
James meminta asisten terpercaya nya untuk mengurus semua kepindahan nya ke Indonesia. Dion adalah asisten James yang sudah sangat dekat dan hapal dengan kebiasaan James yang aneh. James pun sudah menganggap Dion seperti saudaranya sendiri karena dimana ada James di situ ada Dion.
Tetapi saat ini Dion di minta James untuk tidak ikut dengan nya ke Indonesia karena Dion harus mengurus urusan perusahaan James yang ada di Amerika. Sedangkan James harus pulang karena musibah meninggal nya Mike. James merasa di balik peristiwa kecelakaan Mike terdapat ada seseorang yang berbuat jahat pada Mike.
"Ehm, aku semakin yakin jika kematian Papa itu bukan karena murni kecelakaan, aku yakin ada seseorang yang ingin merencanakan ini semua," gumam James saat dirinya berada di depan stir mobil.
James menatap dan memegang erat kertas ancaman yang di terimanya tadi. Dirinya lama berada di depan gerbang pemakaman hanya untuk memastikan apakah ada orang yang mencurigakan berada di area pemakaman juga. James semakin yakin papa nya mempunyai musuh dalam selimut.
"Aku harus dapat mengungkap ini semua, aku yakin papa di bunuh oleh seseorang bukan karena murni kecelakaan, aku harus dapat mengungkap ini semua," gumamnya.
James memutuskan untuk menghubungi Dion agar dirinya segera ikut dengan nya di Indonesia. James akan menyerahkan urusan perusahaan kepada sekretaris nya Alek yang sudah ikut dengan nya lama. James yang sudah memiliki perusahaan sendiri harus memikirkan juga nasib perusahaan papa nya itu, perusahaan keluarga besar papa nya.
Billy meminta James untuk mengunjungi perusahaan Mike karena sejak meninggal nya Mike perusahaan itu hilang kendali. Banyak sekali saudara Mike yang ingin mengambil ahli perusahaan nya itu tanpa membicarakan hal ini pada James. Billy takut perusahaan itu akan bangkrut karena dirinya sangat hapal siapa saudara sepupu James dan adik adik Mike.
"Baik Om, aku akan kesana sekarang," ucap James dingin.
James memutuskan untuk pergi ke perusahaan Mike tanpa memberitahu kan terlebih dahulu pada Zio. James ingin melihat kantor yang tanpa ada seorang pimpinan berjalan selama ini. Banyak dari para karyawan yang belum mengenal dan mengetahui siapa James, hanya kalangan para petinggi dan pemegang saham yang mengenal James.
James menatap gedung perkantoran yang menjulang tinggi itu. Dirinya kini sudah siap untuk bekerja di perusahaan papa nya itu. James turun dari angkuh dan menawan.
Para security yang baru melihat James untuk pertama kali nya bertanya tanya siapakah James. James yang tanpa basa basi itu masuk kedalam gedung yang membuat para security semakin curiga. Banyak para karyawan yang baru datang dengan santai, James melihat jam dan melihat jika ini sudah sangat telat untuk datang ke kantor.
"Apa mereka tidak tahu apa, ini sudah sangat telat untuk datang, atau mereka sudah ijin atau ada tugas luar, hmm sebaiknya aku selidiki ini," gumamnya tak suka.
James yang paling tidak suka dengan karyawan yang telat dan lelet. Urusan pekerjaan James sangat kejam dan tegas, diri nya tidak akan memaafkan seseorang yang sudah berbuat salah berulang ulang.
"Hai pak, tunggu," panggil security saat James ingin masuk ke dalam kantor.
James menghentikan langkahnya setelah bahu nya di tahan oleh security itu. James menoleh dan memandang nya dengan tatapan dingin. Security itu sampai terdiam dan menelan ludah nya sendiri.
"Ya ampun, siapa tamu ini, apa dia memang seorang tamu atau apa?" gumamnya dalam hati.
"Lepas," seru James dingin
__ADS_1
Security itu pelan pelan melepaskan tangannya yang berada di bahu James. James melihat security itu dari atas sampai bawah dengan tatapan tak suka. Banyak para karyawan yang masih lalu lalang tak perduli pada James.
"Baiklah, ada apa?" tanya James dingin.
"Maaf bapak siapa ya, apa anda sudah membuat janji pak?" tanya sekuriti itu.
"Hai ada apa kawan?" tanya sekuriti yang lain
Mereka mendatangi James dan Sukri. Karena melihat tampang Sukri yang ketakutan. Para security itu pun meninggalkan pintu masuk yang seharusnya mereka jaga.
"Anda siapa, dan mau bertemu dengan siapa?" tanya Jalu dengan nada tinggi.
"Hai jawab, anda siapa, kok diam saja," ucap Sobri.
"Apa kalian tidak ada pekerjaan lain selain berkumpul dan bertanya pada ku?" tegur James tidak suka.
"Ya pak, kami hanya ingin bertanya anda siapa dan ada perlu apa?" tanya Jalu lagi.
"Oh, kalian semua ini ternyata mencurigai ku, baik baik," ucap James kaget.
"Ya saya tahu itu, tapi apa kalian menegur ku saat ku turun dari mobil dan berjalan masuk, tidak, kalian semua sibuk sendiri, bahkan aku lihat kalian sedang asyik makan di pojokan sana," ucap James marah.
"Anda salah menilai pak, kami sedang briefing bukan sedang makan pagi,"
"Kalian benar benar bukan karyawan yang baik, tunggu saja surat pemecatan kalian semua," ancam James tegas.
"Hah, siapa bapak ini, kenapa dia bicara seperti itu?" tanya Sobri dalam hati.
"Sudah anda jangan asal bicara dan mengancam kami seperti itu, kami tahu siapa saja pimpinan kami, anda itu hanya orang asing, silahkan anda pergi," usir Jalu.
"Apa, kau mengusir ku, sudah hebat ternyata kau ya, bagus bagus," ucap James sambil tepuk tangan.
Jalu dan yang lainnya mengusir James dengan kasar. Sobri yang sudah mulai tak nyaman itu hanya dapat melihat saja tanpa bermaksud untuk melakukan apa pun juga. James yang merasa terhina karena di usir dari kantor nya sendiri, berteriak dan mengancam para security.
__ADS_1
"Ayo cepat, keluar, cepat," bentak mereka semua.
"Ikh ada apaan sih?" tanya para karyawan yang penasaran dengan kejadian itu.
"Hai berhenti apa kalian tidak tahu aku, aku James pemilik perusahaan ini," teriak James.
"Maaf pak, anda mimpi nya ketinggian, perusahaan ini milik tuan Mike yang sekarang sedang di ambil oleh Jon," ucap Jalu
"Apa anak itu mencoba mengambil alih kekuasaan ku, baiklah," gumam James marah.
"Hai stop, berhenti," teriak James meminta mereka tidak mendorong dirinya keluar.
"Hai kau, siapa nama mu?" tanya James pada Sobri.
"Buat apa anda bertanya nama nya?" tegur Jalu kesal.
"Hai aku sedang bertanya pada nya bukan pada mu ya, jadi jangan ikut bicara, paham kau," bentak James pada Jalu.
"Saya Sobri," jawab Sobri gugup.
"Cepat kau telpon si Zio tak guna itu, ayo cepat," pinta James dengan nada membentak.
"Hai orang asing yang tidak tahu diri, buat apa juga kau menyuruh Sobri menelpon Pak Zio, anda pikir anda orang penting apa," tegur Jalu kesal.
"Hai Sobri tak usah kau gubris permintaan orang ini, dia pikir dia orang penting apa?" ucap Komar
"Kalian sudah berani tidak sopan pada ku ya, baiklah bersiap siap saja akan ku pecat kalian semua tanpa pesangon seperak pun," ucap James marah.
James mengeluarkan handphone nya dan mencoba menghubungi seseorang. James yang sudah merasa di permalukan di depan umum itu tidak dapat menahan kekesalannya. Dengan nada tinggi, James menelpon orang itu.
"Hai goblok, sini kau, turun," ucap James di handphone nya.
"Cepat, kau keluar aku ada di luar gedung,"* ucapnya lagi sebelum James menyimpan handphone nya.
__ADS_1
James menunggu kedatangan seseorang yang sudah di telpon nya itu dengan wajah kesal. Para security kantornya tidak ada satu pun yang mengijinkannya untuk masuk. Para karyawan pun hanya melihat tidak suka pada James yang berpenampilan tidak pantas untuk ke kantor itu.
James yang hanya menggunakan kaos oblong dan celana jeans belel itu hanya dapat menyesali kebodohannya itu. James menyesal kenapa dirinya tidak memakai pakaian resmi atau kantor. Dirinya yang sudah sangat nyaman berpakaian seperti ini saat dirinya bekerja tidak menyangka akan di permalukan seperti ini.