Bersamamu Aku Bahagia

Bersamamu Aku Bahagia
Bab 68


__ADS_3

"Mi...." panggil Rania dengan ragu.


"Ada apa nak, kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Mami Inge.


"Anu Mi, mau minta tolong boleh ngak." ujar Rania hati hati.


"Mau minta tolong apa? kenapa kamu sungkan begitu, bicaralah, jangan sungkan, klau Mami bisa akan Mami tolong." ujar sang Mami enteng.


"Tolong bantuin Rania jagain Abizar boleh ngak, soalnya Nia ada meeting mendadak sama kak Rangga, mana si ibu pulang kampung lagi." ujar Rania.


"Astaga, mau ngomong itu aja repot banget sih, kalian klau mau pergi ya pergi aja, Mami akan mengurus cucu Mami dengan baik, mau ngak pulang seminggu juga ngak masa, ada Mami sama Papi." ujar Mami Inge yang terlihat bahagia di percaya menjaga sang cucu, selama ini, itulah yang dia inginkan.


"Makasih banyak Mi." ujar Rania tulus.


"Tidak udah berterimakasih Nia, dia cucu Mami, wajar dia di asuh sama Mami." oceh Mami Inge.


"Baiklah Mi, klau gitu aku ganti baju dulu."


Cup....


Satu kecupan lansung mendarat di pipi sang Mami, itu berhasil membuat Mami Inge mematung untuk beberapa saat.


"Anak itu mencium ku." gumam Mami Inge memegang pipinya yang di cium oleh Rania, hatinya menghangat seketika, menantunya sudah mulai mau mendekat kepadanya, mata mami Inge lansung berkaca kaca, andai waktu bisa di hentikan Mami Inge ingin merasakan ciuman itu lebih lama lagi, agar itu tidak seperti mimpi.


"Astaga, apa yang ku lakukan, apa Mami akan marah padaku." gumam Rania memasuki kamarnya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Rangga mendekat ke arah sang istri, sambil memegang kepala istrinya itu.


"Tidak hangat pun." gumam Rangga.


"Ihhsss.... kak..." rengek Rania.


"Ada apa sayang? ceritanya sama kakak, Mami ngak mau jaga Abizar, ngak pa apa kita bisa ajak dia kok," ujar Rangga.

__ADS_1


"Iss... bukan itu." kesal Rania.


"Lalu..?" tanya Rangga yang tak mengerti.


"Mami mau banget jaga Abizar, malahan dia bilang mau ngak pulang seminggu pun kita juga ngak masalah, gitu kata Mami." ucap Rania.


"Trus apalagi masalahnya?" tanya Rangga bingung melihat wajah gelisah sang istri.


"Tadi aku cium pipi Mami, trus kabur ke sini, Mami marah ngak ya kaka, aku takut." ujar Rania yang hampir tidak terdengar.


"Haaa..." Rangga ternganga mendengar ucapan sang istri, namun dia kembali menetralkan wajahnya, agar sang istri tidak semakin ketakutan.


"Ya sudah ngak pa apa, mudah mudahan Mami ngak marah, buktinya ngak dengar suara Mami teriak teriak." bujuk Rangga.


"Semoga ya kak, nanti aku minta maaf sama Mami, sudah pancang menciumnya." ucap Rania lesu.


"Ya sudah, sekarang mandi dulu, takut telat kita kan ngak enak sama klaien kita." ujar Rangga.


"Mami ngapain jadi patung di sana, mau nyaingin patung pancoran." kekeh Randi, bukan tidak tau, dia sangat tau tadi Rania mencium pipi Maminya, dia juga tau itu spontan Rania mencium sang Mami, namun itu sangat berkesan untuk Maminya itu.


Puk....


"Ngaco kamu." dengus sang Mami, lansung mengambil Abizar yang ada dalam gendongan Randi, dan membawa bocah imut itu ketaman belakang.


Rangga menatap Maminya sambil tersenyum.


"Semoga ini awal yang baik ya Mi untuk kita semua." gumam Randi, sepertinya keberadaan Rania dan Rangga membawa kebahagian tersendiri saat ini, Randi akan berusaha membujuk adik dan adik iparnya tinggal di rumah ini, agar sang Mami dan Papi mereka bisa menghabiskan waktu bersama anak cucunya di masa tua mereka.


"Mami kenapa senyum senyum sendiri, apa Mami habis menang arisan?" ujar sang Papi dari tadi dia memperhatikan wajah sang istri, dimana senyum tidak luntur dari bibir istri cantiknya itu, walau sudah beranjak senja namun wajah sang istri menolak tua.


"Iss.... mana ada." sewot sang istri.


"Lalu kenapa senyum senyum gitu, ngak kesambetkan, papi takut loh Mi." ujar Papi Yudist bergidik ngeri.

__ADS_1


"Papi makin ngaco ih..." kesal Mami Inge.


"Heheh... abis Mami di tanya ngak jawab." kekeh Papi Yudist.


"Tadi Mami di cium sama Rania." ujar Mami Inge kembali tersenyum membayangkan kecupan manis di pipinya tadi.


"Apa.... Papi ngak salah dengar kan?" tanya Papi Yudist kaget.


"Yang papi dengar memeng benar kok, ngak salah." ujar Mami Inge.


"Lalu. Mami ngak marahkan sama Rania?" takut sama istri memarahi menantunya itu.


"Tidak. Kenapa Mami harua marah, sebenarnya Mami dari dulu ingin di cium sama anak perempuan kita, tapi apa daya, kita hanya mempunyai anak laki laki, jadi di cium sama Rania Mami senang banget, rasanya Mami ingin guling guling deh, klau ngak malu." ujar sang Mami dengan sumringah.


"Semoga ke dua menantu kita bisa menganggap kita orang tua mereka ya Pi, Mami tidak ingin ada jarak di antara kita, Mami lelah dengan mengikuti gengsi Mami Pi, Mami hanya ingin hidup rukun dan bahagian dengan anak anak, menantu dan cucu cucu kita Pi, Mami sudah tidak ingin lagi untuk bergaul yang ngak ada gunanya itu, bermain bersama cucu cucu kita itu lebih membahagiakan Pi." ujar sang Mami secara gamblang.


"iya. Papi juga berharap begitu Mi, ingin rasanya membawa mereka tinggal di sini bersama kita, tapi Papi masih takut, takut mereka merasa Papi masih egois, dan mereka kembali menjauhi kita Mi, lelah Mi harus ngumpet ngumpet melihat anak menanti sendiri.ujar Sang Papi lirih.


Orang orang yang berada di balik pintu itu meneteskan air mata, mendengar curhatan hati orang tua mereka.


"Kami akan tinggal di sini bersama Mami dan Papi," ujar Rania memeluk ke dua mertuanya.


"Betul kah Nak? kalian ngak ngeprank kami kan?" tanya Mami Inge berkaca kaca.


"Betul Mi, Nia ngak bohong kok, asal Mami bahagian kami akan lakukan, dengan catatan itu semua tidak melenceng dari jalurnya, kami akan ikuti permintaan kalian." ujar Rania.


"Terimakasih nak, terimakasih kamu sudah mau memaafkan kami yang egois ini hiks..." Mami Rania lansung terisak.


"Tegur kami klau kami ada salah ya Mi, kami juga anak anak Mami, terimakasih sudah mau menerima Tanti di keluarga kalian." ujar Tanti ikut memeluk mertuanya.


Bersambung...


"Haaiii.... maaf ya, aku masih bolong bolong up nya, tadi habis magrib baru pulang dari rs, untuk kontrol anak gadis ku, yang habis operasi usus buntu dan Tb usus, jadinya mohon maaf belum bisa up rutin 😭🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2