Bersamamu Aku Bahagia

Bersamamu Aku Bahagia
Bab 45


__ADS_3

"Kenapa. Kenapa baru sekarang anda mengakui suami saya sebagai anak, karena dia sudah berhasil sekarang, jadi karena itu anda mengakuinya!" sinis Rania.


"Bukan. Bukan gitu." gagap Pak Yudist dia tidak menyangka akan di lawan oleh istri sang anak, dia pikir karena orang ramai, dan dia orang terpandang, makan Rania tidak akan berani melawannya, namun pikiran Pak Yudist sangat salah, Rani bahkan tidak memandang siapa dia, tidak seperti tamu lainnya yang buru buru mendatanginya dan memberi salam hormat.


"Bukan seperti itu apa? seandainya suami saya tidak terkenal seperti sekarang, apa anda mau mengakui suami saya ini sebagai anak anda tuan.?" ujar Rania, mantap sinis ke arah Pak Yudist, itu berhasil membuat Pak Yudist gugup.


Orang orang semakin bersemangat mendengar kemarahan Rania tersebut.


"Boleh saya bertanya kepada anda?" tanya Rania dengan menatap tajam ke arah Pak Yudist.


"Tanya apa?" tanya Pak Yudist gugup, selama ini dia lah yang suka mengintimidasi lawan, dan hari ini, dia lah yang terintimidasi.


"Kapan anda, membiayai anak yang anda akui anak ini, kapan terakhir kali memeluk anak anda ini, pernahkah anda tau dimana anak anda bersekolah, dan pernahkah anda tau kehidupan anak anda selama ini?" ujar Rania. Rania penuh tekanan.

__ADS_1


Pak Yudist hanya bisa diam, tidak berkutik di buat oleh Rania, dia lupa kapan dia memberi biaya untuk Rangga, dia lupa kapan dia pernah memberi kasih sayang kepada Rangga, dia tidak tau anaknya itu sekolah di mana, dan dia juga selama ini, tidak perduli dengan anaknya itu, bagaimana bisa dia menjawab pertanyaan Rania.


"Apa anda bisa menjawab pertanyaan saya, hmmm... Tidak kan, jadi. Ini yang di sebut seorang Ayah." tukas Rania tajam.


"Tolong dengar baik baik ya kalian semua, sebelumnya saya minta maaf kepada Tuan rumah, telah membuat keributan di acara kalian ini, tapi ini tidak bisa saya hindari lagi, agar orang yang di depan saya ini, tidak lagi mengusik hidup kami." tutur Rania.


"Memang suami saya ini, adalah anak dari bapak Yudist yang terhormat ini, namun tidak pernah khalayak temui, yang kalian tau anaknya cuma Radi dan Randi, namun kalian salah, pak Yudist mempunya anak bungsu, yang tidak lain tidak bukan adalah Rangga, suami saya ini."


"Haa...."


"Suami saya ini, tidak pernah di akui oleh orang tuannya, karena suami saya di anggap pembawa sial di keluarganya, karena dia tidak pintar di bidang akademik, sementara suami saya pintar di bidang non akademik, tapi mereka tidak ingin itu, yang mereka mau, suami saya adalah juara kelas, semenjak saat itu, suami saya ini tidak pernah lagi mendapatkan perhatian dan biaya hidup dari orang tuanya, bahkan sedari SMP suami saya sudah mulai bekerja serabutan, agar bisa meneruskan hidup, padahal dia adalah anak orang kesohor di negeri ini, namun dia malah bekerja keras dari sejak dini." ucap Rania.


Pak Yudist, di buat bungkam oleh Rania, apa lagi melihat orang orang pada melihat pak Yudist dengan tatapan sulit di artikan.

__ADS_1


"Sayang...." ujar Rangga, memegang tangan sang istri. Dia begitu bahagia karena sang istri membelanya mati matian.


"Apak kak?" tanya Tanya Rania lembut.


"Ini belum selesai kak, biar semua orang tau, bagaimana bejatnya, orang yang mereka puji puji dan mereka hormati ini." ujar Rania.


Rangga hanya bisa menghela nafas pasrah, klau sudah begini, istrinya tidak akan bisa lagi di kendalikan, dia ingin semuanya selesai dan tidak ingin di ganggu lagi.


"Dengar Pak, tidak semua anak yang tidak pintar secara akademik itu bodoh dan tidak berguna, dia punya kelebihan di bidang lain, seperti suami saya ini! dia pintar memodif mobil dan motor, bahkan dia bisa bekerjasama dengan perusahaan perusahaan ternama, bukan hany itu, lukisan suami saya pun laku keras di jual ke luar negeri, suami saya mampu berjuang dari nol, tanpa bawa bawa nama besar anda, dia merintis usahanya sendiri, tanpa bantuan anda, jadi saya mohon dengan sangat jangan lagi mengganggu suami saya, bukankah anda sudah mencoret namanya dari KK kalian? dan sekarang kenapa mengakui nya, apa karena dia sudah sukses, dan namanya mulai di kenal banyak orang?" cibir Rania.


Pak Yudist semakin di buat bungkam oleh Rania, tidak ada satupun ucapan Rania bisa dia balas.


Orang orang semakin ramai berbisik bisik tentang Pak Yudits, ternyata apa yang mereka lihat selama ini, tidak lah sesuai dengan apa yang mereka pikirkan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2