Biarkan Aku Bahagia, Tuhan

Biarkan Aku Bahagia, Tuhan
Bab 10


__ADS_3

Juragan Mud bertanya pada Mala ada tujuan apa mereka datang ke rumahnya. Juragan Mud saat melihat Nur sudah sangat menyukai nya. Dimata nya Nur adalah anak yang bai dan sopan beda dengan bibi nya yang terlihat berpura pura baik dan ramah.


"Oh, kalian ingin melamar kerja di sini," gumam juragan Mud.


"Eh tidak juragan, yang mau kerja itu hanya keponakan saya ini saja, saya tidak,"


"Loh kok malah si kecil yang kau kerja di sini, apa dia tidak sekolah, eh ya nama mu siapa cantik?" tanya juragan Mud pada Nur.


Cepat cepat Mala menjawab pertanyaan juragan Mud itu. "Nama nya Nur juragan, dia tidak sekolah karena dia anak yatim piatu dan kebetulan saya orang tak punya,"


Juragan Mud menatap Mala tidak suka. Dirinya bertanya pada Nur kenapa pula Mala yang menjawab. Juragan Mud merasa Mala orang yang tidak sopan.


"Apa benar kau anak yatim piatu nak?" tanya nya pada Nur


Saat Mala ingin menjawab pertanyaan juragan Mud lagi. Juragan Mud langsung memotong pembicaraan Mala itu dengan nada tinggi. Mala menjadi kesal dan sebal di buatnya.


"Stop, kau jangan yang jawab, aku mau anak ini yang jawab pertanyaan ku, yang mau kerja di sini dia kan bukan kau,"


"Ya juragan, saya anak yatim piatu, saya ikut bibi saya ini," jawab Nur sopan


"Umur mu berapa nak, apa kau yakin mau kerja di sini?" tanya juragan Mud lagi.


"Umur saya 15 tahun juragan, ya saya mau,"


"15 tahun ya, hmm kau itu masih sangat muda nak,"


Nur langsung melirik Mala yang langsung cemberut itu setelah mendengar perkataan juragan Mud. Nur yakin Mala akan menghukumnya habis habisan jika dirinya tidak bisa menjadi pembantu di rumah juragan Mud. Hati Nur menjadi ciut dan takut membayangkan hukuman apa yang akan di terima nya.


"Tolong saya juragan, saya ingin kerja juragan," ucap Nur berani


"Tapi nak, apa tidak sebaiknya kau sekolah dulu baru kau memikirkan pekerjaan,"


"Bibi ku tidak mempunyai uang untuk menyekolahkan aku juragan, tolong juragan," ujar Nur


"Bagus Nur, memelas terus kepada juragan Mud agar kau di terima kerja di sini, awas saja jika kau tidak diterima jadi pembantu di rumah ini, habis kau," batin Mala membayangkan akan menghukum Nur seperti apa


"Bagaimana jika kau, ku sekolah kan saja agar kau jadi orang nak?"


"Maaf juragan, saya mau nya kerja juragan bukan minta di sekolah kan," ujar Nur penuh harap

__ADS_1


"Seperti nya ada sesuatu yang di sembunyikan oleh anak ini, ada sesuatu yang ganji di antara mereka, anak ini juga seperti nya takut pada perempuan ini?" batin juragan Mud merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Nur


"Bagaimana ya, sebenarnya aku membutuhkan seseorang yang lebih dewasa dari pada mu, ya seperti bibi mu ini, sedangkan kau, aku ingin mengangkat mu sebagai anak," tawar juragan Mud


"Loh kok, dia malah minta nya aku yang jadi pembantu di sini dan Nur di angkat jadi anak angkat nya, bagaimana sih ini, ehm, tapi kalau aku tak ambil kesempatan emas ini, aku tak akan ada kesempatan lagi untuk kenal dan dekat dengan Ferdy, mana dia sudah tahu aku yang bawa Nur kesini lagi," gumam Mala bingung


"Bagaimana nak, apa kau mau, aku angkat kau jadi anak angkat ku?" tanya juragan Mud lagi saat di lihat nya Nur hanya diam saja.


"Hmm, itu juragan," ujar Nur bingung dan gugup


"Begini juragan, seperti nya kami akan menerima tawaran juragan itu," sela Mala


"Hah, apa bi?" tanya Nur kaget


Nur tidak percaya Mala dapat berkata seperti itu. Mala hanya tersenyum saat Nur menatap nya penuh tanya. Sedangkan juragan Mud tersenyum puas dan bertepuk tangan.


"Baik lah, Ok, Ok, sekarang cepat kau pulang bawakan semua pakaian anak ini, biar anak ini tinggal dengan ku," pinta juragan Mud


"Loh kok begitu juragan, lalu aku bagaimana juragan, apa juragan tidak membicarakan gaji pada ku apa?" tanya Mala.


"Halah masalah gaji mah gampang, aku dapat dengan mudah membeli rumah mu itu, rumah mu dekat dengan Mpok Ija penjual sate keliling itu kan?" tanya juragan Mud


"Ya juragan, kok juragan bisa tahu ya?"tanya Mala


"Ya tahu lah, kau kan istri nya almarhum Nono yang stroke itu?" tanya juragan Mud lagi


"Eh ya juragan,"


"Kurang ajar kenapa lelaki tua ini bisa tahu aku adalah istri mayat hidup itu sih, kurang ajar," batin Mala kesal


"Kau tidak usah penasaran seperti itu, kabar meninggalnya Nono itu sudah menjadi pembicara di kampung sini, dan kau harus tahu Nono perna menyelamatkan ku dulu, jadi aku berhutang Budi pada nya,"


"Oh begitu ya juragan, lalu saya bagaimana juragan?" tanya Mala


"Ya kau mah sudah besar, tidak perlu juga aku kasih tunjangan pada mu, bukannya kau itu sudah dapat hasil dari kontrakan 35 pintu itu ya?" sindir juragan Mud


"Loh kok, dia bisa tahu ya?" tanya Mala dalam hati.


"Aku tahu karena semua dinding di desa ini punya kuping, dan apa pun yang terjadi di kampung ini pun aku tahu, aku pun tahu kau ada main dengan pemuda pengangguran, ehmm siapa ya nama nya," ujar juragan Mud

__ADS_1


"Hah," seru Mala


"Sudah sana kau ambilkan semua peralatan anak ini, aku tidak akan membiarkan kau menyiksa nya lagi," ujar juragan Mud


"Tapi saya tidak perna menyiksa anak ini kok juragan, coba saja juragan tanya pada nya, itu semua gosip juragan,"


"Terserah mau kau bilang itu gosip atau bukan, sudah sana cepat kau ambilkan perlengkapan milik anak ini, jika tidak aku sendiri yang akan mengambil nya ke rumah mu sekalian mengusir mu dari rumah itu," ancam juragan Mud


"Ya tidak bisa begitu dunk juragan, Nur kan keponakan saya dan rumah itu pun rumah saya bukan rumah juragan bagaimana cerita nya juragan bisa mengusir saya?" tanya Mala dengan nada sinis.


"Ya bisa lah, apa kau tidak pernah tahu jika Nono sudah menjual rumah itu pada ku saat dirinya masih sehat,"


"Tidak, itu tidak mungkin, tidak mungkin bang Nono menjual rumah itu, aku yakin juragan bohong, buktinya aku masih tinggal di rumah itu,"


"Hahaha, kau ini ya benar benar tidak percaya, kau ingat saat kau begitu stress dan membutuhkan banyak biaya, Nono datang kesini untuk menjual rumah itu, sudah sana jangan banyak fikir lagi, cepat ambilkan perlengkapan anak ini kesini,"


"Maaf juragan, lebih baik saya sendiri yang mengambilnya juragan," ujar Nur gugup dan takut.


"Apa kau mau ambil sendiri pakaian mu nak?" tanya juragan Mud ramah sangat beda dengan cara dirinya berbicara pada Mala.


"Ya juragan, kasihan bibi ku,"


"Baiklah, kau bisa pergi dengan perempuan ini, tapi ingat kau harus kembali lagi kesini," pinta juragan Mud.


"Baik juragan,"


Nur dan Mala pulang ke rumah dengan pikiran masing masing. Mala dengan perasaan marah nya karena Nono sudah berani menjual rumah itu tanpa bicara dahulu dengan nya. Sedangkan Nur dengan perasaan takut seandainya Mala akan memukuli nya lagi.


"Apa yang harus aku lakukan, tidak mungkin aku menyerahkan si Nur ke juragan Mud, tidak rela aku melihat anak setan ini bahagia, tidak rela aku," gumamnya dalam hati.


"Sebaiknya aku membawa anak setan ini pergi jauh dari sini, tapi bagaimana dengan Ferdy, aku kan belum mendapatkan Ferdy," Mala galau


"Sudah lah, aku yakin masih banyak kok lelaki yang tampan seperti Ferdy di luaran sana, hmm, aku bawa saja Nur ke kota,"


"Perduli setan dengan juragan tua Bangka itu, dia kira aku benar benar miskin apa?, dia tidak tahu saja siapa Mala?" gumam Mala sepanjang jalan.


"Ya tuhan, semoga rencana juragan Mud terbukti, sehingga aku bisa sekolah kembali, aku ingin sekolah seperti dulu lagi tuhan," gumam Nur dalam hati.


"Hai Mala, tunggu," panggil seseorang

__ADS_1


__ADS_2