Bersamamu Aku Bahagia

Bersamamu Aku Bahagia
Bab 50


__ADS_3

"Dasar ibu aneh, dia pikir anaknya ngontrak di dalam rahimnya, pakai minta sewa, astaga... ingin ku karungin trus di lelepin kedalam kali, biar otaknya bersih." gerutu Rania, sambil berjalan menghentakan kakinya di sepanjang mall tersebut.


"Sabar sayang, jangan marah marah mulu, kita beli es cream yukkk... biar hilang panasnya." bujuk Rangga, sudah tidak heran lagi bagi Rangga klau sang istri seperti ini, walau hatinya masih sakit mendengar ucapan Maminya tadi, tapi dia mengabaikan itu semua, asal istrinya bisa tenang, hanya wanita itu harapannya.


"Aaahhh.... Ide bagus, yuk...!" ajak Rania semangat.


Rangga terkekeh melihat kelakuan sang istri, tidak susah memang menghilangkan emosi sang istri, cukup di kasih makanan ke sukaannya, apa lagi klau bukan es cream, bakso dan rujak.


"Haii.... Ran." sapa seseorang saat mereka sedang berada di gerai es cream kekinian di mall tersebut.


"Eehh... hai juga." ujar Rania tersenyum kaku, karena orang yang menegurnya itu bukan lah sahabatnya, dia adalah teman satu kampus, dan selalu iri dengan kepintaran Rania, dan selalu di banggakan oleh dosen, dan juga selalu jadi perhatian para laki laki. membuat wanita di depannya itu tidak suka dengan Rania.


"Sudah lama tak bertemu, aku pikir kau bakal jadi orang hebat, dan di terima di perusahaan terkenal, tapi malah hanya jadi rakyat jelata, tidak seperti aku, yang sudah bisa bekerja di perusahaan ternama, apa gunanya otak pintar, nyatanya hanya jadi istri orang miskin." sinis Perempuan itu.


Rania hanya tersenyum kecut mendengar ucapan perempuan itu, bukan dia tidak tau kenapa dia bisa masuk ke perusahaan itu, karena dia anak orang kaya dan dia masuk dengan orang dalam, yang juga sugar daddy perempuan itu, namun Rania pura pura tidak tau saja, karena bukan sifatnya yang suka membongar aib orang lain, selain dia tidak di injak injak terlalu sakit, dia akan diam seribu bahasa, tapi coba colek laki laki di sampingnya itu, taringnya bisa keluar saat itu juga.


"Iya, aku hanya istri orang biasa, pasti kau kenal bukan, dia siapakan?" ujar Rania, karena perempuan itu juga mengenal Rangga, karena satu sekolah juga dulunya.


"Tentu saja aku kenal, laki laki sampah, yang tidak ada kerjaan, kenapa kau mau sama dia, padahal ada Tuan Radit yang selalu mengejar ngejar dirimu, tapi aku suka sih, klau kau tidak mau sama Tuan Radit, aku punya kesempatan untuk mendekatinya." ujar perempuan itu pongah.

__ADS_1


"Ya ya, bersyukur dong kamu, aku menolak Radit, jadi pepet aja dia." ujar Rania, yang malas meladini perempuan di hadapannya itu, niat hati ke gerai es cream ini ingin mengademkan hatinya yang panas, ehhh... malah ketemu demit pula.


"Ohh... tentu saja, lagian kau itu tidak pantas bersama Tuan Radit perawaris perusahaan, secara asal usul kau saja tidak jelas, memang kalian pantas menjadi pasangan, sama sama miskin." cibir perempuan itu.


"Rangga...." tegur seorang laki laki.


"Loh... Bang Dani." ujar Rangga berdiri menyalami Dani.


"Rania." sapa Dani ke arah Rania.


"Bang..." ujar Rania menangkup tangan di dadanya.


"Hahaha... Iya Bang, jodoh bearti." ujar Rangga.


"Eaaa... jodoh apa ini?" goda Rania.


"Jodoh kerjaan adek sayang." kesal Rangga dan Doni bersamaan.


Rania terkekeh melihat muka kesal ke dua laki laki itu.

__ADS_1


"Ehemm... Hemmm.... Ran kau tidak berniat mengenalkan aku dengan cowok tampan ini." ujar Selin dengan tidak tau dirinya.


Rania hanya memutar mata malas melihat perempuan gatel itu, bukannya barusan dia ingin mendekati Radit, lah sekarang ada Doni, malah ingin mepet juga.


"Bang ada yang mau kenalan, mau ngak?" tanya Rania.


"Mana? abang ngak liat." ujar Doni, dia tau bagaimana perempuan sundel itu mengata ngatai Rania dan Rangga tadi, membuat dia ikut kesal.


"Dih, si abang bisaan, ini bang ini orang mau kenalan." kekeh Rania, dia tau Doni mengerjai Selin.


"Oohhh... Abang pikir tadi sundel bolong, soalnya itu punggung kok bolong gitu, serem abang takut ada belatungnya." ujar Dini bergidik ngeri.


"Astaga, si abang, jangan gitu lah, ini manusia asli lah, cuma yang bolong bajunya doa, ngak tau klau orangnya juga bolong." kekeh Rania, ini saatnya dia membalas hinaan wanita durjana itu.


"Abang ngak mau kenalan, takut garuk garuk mulu, secara itu siluman ulat bulu." ujar Doni.


"Dasar si alan kalian semua, seenaknya ngatain orang, klau ngak mau kenalan ya udah, ngak usah pakai mengata ngatai orang juga." sungut Selin marah, meninggalkan ke tiga orang itu di sana.


Tiga orang itu cuma acuh melihat ke pergian Selin itu, tak ada yang berniat memanggilnya

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2