
Tok....
Tok....
Tok...
"Len...." panggil sang ibu dari luar kamar Leni.
"Iya bu, masuk aja," ujar Leni yang lagi menyiapkan pakaian yang akan dia bawa ke kota.
"Len, di luar ada Albi sama keluarganya, keluar lah, temui mereka." ujar sang ibu.
"Haaa... Ngapain mereka ke sini?" kaget Leni, lansung berhenti memasukan pakaian ke dalam tasnya.
"Ibu juga ngak tau, ayo keluar." ajak sang ibu.
"Huuufff.... ayo bu." ajak Leni juga penasaran, sebenarnya dia masih males bertemu degan laki laki yang berhasil menorehkan luka di hatinya. .
"Len... sini duduk nak." ajak Bu Ranti mama Albi.
"Iya bu," ujar Leni sopan, menyalami beberapa orang tamunya itu.
Leni benar benar bingung dengan kedatangan tamunya itu.
"Maaf ya bu, Len, kamu datang dadakan, sengaja ngak ngasih tau kalian, agar kalian tidak repot repot menyambut kami." tutur bu Ranti.
Leni dan Ibunya hanya diam saja, menunggu kelanjutan ucapan bu Ranti.
"Begini, kedatangan kami ke sini adalah meming kamu menjadi istri Albi dan menantu kami, kamu waktu itu pernah bilang, kamu mau menikah setelah adik mu lulus sekolah, dan sekarang Randi sudah lulus, jadi kamu sudah mau kan menerima pinangan kami?" tanya Bu Ranti tanpa basa basi, yang memang sudah kebelet punya menantu.
Leni dan ibunya di buat kaget dengan ucapan bu Ranti, bukan hanya mereka, tapi Randi ikut kaget yang baru datang membawakan minuman dan makanan ringan dari belakang.
"Tapi, kata Leni, Albi sudah punya pacar baru, bagaimana mungkin Leni menikah sama Albi, emang Albi mau punya dua istri, sekaligus." polos Ibu Leni itu.
"Loh.... mana ada, itu ngak mungkin bu, Albi saja sudah cinta mati sama Leni, gimana mau punya pacar, dan punya istri dua, satu aja ngak bisa bisa dia dapatkan." kekeh bapak Albi.
"Itu, kemaren Leni ketemu di mall, Albi lagi jalan mesra sama perempuan cantik," ujar Ibu Leni lagi, mana mau dia anak kesayangannya di selingkuhi.
"Astaga, itu kamu salah paham Len, dia itu sepupu aku, kemaren dia datang ke rumah, karena ada dia, aku lansung aja minta tolong sama dia, untuk membeli cincin tunangan kita, lagian mana mungkin aku berhianat sama kamu." tutur Albi sungguh sungguh.
__ADS_1
"Walah... gitu toh ceritanya, ibu pikir kamu memang punya pacar baru, karena capek nungguin Leni yang ngak mau di ajak nikah," kekeh Ibunya Leni.
Jangan tanya, wajah Leni sudah merah padam, karena malu, dan juga merasa bodoh, tanpa bertanya sudah mengambil kesimpulan aja.
Yang lain pun ikut terkekeh mendengar ucapan ibunya Leni itu.
"Ngak lah bu, mana mungkin, Leni kan janjinya sampai Randi tamat sekolah, sekarang sudah tamat Randinya sekolah, maka dari itu aku lansung melamar Leni bu." tutur Albi dengan mantab.
"Ibu sih setuju setuju aja, dan masalahnya sekarang itu Leni sudah mau berangkat ke kota, untuk tiga bulan, karena hatinya sakit ngeliat kamu kemaren, itu lagi beres beres baju." jujur ibunya Leni.
"Apa.... ngak ada, ngak ada, kamu ngaj boleh pergi ke kota Yang, kamu sudah janji mau nikah sama aku, kenapa malah mau kabur, kamu mau aku ikat kakinya ya." omel Albi panik
Yang lain malah terkekeh melihat wajah panik Albi, dan berani beraninya ngancam anak orang di dekat orang tuanya.
"Tapi kan ak..." belum selesai Leni bicara, sudah di potong duluan sama Albi.
"Ngak ada pokoknya aku ngak mau dengar alasan kamu Yang, kapan perlu malam ini juga kita nikahnya, enak saja mau main kabur, ada masalah tu di bicarain ini malah main pergi gitu aja," gerutu Albi.
"Pa, aku mau nikahin dia malam ini juga, bodo amat mau nikah siri duluan, dari pada gadis keras kepala ini kabur," pinta Albi kepada orang tuanya.
"Astaga, Albi. Ngak gitu juga kali, aku mau nikah sama kamu, tapi jangan malam ini juga ih, ngeselin deh jadi orang." gerutu Leni.
"Huufff..." Leni membuang nafas kasar mendengar ocehan Albi itu.
"Ngak usah pasang tampang kaya gitu, aku ngak akan luluh kali ini." ujar Albi.
"Pa, anak mu sudah kebelet kawin banget ini." kekeh sang mama.
"Sudah, sudah, jangan berantam, kali ini biar bapak yang bicara." lerai papa Albi.
"Maaf bu, ini jadinya kami bukan meming lagi rupanya, tapi tepatnya memaksa." kekeh papa Albi.
Ibu Leni hanya bisa ikut terkekeh, karena melihat kelakuan Albi, dia tau anak yang sebentar lagi menjadi menantunya itu sangat mencintai putrinya, makanya berlaku seperti itu.
"Kami akan menikahkan Albi sama Leni tiga hari lagi, dari pada dia berbuat nekat." kekeh papa Albi.
"Aduh... kalau tiga hari lagi, saya belum ada persiapan pak." kaget Ibu Leni, sekarang dia yang di buat panik sama calon besannya itu.
"Ibu jangan khawatir, biar kami yang menyiapkan semuanya, ibu tinggal duduk manis aja," sahut Bu Ranti.
__ADS_1
"Gimana sayang?" tanya Mama Albi ke Leni.
"Leni ikut aja bu." ujar Leni pada akhirnya dengan malu malu ucing.
"Alhamdulillah... klau gitu." ujar semua orang, namun tidak dengan Albi, dia mendengus kesal, karena maunya malam ini, tapi malah di undur sang papa sampai tiga hari lagi.
"Itu muka kenapa di tekuk, ngak mau tiga hari lagi, ya udah di undur sampai bulan depan aja." kekeh Mama Albi kepada sang anak.
"Ncek, aku mau malam ini, kenapa malah di undur sampai tiga hari lagi sih." ujar Albi tidak semangat.
Puk...
"Kamu pikir cuma tinggal nikah aja selesai gitu, kalian harus urus surat nikah dulu, izin dulu, pengen gas pool aja kamu ini." omel sang mama.
"Iya, ini si Albi kebelet banget pengen kawin." kekeh papanya.
"Baik lah, tiga hari lagi aku mau nikah sama kamu, sekarang senyum dulu." bujuk Leni.
"Kamu ngak bohongkan, ngak akan berangkat ke kota kan?" ujar Albi dengan serius.
"Astaga ngak, nanti aku bilang sama bude, aku ngak jadi ikut." kesal Albi.
"Ya sudah telpon aja sekarang, ngak usah nunggu nanti nanti." desak Albi, dia takut pujaan hatinya itu kabur benaran.
"Sudah, sudah, nanti biar ibu yang ke sana, ngasih tau budenya Leni." lerai si ibu. Mendengar ucapan sang calon mertua barulah Albi diam.
"Sekarang mari kita makan dulu, kami tadi sengaja mampir di restoran dulu." ujar mama Albi.
"Ya ampun, jadi ngerepotin." ujar Ibu dengan ngak enak hati.
"Ngak masalah bu." ngak usah ngak enak hati gitu.
Mereka makan dengan penuh canda tawa, dan setelah makan, kembali melanjutkan pembicaraan pernikahan dadakan Albi dan Leni.
Bersambung....
Haaiii..... kesayangan mamak semua, maaf ya baru up, karena mamak habis hilir mudik di dunia nyata, jadi baru sempat up hari ini, apa lah daya mamak yang ingin up setiap hari, namun ada aja kendalanya, semoga kalian ngak marah sama mamak ya.... makasih sudah selalu menunggu upnya mamak😘😘😘
jangan lupa like komen dan votenya ya...
__ADS_1