Biarkan Aku Bahagia, Tuhan

Biarkan Aku Bahagia, Tuhan
Bab 36


__ADS_3

James memandang Nur tak berkedip. Dirinya begitu menarik bagi diri James. Nur yang sedang di perhatikan itu merasa risih oleh tatapan lelaki yang tidak di kenalnya itu.


"Siapa ya lelaki ini?" tanya Nur dalam hati.


"Cantik banget, pantas papa begitu sayang pada mu," gumam James.


"Papa?, papa siapa?" tanya Nur.


"Dion, cepat kau minta Jenny untuk menyiapkan semua pakaian gadis ini sekarang juga," perintah James.


"Maaf boss, buat apa semua pakaian saya di kemas?" tanya Nur hati hati.


"Oh ya maaf, kau pasti bertanya tanya siapa aku dan apa maksud ku kesini?" tanya James yang di jawab anggukan oleh Nur


"Aku James, anak Mike, kau pasti ingat Mike?"


"Om Mike?, mana dia boss?" tanya Nur antusias


"Apa kau mau bertemu dengannya?" tanya James


"Ya aku ingin bertemu dengan om Mike, sudah hampir sebulan ini om Mike tidak menghubungi ku," ucap Nur sedih


"Ok, kau akan ikut aku menemu papa ku," ucap James


"Terima kasih boss," ucap Nur senang


"Ya tuhan, akhirnya aku dapat bertemu lagi dengan om Mike, aku sudah kangen dengannya," gumam Nur dalam hati.


Jenny menyiapkan semua yang di butuhkan oleh Nur. Sebenarnya Jenny merasa tak rela dan sedih jika Nur di bawa oleh James. Tapi dirinya tidak bisa melarang James untuk tidak membawa Nur pergi.


"Sayang dengar, kau sekarang ikut dengan boss James, kau harus ikuti semua perintah nya ya sayang, tapi kau harus hati hati pada nya, kau harus ingat pesan mami ini," pesan Jenny


"Ya mih, aku akan ingat pesan mami," ucap Nur senang.


"Nak kenapa kau senang begini?" tanya Jenny.


"Aku mau di ajak bertemu dengan om Mike mih, aku senang sekali mih, akhirnya aku bisa bertemu dengan nya," ujar Nur senang.

__ADS_1


"Ya Tuhan lindungilah anak ku ini, jangan buat dirinya sedih dan sengsara lagi tuhan, berikan kebahagiaan untuk nya," doa Jenny dalam hati.


"Sayang jika kau ada masalah dengan Boss James, kau pulang lah kesini, mami selalu ada untuk mu," ucap mami Jenny


"Ya mih, terima kasih sudah membuat ku bahagia mih walaupun kebersamaan kita hanya sebentar mih,aku sungguh bahagia," ucap Nur


Nur memeluk erat tubuh Jenny layaknya seorang anak memeluk ibu nya. Tak terasa air mata Jenny menetes, dirinya sangat takut James akan menyakiti Nur. Melati melihat kesedihan dan kehilangan di mata Jenny. Dirinya baru melihat Jenny seperti ini.


"Mami begitu sayang pada Delima, betapa beruntungnya Delima bisa mendapatkan kasih sayang mami Jenny,"


James membawa Delima pergi tanpa persetujuan Jenny. Jenny pun tidak dapat mencegah James karena Delima sudah menjadi milik Mike saat dirinya masih hidup. Jenny tidak perna menjual Delima ke pelanggannya yang lain.


Nur terlihat sangat sedih saat dirinya harus berpisah jauh dengan Jenny. Nur sudah menganggap Jenny sebagai ibu nya sendiri. Begitupun dengan Jenny, dengan berurai air mata Jenny melepaskan Nur pergi.


"Maaf boss, boss mau bawa aku kemana ya?" tanya Nur takut


"Kau akan ku bawa ke rumah ku, sudah jangan banyak tanya, diam saja," bentak James


"Tapi kata boss tadi, boss akan mempertemukan aku dengan om Mike," ucap Nur sedih.


"Oh rupanya kau menagih janji ku pada mu, baiklah, hai Dion bawa kami ke papa ku," perintah James.


"Kenapa sikap boss ini sangat jauh berbeda dengan om Mike, kata nya dia itu anak om Mike tetapi kok sangat beda sekali," gumam Nur dalam hati.


Sepanjang perjalanan Nur hanya melihat kearah luar. Dirinya begitu menikmati pemandangan yang belum perna dia lihat. Ingin rasa nya dia bertanya apa saja yang di lihat nya tetapi diurungkan oleh nya saat melihat tampang James yang tidak bersahabat itu.


"Itu gedung apa ya, kok banyak orang?" gumam Nur sambil melihat ke luar.


James yang melihat tingkah Nur merasa Nur adalah orang yang paling udik yang di temui nya. Tingkah saat Nur melihat ke luar begitu mempesona.


"Ya ampun tingkah nya lucu banget sih, dia pasti bertanya tanya apa aja yang ada di luar itu," gumam James sambil melirik kearah Nur.


"Boss seperti nya terpesona dengan aura anak ini, anak ini begitu menarik tetapi aku takut boss akan menyakiti anak ini," gumam Dion takut


Dion membawa James dan Nur ke pemakaman dimana Mike di kubur. Nur melihat sekeliling dengan tatapan bingung. Dimata nya bertanya tanya kenapa mereka ada di pemakaman ini.


"Ayo ikut aku," ajak James

__ADS_1


Nur mengikuti langkah James dengan hati was was dan takut. James berjalan menuju ke sebuah kuburan yang ada di depan mereka. James mengajak Nur duduk di sebuah Nisan kuburan.


Nur membaca nama nisan itu dan sangat terkejut. James melihat kesedihan yang begitu mendalam saat melihat Nur. Nur begitu sedih saat mengetahui jika di depannya adalah tempat peristirahatan om Mike nya.


"Ya Tuhan, om Mike kenapa om ninggalin Nur, Nur nungguin om datang, ternyata om sudah tidak ada," tangis Nur sedih


"Huhuhu, maafin Nur om, maaf jika Nur sudah buat hidup om Mike susah, huhuhu,"


"Terima kasih untuk waktu yang om berikan pada ku selama ini, aku begitu bahagia dapat mengenal Om selama ini," tangis Nur lagi


"Sudah jangan lebay, papa ku sudah tenang juga, dia juga pasti tidak dapat mendengar mu," ucap James jahat.


"Ya aku tahu om Mike tidak dapat mendengar ku lagi, tapi kenapa tidak ada yang memberitahu ku akan meninggal nya om Mike," ucap Nur sedih.


"Hai pelacur, kau pikir kau itu sangat penting apa bagi hidup papa ku sehingga aku harus memberi tahu mu tentang kepergian papa ku itu," ucap James ketus


"Bukan begitu," ucap Nur sangat sedih.


"Ayo Dion, kita pulang sekarang, seret wanita itu," perintah James pada Dion


"Baik boss,"


James meninggalkan Nur yang masih menangis dan berdoa itu. Dion ingin mengajak Nur pergi sesuai dengan perintah James. Tetapi Nur meminta waktu sebentar agar dirinya dapat berdoa sebentar saja.


"Aku mohon tunggu sebentar, aku hanya ingin berdoa sebentar lagi untuk om Mike," pinta Nur


Tanpa persetujuan Dion, Nur melanjutkan ritualnya. Dion melihat begitu rapuh gadis di depannya itu. Nur begitu sangat terpukul akan kenyataan yang ada.


"Om, aku pulang dulu, aku janji akan kesini lagi, aku pulang om," pamit Nur.


Dion mengajak Nur kembali ke mobil. James sudah menunggu mereka dengan kesal. wajahnya yang tampan di tekuk seperti lepet.


"Hai Dion, aku kan sudah memerintahkan kau untuk membawa dia pergi dari pusara papa ku, kenapa kalian malah lama sekali," bentak James


"Maaf boss," ucap Dion langsung di potong oleh Nur


"Aku yang meminta kakak ini untuk menunggu ku selesai berdoa," seru Nur sambil masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Dion dan James sama sama melongo melihat Nur yang bertingkah berani. James melihat wajah Nur yang di tekuk juga. Nur sama sekali tidak mau melihat James sedikit pun, hati nya begitu sakit mengetahui kenyataan yang ada


__ADS_2