsi, sederhana saja.


Dan hari ini Leni bersama calon mertuannya untuk mencari baju pengantin dan untuk masalah tenda dan masakan yang akan di hidangkan di acara pernikahan mereka sudah di tangani oleh WO yang di pesan oleh sang mertua.


"Ini bagus sayang," ujar Mertua Leni saat Leni ke luar dengan kebaya putih, yang pas di tubuh Leni.


"Ya udah, aku ambil yang ini Ma," ujar Leni, karena calon mertuanya menyukai kebaya yang di pakai oleh Leni, Leni sendiri pun dari awal memang sudah jatuh hati sama kebaya itu, namun dia kan harus minta pendapat calon mertuanya.


"Mbak kami ambil yang ini ya, kebayanya kami beli, tapi gaun pengantin kami sewa ya." ucap Mertua Leni.


"Baik Bu, besok kamu antar, kami juga menyediakan jasa MUA, klau ibu berminat." ujar pelayan di sana, sekalian deh.


"Waahhh... bagus kalau gitu, klau buat lusa bisa ngak?" tanya Mama Albi dengan penuh minat.


"In syaa allah, bisa Bu," sopan karyawan itu.


"Baiklah klau gitu saya mau, sekalian sama MUAnya untuk lusa." ujar Mama Albi.


Selesai dengan pakai pengantin, mereka pergi ke toko aksesoris yang menjual macam macam suvenir untuk pernikahan.


"Kamu mau apa sayang," tanya Mama Albi yang dengan melihat lihat beberapa gelas pasangan, dan mangkok kecil, itu klau di jadikan suvenir bisa berguna bagi orang.


"Mangkoknya lucu, gelasnya juga cantik." ujar Leni jadi bingung sendiri, karena melihat banyak ragam suvenir yang lucu lucu.

__ADS_1


"Gelas aja mau ngak, ini cantik." ujar calonertuanya.


Leni mengangguk aja, karena dia bingung, dengan banyak pilihan di sana.


Calon ibu mertua Leni memesan 400 pcs gelas cantik itu.


"Banyak amat mah, ngak mubazir?" kaget Leni.


"Ngak sayang, keluarga besar Albi itu banyak, dan belum tamu undangan kamu dan mama." ujar Mama Albi.


Leni pasrah, karena bukan dia juga yang mengeluarkan uang, dia hanya heran, pernikahnyakan sederhana saja, tapi kenapa mertuanya begitu heboh dengan acara pernikahan Albi dan dirinya itu, dia pikir tadi hanya cari baju kebaya untuk akad saja, namun mertuanya itu malah menyewa baju pengantin segala, dan ini beli segala suvenir.


"Untuk hari ini sudah beres semua, besok kamu ikut mama ke salon, untuk luluran dan perawatan lainnya." ujar calon mama mertua.


"Haaa... memang harus ke salon segala ma?" kaget Leni.


"Astaga, gue aja boleh di bilang jarang untuk ke salon, itu pun cuma potong rambut doang, ini di suruh untuk luluran segala, emang di rumah aja ngak bisa apa ya, seperti biasa gue lakuin." gumam Leni.


"Haiii... jangan bengong, nanti kaya ayam tetangga mama, mati saat bengong." kekeh mama Albi itu, dia tau calon menantunya itu memang jarang ke salon, namun sang mama mertua sudah bertekad akan sering sering mengajak menantunya ke salon ikut bersamanya, selama ini dia lebih suka pergi sendiri, karena mama Albi tidak begitu banyak mempunyai teman, karena menurutnya banyak teman hanya akan membuat pusing dan suka bergosip ria, dulu dia mempunyai geng juga, namun lama kelamaan jadi males dan pelan pelan dia ke luar dari geng yang kurang bermanfaat itu, dan memilih banyak di rumah, selain dia juga bekerja, dan sekarang punya menantu yang akan dia ajak kemana mana bersama.


"Ihhh... amit amit mama, nikah aja belum sudah mati duluan." ambek Leni, yang membuat mama mertuanya tertawa lepas, melihat wajah kaget calon menantunya.


"Kita makan dulu ya, perut mama sudah minta di isi." ujar sang mama mertua membelokan mobil yang dia kendarai.

__ADS_1


"Iya ma, aku juga lapar, soalnya sudah hampir jam setengah tiga," kekeh Leni.


"Ooo... astaga, cepat banget waktu berlalu, sudah mau jam tiga aja, pantes dari tadi cacing dalam perut mama sudah demo." gerutu mama Albi.


Leni jadi terkekeh sendiri, mendengar mama mertuanya mengoceh ngak habis habis.


Mereka mampir di warung tenda, yang berada di pinggir jalan, dan memesan makanan.


"Len, mau pesan apa sayang pesan aja, ngak usah malu malu." ujar Mama Albi, yang selalu peka dengan ke adaan.


"Aku mau udang saos padang dan cang kangkung, trus minumnya jus jeruk aja mah." sahut Leni.


"udang saos padang satu, cumi lada hitam satu, cah kangkung satu, capcai satu, jus jeruk dua dan jangan lupa air mineral dua." pesan mama Albi.


"Baik bu, silahkan menunggu." sopan pelayan.


Tak lama menunggu makanan datang, dan merek lansung menyantap tanpa suara, fokus sam makanan masing masing, karena memang sudah sangat lapar, makan siang yang sudah ke sorean, dan mama Albi tidak lupa memesan makanan untuk dia bawa pulang, baik untuk orang rumahnya dan untuk keluarga Leni sang calon menantu.


"Loh, kok segala di bungkus ma." kaget Leni saat sang mama mertua memberikan bungkusan yang dia pesan tadi.


"Ngak pa apa, masa kita makan enak, yang di rumah kelaparan, ngak buat kamu aja kok, mama juga pesan buat di rumah, ini lihat." ujar Mama Albi itu mengangkat tangannya.


"Baiklah, terimakasih ma, sebuah pelajaran baru untuk Leni, dari sang ibu mertua, ketika dia makan enak di luar, dia juga ingat dengan keluarga di rumah, yang belum makan.

__ADS_1


"Sama sama sayang." ujar Mama mertua Leni itu menggandeng tangan Leni keluar dari dalam tenda pinggir jalan, menuju mobil mereka.


Bersambung....


__ADS_2