
Mala melihat penampilan Nur yang sangat sederhana dan cantik itu. Hati nya merasa marah saat melihat sosok Nur yang berdiri di hadapan nya karena diri Nur sangat mirip dengan mama Nur yang sudah meninggal. Sehingga membuat Mala sangat marah dan teringat akan peristiwa kejadian saat dirinya meminta tolong kepada kedua orang tua Nur tetapi di tolak oleh mereka sehingga buah hati Mala menjadi meninggal.
"Dasar anak setan, mirip sekali dia dengan mama nya itu, sudah mati juga dia masih membayangi aku terus, lihat saja aku akan menjual anak mu ini, biar kau tak tenang di neraka sana," gumam Mala dalam hati.
"Ayo cepat jalan kau Nur, jangan banyak gaya kau ya, cepat," teriak Mala sambil mendorong tubuh Nur kuat.
"Eh ya bi, tapi kita mau kemana bi?" tanya Nur takut.
"Sudah jangan banyak bicara kau, apa kau mau aku tampar hah," bentak Mala
Mala mengajak Nur pergi kesuatu tempat dengan Ojeg. Sepanjang perjalanan hati Nur bertanya tanya mau di bawa kemana dirinya oleh Mala. Mala yang sudah membayangkan akan mendapatkan uang yang banyak tanpa harus bekerja keras itu menjadi senang.
"Pak, maaf sebenarnya kita mau kemana ya?" Nur memberanikan diri bertanya pada tukang ojeg itu.
"Eh itu neng ke rumah emas mami Jenny,"
"Mami Jenny siapa pak?" tanya Nur binggung.
"Neng tidak tahu apa siapa mami Jenny?" tanya tukang ojeg itu lagi
"Tidak pak, saya hanya di suruh mengikuti bibi saya itu," jawab Nur sambil menunjuk kearah depan di mana Mala berada di motor yang lain.
"Bapak juga tidak tahu neng, tapi biasanya perempuan yang pergi ke rumah mami akan di jadikan wanita penghibur,"
"Hah, wanita penghibur itu apa pak?" tanya Nur polos.
"Ya ampun bapak lupa jika kau masih kecil, itu loh neng, wanita malam neng yang bisa nemenin lelaki nakal," ujar tukang ojeg itu.
"Ya ampun apa bibi Mala akan menjadikan ku sebagai wanita penghibur ya, aku harus apa ya, aku tidak mau jadi wanita penghibur tuhan," gumam Nur pelan
"Neng, neng tidak apa apa?"
"Tidak pak, tidak apa apa," jawab Nur sedih
"Ya tuhan kasihannya anak gadis ini, seperti nya anak ini akan di jual ke mami Jenny deh," gumam tukang ojeg itu dalam hati.
Mala mengajak Nur masuk ke dalam rumah emas mami Jenny. Mereka berdua merasa terpana melihat rumah emas mami Jenny yang seperti istana itu. Sebelum mereka masuk kedalam rumah, di depan pagar ada beberapa penjaga yang mencegat mereka untuk masuk.
"Hai stop, kalian mau apa?" tanya penjaga itu
"Kami ingin bertemu dengan mami Jenny," jawab Mala dengan gaya genit karena para penjaga mami Jenny sangat tampan dan gagah
__ADS_1
"Ya ampun para lelaki di depan ku ganteng ganteng dan tampan tampan, si Bobby mah tidak ada apa apa nya dengan mereka semua," gumam Mala terpesona dengan para penjaga mami Jenny.
"Apa kalian sudah buat janji dengan mami?" tanya penjaga itu lagi membuat luluh hati Mala.
"Hai Joe, biarkan mereka masuk, mereka tamu ku," teriak mami Jenny yang sudah berdiri di teras rumah.
Joe dan yang lainnya membiarkan Mala dan Nur masuk ke dalam rumah mami Jenny. Mami Jenny yang sedang berdiri di teras rumah itu merasa kagum pada kecantikan Nur. Sedangkan Mala mencuri mata pada Joe, dirinya membayangkan Joe akan takluk pada nya.
"Ya ampun ternyata nama lelaki ini Joe, aduh tidak kuat aku, akh aku coba tanya sama mami Jenny apakah aku boleh bermain main dengan Joe," gumam Mala.
"Ayo masuk, masuk, kau kesini juga rupanya," ucap mami Jenny ramah.
"Eh ya mih, pasti nya aku kesini lah, oh ya ini anak yang aku bicara kan pada kami,"
"Ehm, cantik dan menarik, siapa nama mu nak?" tanya mami Jenny
"aku Nur," jawab Nur pelan.
"Nur, ehm mami akan mengganti nama mu dengan Delima, mulai sekarang nama mu bukan Nur lagi tapi Delima," ujar mami Jenny.
"Tidak aku tidak mau, nama ku Nur, aku tak mau ganti nama," tolak Nur
"Hai Nur, kau itu tidak sopan ya," seru Mala marah.
"Hai berhenti, berani berani nya you memukul anak ku, lihat saja jika dia lupa atau lecet sedikit pun aku pasti kan perjanjian kita batal," bentak mami Jenny.
"Hah perjanjian kita batal, ya tidak bisa begitu dunk mi, jika begitu aku bawa pulang saja lagi si Nur, tidak jadi," ancam Mala.
"Jangan perna sekali kali you mengancam mami Jenny, you harus tahu yang akan keluar dari sini itu bukan Delima tetapi you, you akan ku lempar tanpa anak ini,"
"Tidak, aku tidak mau, enak saja kau malah menahan Nur," seru Mala tak terima.
"Kau ingat ya wanita jahat, siapa pun yang bertamu ke rumah ku akan bisa keluar lagi dengan selamat jika aku ijinkan, jika tidak aku ijinkan maka tamu itu harus ada di rumah ku, begitu pun dengan Delima, aku tertarik pada nya, jadi aku bisa dengan mudah menendang mu keluar,"
"Eh ya mih, maaf tidak lagi lagi aku berani mengancam dan main pukul," ujar Mala.
Mami Jenny mendekat dan memperhatikan wajah Nur dan badannya. Nur yang sudah tahu tujuan bibi nya itu menjadi takut dan kuatir. Jenny tersenyum puas setelah melihat wajah Nur, tetapi dirinya langsung kesal saat melihat ada bekas luka di tangan dan kaki Nur. Jenny langsung tahu ulah siapa itu, dirinya langsung melotot kearah Mala.
"Hai ini pasti perbuatan kau kan Mala?" tanya Jenny dingin
Mala melihat bekas luka yang di tunjuk oleh Jenny itu. "Hehe, ya, itu bekas aku pukul pakai sapu,"
__ADS_1
"Dasar kau ya, apa kau tahu bekas luka seperti ini bisa membuat nilai nya berkurang," ujar Jenny kesal
"Ya mana aku tahu lah, kan aku baru kenal kau baru ini," ujar nya sombong.
"Dasar kau ini wanita bodoh, sudah sana pergi, malas juga aku berlama lama dengan kau," usir Jenny
"Tapi mi, sini deh," ucap Mala meminta Jenny mendekati nya
"Ya ada apa?" tanya Jenny ketus
"Mih, apa bisa kau suruh penjaga mu itu mendekati ku, aku ingin dia jadi pacar ku," pinta Mala tidak malu
"Apa, kau minta salah satu dari mereka jadi pacar mu, hallo Mala ku tersayang, aku yakin mereka tidak mau, apa kau tak tahu berapa biaya yang harus aku keluarkan untuk keperluan dia, hah," ucap Jenny dengan nada tinggi
"Ikh mami kok ngomong nya kuat kuat sih, kan jadi malu," ujar Mala
"Hai Mala, kalau kau mau tidur dengan mereka, kau itu harus punya uang minimal 3 juta untuk semalam, apa kau mampu?" tanya Jenny sombong.
"Apa 3 juta, mahal amat mi,"
"Ya sudah jika kau tidak mampu, maka nya jangan mimpi kau akan di tiduri oleh mereka,"
"Apa tidak bisa diusahakan oleh Mami gitu buat menyuruh mereka menjadi pacar ku semalam saja, sebagai tanda terima kasih karena aku sudah membawa Nur kesini," ujar Mala tak malu.
"Gila benar nih orang, sudah menjual keponakan nya sendiri, dia malah tak malu meminta salah satu penjaga ku untuk tidur dengan nya," gumam Jenny kesal.
"Tidak, tidak bisa, sudah sana pergi, nanti akan aku berikan bayaran nya jika Delima sudah di pakai oleh om Mike," usir mami Jenny.
"Huft mami ini pelit ya ternyata,"
"Sudah sana pergi, sebelum aku berubah pikiran," usir Jenny marah
"Ya, ya, aku bicara dulu dengan Nur, awas ya mih, jika kau tidak memberikan ku hasil kerja dia selama ikut dengan kau, akan ku obrak abrik tempat ini," ancam Mala
"Silahkan jika kau berani," tantang Jenny.
Mala meninggalkan jenny yang bertolak pinggang dihadapan nya. Mala menemui Nur yang sedang memperhatikan dirinya dan Jenny. Nur masih tidak menyangka Mala tega menjualnya tak terasa air mata nya mengalir.
"Hai Nur, kau disini saja, kerja yang benar, jangan jadi anak yang membantah, kau harus patuh kepada mami Jenny, ingat itu," pesan Mala
"Ya bi," ujar Nur sedih
__ADS_1
"Baiklah aku akan pulang ke rumah yang tadi, jika kau butuh aku, aku ada disana, eh ya Nur, awas ya jika kau tidak memberi ku uang hasil kerja mu," ancam Mala
Nur semakin sedih saat mendengar ancaman Mala itu. Nur nya benar benar sangat marah pada tuhan karena tuhan tidak mau melihatnya bahagia walau sebentar saja. Apa Nur akan bertahan di rumah mami Jenny atau dirinya akan memberontak serta melarikan diri?